KAMU PUN BENAR-BENAR MERDEKA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Rabu, 16 Maret 2016) 

YESUS MENGAJAR DI BAIT ALLAH - MRK 12 ALalu kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang telah percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tinggal dalam rumah selama-lamanya. Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” 

“Aku tahu bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapakmu.” Jawab mereka kepada-Nya, “Bapak kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi sekarang kamu berusaha membunuh Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapakmu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku datang dari Allah dan sekarang Aku ada di sini. Lagi pula Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku. (Yoh 8:31-42) 

Bacaan Pertama: Dan 3:14-20,24-25,28; Mazmur Tanggapan: Dan 3:52-56 

“Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka” (Yoh 8:36).

Apakah artinya bila dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang benar-benar merdeka dalam Kristus? Kita mungkin menemukan kesulitan untuk menggambarkannya, namun secara naluriah kita merasakan bahwa hal itu berarti suatu pembebasan batiniah dan adanya potensi tanpa batas untuk hidup bersama Allah. Kita merasakan bahwa kemerdekaan berarti sukacita dan damai-sejahtera secara mendalam, suatu ekspektasi penuh gairah akan segala sesuatu yang dapat diberikan oleh Allah.

Kemerdekaan (kebebasan) adalah sesuatu yang Allah selalu maksudkan untuk kita. Pada kenyataannya, Dia memberikan kepada kita intelek, emosi dan kehendak, agar dengan demikian kita dapat hidup sebagai makhluk-makhluk bebas-merdeka, yang dapat memutuskan bagi diri kita sendiri bagaimana kita menjalani hidup kita. Niat Allah adalah bahwa kita akan menggunakan kebebasan kita untuk berbalik kepada-Nya dan menerima hidup-Nya dalam diri kita. Akan tetapi, bukannya berbalik kepada-Nya, kita malah menggunakan kebebasan kita untuk berbalik meninggalkan-Nya. Akibat yang menyedihkan adalah bahwa kita bukan lagi merupakan pribadi-pribadi yang bebas-merdeka, melainkan orang-orang yang diperbudak oleh kuasa dosa.

Seperti perkiraan kita, upaya kita untuk memperoleh kebebasan kita menyangkut biaya. Namun, kabar baiknya adalah bahwa Yesus-lah yang membayarnya untuk membebaskan kita. Tidak ada biaya yang harus kita keluarkan sedikitpun. Kebebasan kita dari dosa adalah pemberian cuma-cuma dari Allah sendiri. Kita hanya perlu meminta hal itu kepada-Nya. Hampir tidak ada orang yang menyia-nyiakan jika ada promosi barang-barang tertentu yang dijual di supermarket, misalnya membeli produk tertentu sebanyak satu buah akan mendapat dua buah (buy one, get two). Namun sampai berapa seringkah kita memulai hari kita dengan permohonan kepada Allah untuk dibebaskan dari hal-hal yang membelenggu kita, misalnya rasa gundah-gulana, rasa terbebani dengan masalah berat, rasa khawatir, was-was dan takut, bahkan rasa bersalah? Kita sungguh bodoh jika kita terus terbelenggu oleh berbagai hal tersebut, padahal kita dapat memperoleh kemerdekaan dari Allah setiap saat?

Saudari dan Saudariku, Allah yang kita sembah adalah Allah yang penuh kasih, baik hati dan setia. Dia adalah sumber segala kebaikan dan satu-satunya yang baik. Ia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita dan Ia sungguh rindu untuk melihat kita datang kepada-Nya setiap hari dengan hati yang terbuka. Allah sangat senang untuk menyatakan diri-Nya kepada kita secara lebih penuh, menyembuhkan segala sakit-penyakit dalam kehidupan kita – baik sakit fisik maupun luka-luka batin – , dan memulihkan kemerdekaan kita sebagai anak-anak-Nya. Di tengah semua tantangan dan pencobaan dalam hidup sehari-hari, janganlah sampai kita luput memandang Dia yang mampu untuk membebaskan kita. Marilah kita datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan-diri bahwa Dia sungguh berhasrat untuk membebas-merdekakan anak-anak-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau telah membayar segala biaya yang diperlukan agar kami bebas dari dosa dan segala efeknya. Kami ingin menerima kebebasan ini yang menjamin kepada kami akses tanpa batas kepada-Mu dan kerajaan-Mu. Yesus, bebaskanlah kami! Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 8:31-42), bacalah tulisan dengan judul “AGAR KITA DAPAT DITRANSFORMASIKAN KE DALAM KESERUPAAN DENGAN ALLAH, BAPA KITA” (bacaan tanggal 16-3-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-4-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 Maret 2016 [HARI MINGGU PRAPASKAH V – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS