DATANG KEPADA ALLAH SECARA BEBAS, TERBUKA DAN PENUH KEPERCAYAAN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari biasa Pekan I Prapaskah – Kamis, 18 Februari 2016)

jm_200_NT1.pd-P13.tiff

 “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetuk, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari antara kamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

“Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Mat 7:7-12) 

Bacaan Pertama: Est 4:10a,10c-12,17-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 138:1-3,7-8

“Ada yang perlu saya tolong?” “Silahkan masuk, anda minum kopi, teh, atau ……?” “Hubungi saya seandainya anda membutuhkan sesuatu.” Betapa mudah kita menerima gestur keprihatinan dari para sahabat atau mereka yang kita kasihi. Di sisi lain, betapa sulit kiranya bagi kita untuk menerima ungkapan kasih dan keprihatinan serupa yang datang dari Allah!

Kontras dengan yang biasanya kita pikirkan, Allah sangat senang sekali apabila kita mensyeringkan keprihatinan-keprihatinan kita dengan Dia dan menceritakan kebutuhan-kebutuhan kita kepada-Nya. Ia mengatakan kepada kita untuk meminta, mencari, dan mengetuk, dan kemudian menyatakan tentang apa yang akan terjadi bilamana kita bergerak mendekati-Nya. Dia berjanji bahwa apa yang kita minta akan diberikan kepada kita. Dia berjanji bahwa jikalau kita mencari Dia, maka kita akan menemukan diri-Nya. Dia berjanji bahwa apabila kita mengetuk, maka pintu pun akan dibuka.

Ini semua bukanlah sekadar janji-janji kosong seorang penipu ulung. Ini adalah janji-janji kesetiaan yang dibuat oleh Allah sendiri yang menciptakan langit dan bumi, dan semua itu menyatakan betapa dalam keinginan Allah agar diri-Nya dikenal oleh kita secara pribadi dan menjalin relasi dengan kita sebagai Bapa dan sahabat karib kita semua. Hal ini sungguh berbeda dengan pemahaman kita tentang doa! Allah ingin melihat kita bergerak dari sikap “memandang doa sebagai saat untuk sekadar minta-minta sesuatu kepada-Nya” kepada sikap “merangkulnya sebagai suatu kesempatan untuk menerima kasih-Nya dan dibentuk oleh hikmat-Nya”. 

“Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di surga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya” (Mat 7:11). Allah ingin masuk ke dalam hati kita masing-masing untuk berkomunikasi dengan kita pada tingkat yang paling intim/akrab. Ia ingin pergi lebih jauh daripada sekadar mendengar permohonan-permohonan kita, yaitu untuk meyakinkan kita akan kasih-Nya, mengajar kita bagaimana melayani mereka yang ada di sekeliling kita, dan membuka bagi kita pintu masuk ke dalam pewahyuan ilahi.

Dengan keberanian seorang anak dari seorang bapak yang murah hati, kita dapat datang kepada Allah secara bebas, terbuka, dan penuh kepercayaan. Kita tidak perlu dengan rasa khawatir dan takut-takut mengetuk pintu itu. Kita dapat mengetuk dengan penuh kepercayaan bahwa ada “seorang” Pribadi yang sangat ingin menyambut kita, dalam keadaan apa pun kita sedang berada. Apabila kita mencari, kita akan menemukan Bapa surgawi yang telah berada selama ini, yang menanti-nantikan dan menyambut kita dengan tangan-tangan terbuka.

DOA: Bapa surgawi, kasih-Mu kepadaku sungguh tak terukur! Melalui jaminan yang Kauberikan, aku memiliki rasa percaya bahwa Engkau akan dengan penuh gairah akan menyambut bahkan ketika aku membuat langkah yang paling kecil sekalipun dalam berjalan menuju ke tempat Engkau berada. Dalam nama Yesus, aku memohon agar Engkau mentransformasikan hatiku dengan kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Est 4:10a,10c-12,17-19), bacalah tulisan yang berjudul “BERDOALAH DENGAN SERIUS” (bacaan tanggal 18-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-2-15 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 15 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS