BERBAGAI HUKUM YANG DIBERIKAN ALLAH

(Bacaan  Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Prapaskah – Senin, 15 Februari 2016) 

Moses1

TUHAN (YHWH) berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, YHWH, Allahmu, kudus.

Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya. Jangan kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah YHWH. Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya. Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah YHWH. Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran. Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah YHWH.

Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia. Janganlah engkau menuntut balas dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah YHWH. (Im 19:1-2,11-18) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15; Bacaan Injil: Mat 25:31-46 

Bagi kita yang tinggal di kota Jakarta, tidaklah sulit untuk melihat berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh orang-orang setiap hari: menyeberang jalan bukan di zebra cross, pengendara sepeda motor yang menyalib dari sebelah kiri secara tiba-tiba, bis kota yang berhenti dan mengambil penumpang bukan di halte bis, orang yang memetik bunga seenaknya di taman kota padahal ada tanda larangan untuk tidak memetik bunga, demikian pula membuang sampah sembarangan dll.

Terkadang desakan hati untuk melanggar berbagai macam peraturan terasa berlaku tanpa pandang umur, dari anak-anak kecil sampai yang sudah tua bangka. Bukankah hati kita merasa sedih ketika melihat penumpang di mobil mercedez-benz di depan mobil kita terlihat melemparkan gelas plastik air aqua yang sudah kosong ke atas jalan? Ya, sejak kejatuhan Adam dan Hawa karena mengabaikan larangan dari Allah (lihat Kej 3:3), kita manusia senantiasa digoda untuk tidak taat kepada Allah. Sejak saat itu pula kita harus membayar “biaya” atas ketidaktaatan kita. Itulah sebabnya mengapa Allah memberikan kepada kita “hukum” seperti yang kita baca dari Kitab Imamat di atas. Berbagai “hukum” itu dimaksudkan untuk memimpin umat Allah ke dalam sebuah masyarakat yang lebih adil.

Bagaimana kita dapat mengolah sebuah hati yang lebih taat? Sesungguhnya kita tidak dapat melakukan hal ini dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tindakan kita yang pertama adalah memohon kepada Roh Kudus untuk membangun suatu rasa hormat kepada Allah dan juga kepada setiap orang yang telah diciptakan-Nya. Selagi kita memperkenankan Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita martabat dari semua orang, maka kita pun akan merasa tergerak untuk membangun sebuah dunia yang mencerminkan kasih-Nya, belas kasih-Nya dan keadilan-Nya. Kita akan merasa tergerak untuk melawan setiap ketidakadilan yang membuat orang terikat dalam ketiadaan pengharapan.

alfonso_maria_de_liguori_e-3Seperti seorang ibu atau bapak yang melihat keterbatasan-keterbatasan anak-anaknya, maka Allah juga mengetahui kelemahan-kelemahan dan pergumulan-pergumulan kita. Sebagaimana halnya dengan orangtua yang mengasihi anak-anaknya, maka Allah ingin menolong kita. Allah mengetahui bahwa keadilan dan damai sejahtera bukanlah hal-hal yang kita dapat capai dengan kekuatan kita sendiri. Semua hal itu datang melalui hidup Allah dalam diri kita. Oleh karena itu, marilah kita berseru kepada-Nya sambil memohon agar rahmat-Nya dicurahkan atas diri kita. Kita harus percaya sepenuhnya bahwa Allah tidak akan meninggalkan atau membuang kita. Allah akan memberdayakan kita agar mampu mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita semua. Santo Alfonsus Liguori [1696-1787] pernah berkata, “Manakala kita menemukan diri kita lemah dan tak mampu mengatasi hawa nafsu atau kesulitan-kesulitan besar untuk memenuhi apa yang dituntut Allah dari kita, maka kita harus berani. …… Dengan kekuatan kita sendiri tentunya kita tidak dapat melakukan apa-apa, namun dengan pertolongan Allah kita dapat melakukan setiap hal” (Love Is Prayer, Prayer is Love, hal. 36).

DOA: Bapa surgawi, berikanlah kepadaku kerendahan hati sehingga dengan demikian aku dapat mencintai perintah-perintah-Mu dan mencari pertolongan-Mu dalam mengikuti perintah-perintah-Mu tersebut. Aku ingin menyerahkan hidupku agar senantiasa seturut kehendak-Mu. Tolonglah diriku agar mau dan mampu bekerja bersama-Mu dalam membangun sebuah dunia berkeadilan dan penuh damai. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 25:31-46), bacalah tulisan yang berjudul “KASIH YANG SESUNGGUHNYA” (bacaan tanggal 15-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-2-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  11 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS