YESUS ADALAH TERANG DUNIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan V Prapaskah – Senin, 14 Maret 2016) 

YESUS SANG RABBI DARI NAZARETYesus berkata lagi kepada mereka, “Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.” Lalu kata orang-orang Farisi kepada-Nya, “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” Kata Yesus kepada mereka,  “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana aku datang dan ke mana Aku pergi. Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun, dan kalaupun Aku menghakimi, penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Bapa yang mengutus Aku. Dalam kitab Tauratmu ada tertulis bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” Lalu kata mereka kepada-Nya, “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus, “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.

Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba. (Yoh 8:12-20) 

Bacaan Pertama: Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62 (versi pendek Dan 13:41c-62); Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6 

Kontroversi-kontroversi yang ditimbulkan oleh pengajaran-pengajaran Yesus dalam artian tertentu menyebabkan semakin melebarnya kesenjangan antara Yesus dan sejumlah pendengar-Nya. Namun Yesus maju terus! Kali ini Dia menyatakan diri-Nya sebagai terang dunia, sebagai seorang “hakim” dan “saksi” yang memiliki wewenang (Yoh 8:12-20). Sebelumnya Yesus menyatakan diri-Nya sebagai roti kehidupan (Yoh 6) dan air pemberi kehidupan (Yoh 7:37-39). Kini Dia juga menyatakan diri-Nya sebagai terang pemberi kehidupan (lihat Yoh 8:12).

Sebagai seorang Pribadi yang adalah perwahyuan sempurna diri Allah, Yesus mendatangkan terang agar orang-orang dapat tercerahkan mengenai apa/siapa Allah itu dan bisa menjadi seperti apakah manusia itu; siapa saja yang menerima-Nya dalam iman akan masuk ke dalam suatu relasi pemberian-hidup dengan Dia dan dibebaskan dari kegelapan dosa dan ketidakpercayaan. Namun klaim ini menghadapi tantangan yang didasarkan pada alasan-alasan bahwa kesaksian Yesus mengenai diri-Nya sendiri tidak dapat diandalkan. Yesus menjawab mereka yang tidak percaya itu dengan mengklaim bahwa Allah Bapa berdiri di belakang pernyataan diri-Nya sendiri (lihat Yoh 8:17-18) dan Dia sendiri jelas mengenai asal-usul-Nya sendiri dan tujuan hidup-Nya. Hal ini bertentangan dengan yang watak yang diperagakan para penentang-Nya, yang memiliki sikap masa bodoh dan tertutup berkenan dengan misteri diri-Nya. Mereka menilai Dia hanya dari penampilan dan mereka tidak mempunyai iman yang memungkinkan mereka untuk melakukan penilaian melampaui standar-standar mereka sendiri yang murni manusiawi (lihat Yoh 8:14-15). Kata-kata sama yang digunakan Yesus sebelumnya berkaitan dengan Roh Kudus sekarang diterapkan-Nya pada diri-Nya: “Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi” (Yoh 8:14; bdk. Yoh 3:8). Dengan demikian kodrat Kristus tidak dapat dipahami oleh mereka yang membuat penilaian menurut “daging”, artinya tanpa hidup-iman, dan Yesus berasal dari suatu “tatanan” yang berbeda dengan “tatanan” di mana para pendosa, orang-orang yang belum ditebus itu berada, karena Dia dilahirkan dari Allah. Dalam kesempatan lain Yesus bersabda: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini” (Yoh 8:23).

Lagipula, Yesus memiliki suatu kuasa untuk menghakimi hanya dalam ketergantungan pada Bapa-Nya dan kehadiran mendukung dari Bapa-Nya adalah alasan mengapa Dia “memprovokasi” suatu keputusan orang-orang selagi mereka menghadapi Yesus dan sabda-Nya dan dengan sengaja menolak Dia, jadi menghukum atau menghakimi diri mereka sendiri (lihat Yoh 8:16). Bapa juga menjadi saksi bersama Yesus karena Dia adalah sumber perwahyuan Jesus dan Dia bekerja bersama Yesus, mengungkapkan misteri Yesus (lihat Yoh 8:18). Akan tetapi orang-orang Farisi tidak memahami relasi Yesus dengan Allah Bapa. Andaikan saja mereka (orang-orang Farisi) mengenali siapa Yesus itu, maka mereka pun akan mampu melihat bahwa dalam diri Yesus-lah Allah Bapa menyatakan diri-Nya. Yesus bersabda: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku” (Yoh 8:19). Kata-kata ini memprovokasi para pendengar-Nya, akan tetapi Yesus tidak dapat ditangkap, karena saat-Nya belum tiba (lihat Yoh 8:19).

DOA: Roh Kudus Allah, aku mau membuka hatiku selebar-lebarnya agar Engkau dapat bekerja dalam diriku dengan bebas. Semoga hari demi hari aku semakin memahami relasi antara Yesus dengan Allah Bapa, sehingga dengan demikian aku semakin mengimani bahwa dalam diri Yesus-lah Allah Bapa menyatakan diri-Nya. Anugerahilah karunia iman padaku. Ampunilah aku yang terkadang kurang percaya ini. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama (Dan 13:1-9,15-17,19-30,33-62 atau versi singkat Dan 13:41c-62), bacalah tulisan yang berjudul “CERITA TENTANG SUSANA YANG CANTIK DAN SOLEHA” (bacaan tanggal 14-3-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. Bacalah juga tulisan yang berjudul “KISAH SUSANA DAN DANIEL” (bacaan tanggal 18-3-13) dalam situs/blog SANG SABDA. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-3-10 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS