YESUS DAN BAPA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Jumat, 18 Maret 2016) 

yesus-4

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?” Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menjadikan diri-Mu Allah. Kata Yesus kepada mereka, “Bukankah ada tertulis dalam kitab Tauratmu: Aku telah berfirman: Kamu adalah ilah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut ilah – sedangkan Kitab Suci tidak dapat dibatalkan – masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali-kali mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.

Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda mukjizat pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini memang benar.” Lalu banyak orang di situ percaya kepada-Nya. (Yoh 10:31-42) 

Bacaan Pertama: Yer 20:10-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 18:2-7

Ketika Yesus berada di Yerusalem dalam rangka Hari Raya Penahbisan Bait Allah terjadi suatu diskursus antara Dia dengan orang-orang Yahudi yang berkumpul di Serambi Salomo di mana Dia mengklaim bahwa Dia dan Bapa-Nya adalah satu (Yoh 10:30). Orang-orang Yahudi menjadi marah, naik pitam, dan mereka memungut batu-batu untuk dilemparkan kepada-Nya karena menurut mereka Yesus telah menghujat Allah. Namun Yesus menjawab: “Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku, tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa” (Yoh 10:37-38).

Sepanjang sejarah, Allah telah menyatakan (mewahyukan) diri-Nya melalui karya-karya-Nya. Perjanjian Lama dipenuhi dengan catatan-catatan tentang karya-karya Allah yang besar dan agung: pembebasan/pemerdekaan umat Israel dari perbudakan di Mesir, mukjizat-mukjizat yang dilakukan Allah selagi mereka berkelana di padang gurun menuju tanah terjanji, dan juga akhirnya umat mulai menetap di tanah terjanji tersebut. Allah juga senantiasa dipuji untuk karya-Nya: penciptaan alam semesta (langit, bumi dll.) dan segala makhluk. Semua ini menggambarkan kemahakuasaan Allah dan kepantasan-Nya untuk dipuji serta disembah, namun juga menyatakan kasih-Nya yang tak terhingga  bagi segala ciptaan-Nya.

Niat Bapa surgawi adalah senantiasa untuk menjalin suatu relasi yang akrab dengan ciptaan-Nya, termasuk kita masing-masing. Dengan demikian, ketika kita memberontak dan meninggalkan Allah, Dia tidak akan meninggalkan kita, namun karena kasih-Nya Dia  siap untuk menebus kita. Allah mengutus Putera-Nya yang tunggal ke tengah dunia guna menebus dosa-dosa kita dengan menderita hukuman yang sebenarnya pantas untuk kita terima, dengan demikian membebaskan kita dari dosa dan maut.

Misi Yesus adalah untuk memuliakan Bapa dengan menyelesaikan karya penyelamatan Bapa (Yoh 17:4). Semua karya Kristus di atas bumi adalah bagian dari rencana Bapa dan tidak hanya dimeteraikan Allah Bapa (Yoh 6:27), melainkan juga merupakan suatu perwahyuan Bapa (Yoh 14:9-11). Melalui karya-karya-Nya, Yesus membuktikan kenyataan bahwa Dia bukan hanya sang Mesias, namun juga Putera Allah, karena karya-karya-Nya adalah karya-karya Bapa surgawi.

DOA: Bapa surgawi, terangilah hati dan pikiranku agar aku dapat memiliki iman-kepercayaan dalam karya-karya Yesus sebagai sebuah tanda bahwa Engkau dan Yesus adalah satu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 10:31-42), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MEMBERIKAN HIDUP-NYA SENDIRI KEPADA PARA MUSUH-NYA SECARA TOTAL” (bacaan tanggal 18-3-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-3-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS