CARILAH HAL-HAL YANG DI ATAS

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN – Minggu, 27 Maret 2016)

 jesus_christ_image_115

Karena itu, apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, tampak kelak, kamu pun akan tampak bersama dengan Dia dalam kemuliaan. (Kol 3:1-4) 

Bacaan Pertama: Kis 10:34a,37-43; Mazmur Tanggapan: Mzm 118:1-2,16-17,22-23; Bacaan Kedua  (alternatif): 1 Kor 5:6b-8; Bacaan Injil: Yoh 20:1-9 

O, betapa mudah bagi kita memusatkan pandangan kita ke surga pada hari ini! Yesus telah bangkit! Ia telah mengalahkan maut, berkemenangan atas Iblis, dan juga dosa! Pintu-pintu gerbang surga telah terbuka lebar-lebar bagi kita! Karena telah dibaptis ke dalam Kristus, maka kita dapat ikut ambil bagian dalam kemenangan-Nya dan berjalan dalam kebebasan.

Sesungguhnya, kita semua harus bersukacita pada hari ini, namun bagaimana dengan hari esok? Bagaimana kita dapat mempertahankan sukacita Paskah kita? Marilah kita bersikap realistis. Kita harus berekspektasi adanya lobang-lobang  pengganggu dalam jalan yang kita lewati sehari-hari. Ada hari-hari di mana pikiran kita seakan-akan seperti sebuah medan pertempuran godaan dan kekhawatiran. Namun semua ini tidak perlu merampas warisan yang telah kita terima. Berlandasan pengetahuan bahwa kita “telah dibangkitkan bersama dengan Kristus” (Kol 3:1), kita dapat menghadapi pertempuran secara langsung, dan merebut kemenangan!

Bayangkanlah bahwa seorang rekan kerja atau sahabat kita menyakiti hati kita (anda dan saya). Apakah yang harus kita lakukan? Memang mudah untuk merasa kesal, marah, atau menjadi defensif. Namun kita ingat bahwa Yesus telah membangkitkan kita bersama-Nya. Apabila kita memenuhi pikiran kita dengan kebenaran-kebenaran kasih Allah – baik bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain – maka tidak akan ada lagi ruangan yang tersisa untuk memendam rasa sakit hati atau niat untuk melakukan pembalasan dendam.

Barangkali kita merasa bahwa tuntutan-tuntutan terhadap waktu kita begitu banyak. Walaupun demikian, kita harus menyediakan waktu untuk berdoa. Manakala mata kita berhenti melihat apa yang harus kita kerjakan dan kemudian mengkontemplasikan surga, maka akan mendapatkan diri kita lebih mampu menjaga tugas pekerjaan kita dalam perspektif. Bahkan kita dapat menjadi lebih efisien.

Saudari dan Saudaraku yang terkasih, marilah kita berketapan hati sekarang agar perayaan Paskah kita berakar kuat dalam hidup kita sendiri. Selagi Roh Kudus memenuhi pikiran kita dengan realitas dari apa yang terjadi pada hari Minggu Paskah Kristiani yang pertama, kita akan menjadi pribadi-pribadi yang sungguh-sungguh berpikir tentang surga, kuat, penuh damai, dan penuh pengharapan, tidak peduli dalam keadaan apa kita sedang berada. Kita akan menjadi saksi-saksi hidup dari kebangkitan Kristus yang penuh kemuliaan.

DOA: Yesus Kristus, kami memuji-muji Engkau dengan penuh syukur pada hari Minggu Paskah ini. Engkau telah bangkit dari antara orang mati dan telah mengalahkan dosa dan maut. Engkau telah membuka surga bagi kami. Kami bersukacita dengan segala malaikat dan orang kudus-Mu untuk segala hal yang telah Kaulakukan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:1-9), bacalah tulisan yang berjudul “BERTEMU DENGAN YESUS YANG SUDAH BANGKIT” (bacaan tanggal 27-3-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-4-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 25 Maret 2016 [HARI JUMAT AGUNG] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS