WAKTU BERSAMA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Petrus Baptista, Paulus Miki, Filipus dr Yesus, Imam dkk-Martir  – Sabtu, 6 Februari 2016) 

Sermon on the Mount

Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan. Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat. Lalu berangkatlah mereka dengan perahu menyendiri ke tempat yang terpencil. Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat bergegas-gegaslah orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka. Ketika mendarat, Yesus melihat orang banyak berkerumun, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka. (Mrk 6:30-34) 

Bacaan Pertama: 1 Raj 3:4-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:9-14

“Mari kita menyendiri ke tempat yang terpencil, dan beristirahat sejenak!” (Mrk 6:31).

Kita dapat mengatakan bahwa perjalanan missioner yang pertama para rasul adalah sebuah sukses besar. Mereka telah berhasil mengusir roh-roh jahat, menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit-penyakit, dan memproklamasikan Kerajaan Allah kepada banyak orang. Kita dapat menggambarkan para rasul itu mengelilingi Yesus dan berbicara dengan excited sekali tentang penyembuhan-penyembuhan atau pertobatan-pertobatan orang-orang yang terjadi ketika mereka berkhotbah kepada orang-orang dan mendoakan mereka.

Para rasul mungkin ingin sekali dengan secepatnya ditugaskan kembali untuk melaksanakan tugas misioner yang serupa, namun Yesus melihat bahwa mereka membutuhkan istirahat. Barangkali Dia merasakan bahwa para rasul-Nya sudah lelah secara fisik. Lebih mungkin lagi adalah bahwa Yesus ingin meluangkan lebih banyak waktu lagi untuk mengajar para rasul tersebut dan menolong mereka mendengar suara/bisikan Allah dahulu, sebelum Dia mengutus mereka lagi. Dengan perahu berangkatlah mereka dengan perahu untuk menyendiri ke tempat yang terpencil. Namun orang banyak melihat dan mengetahui tujuan mereka. Dengan bergegas mereka menggunakan jalan darat menuju tempat tujuan Yesus dan para rasul-Nya. Mereka malah berhasil untuk sampai duluan. Namun, terpujilah Allah, karena Yesus dan para rasul-Nya dapat beristirahat dalam perahu, walaupun untuk sejenak saja.

Nah, akhir pekan ini dapat memberikan kepada kita kesempatan serupa untuk meluangkan waktu bersama dengan Yesus dalam keheningan. Setelah satu pekan penuh kita disibukkan dengan pekerjaan kita, maka kiranya kita pun akan mengalami kelelahan, baik fisik maupun secara spiritual. Dengan demikian, ketika kita bangun tidur pada hari Sabtu pagi, pikiran kita mungkin saja sudah dipenuhi dengan segala tetek bengek yang harus kita lakukan pekan depan.

Saudari dan Saudara yang dikasihi Kristus, marilah kita (anda dan saya) mulai mencoba bereksperimen pada hari Sabtu ini. Marilah kita bertanya kepada diri kita masing-masing: Apakah aku merasa dekat dengan Yesus pada saat ini? Apakah aku mengalami kedamaian dalam diriku? Apakah aku hadir bagi Roh Kudus, sehingga dengan demikian Dia akan membimbing diriku sepanjang hari ini? Jika ada jawaban “tidak” terhadap salah satu saja pertanyaan di atas, barangkali Yesus sedang memanggil kita untuk pergi menyendiri bersama-Nya pada hari ini.

Barangkali kita dapat menemukan sebuah tempat dalam rumah kita untuk membaca Kitab Suci. Jika anak-anak kita masih kecil, kita dapat minta bantuan istri atau suami untuk memperhatikan anak-anak selama beberapa saat sehingga kita dapat duduk bersama Yesus dalam doa dan memperkenankan Dia melakukan recharge baterei spiritual kita.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin disegarkan baik secara fisik maupun secara spiritual dengan meluangkan waktu bersama Engkau pada hari ini. Bahkan apabila waktu bersama-Mu itu sama singkatnya seperti waktu Engkau bersama para rasul-Mu dalam perahu, penuhilah diriku dengan kasih-Mu selagi aku melanjutkan hari ini. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:30-34), bacalah tulisan dengan judul “SEPERTI DOMBA-DOMBA YANG TIDAK MEMPUNYAI GEMBALA” (bacaan tanggal 6-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-2-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Februari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS