MEMBUAT MASA PRAPASKAH INI MENJADI MASA YANG PALING BAIK DALAM HIDUP KITA

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah, Selasa 16 Februari 2016) 

Isaiah 009

Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes 55:10-11) 

Mazmur Antar-bacaan: Mzm 34:4-7.16-19; Bacaan Injil: Mat 6:7-15. 

Masa Prapaskah tahun ini sudah berjalan selama tujuh hari Sudahkah kita (anda dan saya) berpuasa dan berdoa mengikuti contoh yang diberikan oleh Yesus selama tujuh hari ini? Apakah kita (anda dan saya) telah mengampuni semua orang yang telah menyakiti hati kita – bahkan semua musuh kita (lihat Mat 6:12)? Apakah kita (anda dan saya) telah “mengosongkan diri” (Flp 2:7) sedemikian rupa sehingga dipenuhi dengan “lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus”? (Ef 3:18).

Masa Prapaskah adalah suatu masa rahmat, suatu anugerah dari sumber hidup bagi hubungan kita dengan Allah. Walaupun demikian, rahmat ini tidak dipaksakan kepada kita, Kita harus menunjukkan bahwa kita mau menerimanya dengan berpuasa, bermati-raga, berdoa, mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita, melakukan pertobatan, dan mempraktekkan ketaatan penuh kasih kepada Allah.

Melalui masa Prapaskah ini, Allah akan membuat padang gurun menjadi “subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan” (Yes 55:10). Di mana tidak ada sesuatu, Allah akan menanam seuatu … “memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan” (Yes 55:10). Jika kita membiarkan atau memperkenankan Allah bertindak dengan cara-Nya, masa Prapaskah ini tidak akan terbuang sia-sia, kosong, atau hampa, melainkan akan terjadilah kehendak-Nya, “dan akan berhasil dalam apa yang Dia suruhkan” (lihat Yes 55:11).

Saudari dan Saudaraku yang terkasih, marilah kita (anda dan saya) membuat masa Prapaskah ini sebagai saat-saat yang paling baik dalam hidup kita masing-masing. Baiklah kita menghayati masa Prapaskah ini  sebagai masa Prapaskah kita yang pertama atau yang terakhir. Semoga masa Prapaskah kali ini memuncak dalam pembaharuan janji-janji baptis kita pada Misa Malam Paskah atau Minggu Paskah. Marilah kita menyerahkan hidup kita kepada Yesus. Semoga masa Prapaskah ini mempersiapkan kita semua untuk berjumpa dengan Yesus Kristus yang wafat dan bangkit pada hari ketiga dari antara orang mati. Semoga masa Prapaskah ini juga mempersiapkan kita  pada akhir zaman, pada saat kedatangan Yesus Kristus untuk kedua kali ke dalam dunia, pada hari penghakiman, dan kebahagiaan abadi di surga.

DOA: Bapa surgawi, bukalah hatiku bagi kuat-kuasa firman-Mu untuk memperbaharui aku. Jadilah pelitaku, jalanku dan hidupku. Ajarlah aku bagaimana berdiam dalam firman-Mu dan mengikuti Yesus, Penebusku dan Guruku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 6:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “DOA YANG DIAJARKAN OLEH YESUS SENDIRI” (bacaan tanggal 16-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

Cilandak, 14 Februari 2016 [HARI MINGGU PRAPASKAH I – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements