FORMULA UNTUK MENDAPATKAN KESEMBUHAN ILAHI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Sabtu sesudah Rabu Abu –  13 Februari 2016) 

KEMURIDAN - YESUS MEMANGGIL MATIUS - 1Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang  bernama Lewi, sedang duduk di tempat pemungutan cukai. Yesus berkata kepadanya, “Ikutlah Aku!” Lewi pun bangkit dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Kemudian Lewi mengadakan perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya, “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Lalu jawab Yesus kepada mereka, “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Luk 5:27-32) 

Bacaan Pertama: Yes 58:9b-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 86:1-6

Sebelum mengikut Yesus, Lewi atau Matius adalah seorang pejabat yang serakah, suka memperkaya diri, “orang pajak”, seorang pemungut cukai yang dibenci oleh kebanyakan orang Yahudi. Pada zaman itu, pejabat-pejabat seperti Lewi dapat “menilep” uang pajak yang telah mereka kumpulkan. Cara-cara kotor yang mereka lakukan untuk memperkaya diri sungguh menyakitkan hati banyak orang.

Marilah kita (anda dan saya) membayangkan bagaimana pada suatu hari Yesus mendekati “kantor cukai/pajak” Pak Lewi. Yesus mengetahui bahwa hanya ada satu hal saja yang dapat dilakukan-Nya atas  diri seorang pejabat pajak yang korup: “cabut dia dari kedudukannya!” Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata kepada Lewi: “Ikutlah Aku!” (Luk 5:27). Mungkin saja sebelum berkata dengan sedemikian singkat, Yesus juga berkata: “Lewi, Aku mempunyai pekerjaan baru bagimu. Uangnya jauh lebih sedikit dari penghasilanmu sekarang, namun pensiunmu bersifat surgawi.”

Kita semua mengetahui bahwa Yesus melakukan suatu penyembuhan spiritual dalam kehidupan Lewi, yang menjadi “Matius”, rasul dan penginjil ulung. Dan Matius adalah salah seorang yang dalam menulis Kabar Baik (Injil) memberikan kepada kita rahasia-rahasia Yesus dalam hal penyembuhan. Yesus mengatakan kepada kita bagaimana kita dapat disembuhkan secara spiritual, secara mental, secara emosional, dan bahkan secara fisik. Mengapa kita dapat menggabungkan segala kesembuhan ini? Karena sebagai manusia, kita masing-masing, mempunyai kodrat manusiawi yang sama. Apabila ada orang yang  mengatakan bahwa 60% dari sakit-penyakit kita adalah stress mental dan emosional, maka hal ini tidak perlu mengagetkan kita. Mengapa? Karena kita tidak dapat memisahkan tubuh dan jiwa dalam kehidupan ini!

Rumusan atau formula rahasia untuk menerima kesembuhan dapat merupakan suatu kejutan bagi kita. Yesus bersabda pada waktu “Khotbah di Bukit: “Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga, yang menerbitkan matari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar”  (Mat 5:44-45). Apakah kita dapat memahami apa yang dikatakan oleh Yesus ini? Bapa surgawi, Allah Yang Mahakuasa dan Yang Mahasempurna menawarkan kuat-kuasa-Nya untuk menyembuhkan kita semua: orang baik dan orang jahat.

Nah, sekarang marilah kita menggabungkan ayat-ayat di atas dengan “Doa Bapa Kami” seperti yang diajarkan Yesus kepada kita (lihat Mat 6:9-13). Yesus menambahkan sesuatu yang sangat penting dalam ayat selanjutnya: “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapau juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Mat 6:14-15).

DOA: Tuhan Yesus, kami menyadari bahwa kebencian dan penolakan bersifat merusak, sementara cintakasih dan pengampunan adalah rumusan untuk memperoleh kesembuhan yang paling mujarab. Engkau menunjukkan semua ini dalam kehidupan-Mu sendiri, dan kami akan mengalaminya dalam kehidupan kami, begitu kami sungguh melaksanakan rumusan itu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 5:27-32), bacalah tulisan dengan judul “LEWI DIPANGGIL” (bacaan tanggal 13-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-2-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  10 Februari 2016 [RABU ABU] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS