YANG BERSAMA YESUS PASTI MENANG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Prapaskah – Kamis, 3 Maret 2016) 

Jesus_w_PharPada suatu kali Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  (Luk 11:14-23) 

Bacaan Pertama: Yer 7:23-28; Mazmur Tanggapan: Mzm 95:1-2,6-9

Yesus mengusir roh jahat yang menyebabkan kebisuan diri seseorang, dan tentunya orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu menjadi kagum terpesona. Tidak seorang pun mempertanyakan kuat-kuasa yang diperagakan oleh Yesus, namun ada beberapa orang yang menuduhnya bersekutu dengan Beelzebul, si penguasa roh-roh jahat atau Iblis sendiri. Sementara itu ada juga orang-orang yang meminta dan menantikan tanda dari surga. Yesus menanggapi tuduhan tersebut dengan menyatakan bahwa Beelzebul bukanlah goblok dalam berstrategi sehingga dia mendorong pecahnya perang saudara untuk kemajuan kerajaannya. Dalam kesempatan itu Yesus juga menunjukkan bahwa para penuduhnya itu tidak konsisten dalam argumentasi mereka: mereka mengatakan bahwa Yesus mengusir roh jahat dengan menggunakan kuat-kuasa Iblis, sementara para pelayan-eksorsis (pengusir roh jahat) melalui kuat-kuasa Allah. Jadi, jika mereka menuduh Yesus, secara implisit mereka juga menuduh para pelaya-eksorsis mereka.

Dalam kesempatan sebelumnya Yesus telah mengatakan kepada para murid-Nya bahwa barangsiapa yang melawan roh-roh jahat tidak menentang Dia dan para murid-Nya, dia ada di pihak Yesus dkk. (bdk. Luk 9:50); sekarang Ia mengatakan kepada para penuduh-Nya bahwa para eksorsis yang mereka tuduh akan dibenarkan, dan pembenaran mereka akan menjadi penghakiman atas kritik-kristik  mereka. Jika roh-roh jahat hanya dapat diusir dengan kuat-kuasa Allah, maka haruslah disimpulkan bahwa kehadiran Kerajaan-Nya berada di tengah-tengah orang-orang. Mereka telah memperoleh tanda yang mereka minta.

Yesus menggambarkan Iblis sebagai seorang kuat yang menguasai sebuah istana yang dipersenjatai lengkap. Harta benda orang kuat itu hanya aman apabila istana itu dijaga dengan baik dan juga karena tidak seorang pun telah menyerbu istana tersebut. Namun ada Pribadi lebih kuat yang datang untuk menghancurkan pertahanan istananya dan mendistribusikan harta bendanya. Jadi, keberadaan Iblis tergantung pada belas kasih Pribadi yang lebih kuat itu, dan Pribadi yang lebih kuat itu telah hadir di tengah-tengah umat-Nya.  Yesus dengan jelas mengatakan bahwa barangsiapa yang bergabung dengan diri-Nya melawan kekuatan jahat berarti melawan diri-Nya, dan pada akhirnya harus kalah karena orang itu berdiri bersama pihak yang lebih lemah. Selagi Yesus melihat konflik antara yang baik dan yang jahat sebagai metafora pertempuran, Dia tak ragu lagi tentang identitas pemenang pertempuran itu.

DOA: Tuhan Yesus, semoga kebersatuan kami dengan Engkau bertumbuh semakin kuat dan semakin mendalam dengan berjalannya waktu. Tolonglah diriku agar dapat siap  merayakan misteri Paskah yang agung. Buatlah agar aku bertumbuh dalam kasih dari hari ke hari menuju perayaan keselamatan yang penuh kemuliaan ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 11:14-23), bacalah tulisan yang berjudul “REALITAS IBLIS DAN ROH-ROH JAHATNYA” (bacaan tanggal 3-3-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-3-15 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 1 Maret 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS