TERBUKA BAGI PENYEMBUHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Kamis, 4 Februari 2016)

Fransiskan Kapusin (OFMCap): Peringatan S. Yosef dr Leonisa, Imam-Biarawan 

12 RASUL DIUTUS - MAT 10  5-15Ia memanggil kedua belas murid itu dan mulai mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat, dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat saja, roti pun jangan, kantong perbekalan pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan, boleh memakai alas-kaki, tetapi jangan memakai dua baju. Kata-Nya selanjutnya kepada mereka, “Kalau di suatu tempat kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu. Kalau ada suatu tempat  yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka.” Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat, dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka. (Mrk 6:7-13) 

Bacaan Pertama: Ibr12:18-19,21-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 48:2-4,9-11 

Ketika Yesus mengutus kedua belas rasul untuk melayani dalam nama-Nya, Markus menceritakan kepada kita  bahwa dalam pelayanan para rasul tersebut “mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka” (Mrk 6:13). Namun dalam bacaan Injil ini Markus juga mengindikasikan bahwa suatu tanggapan diperlukan dari pihak orang yang menginginkan kesembuhan. Markus juga menceritakan bahwa Yesus mengatakan kepada para rasul-Nya: “Kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka” (Mrk 6:11). Tentunya atas perintah Yesus kepada para rasul-Nya, maka “pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat” (Mrk 6:12).

Yesus mengetahui apa yang kita butuhkan agar dapat disembuhkan: suatu kasih yang mengampuni. Dalam pengajaran-Nya yang panjang tentang kebutuhan akan kasih dalam kehidupan kita, Yesus pada dasarnya mengatakan kepada kita seperti berikut: “Jika engkau ingin sehat, berbahagia, sembuh dan bebas-merdeka, maka engkau harus mengasihi – bahkan musuh-musuhmu. Engkau akan disembuhkan apabila engkau mengampuni setiap orang dari kedalaman hatimu”.

Tanggapan kita terhadap kuasa penyembuhan Yesus  mempersyaratkan hal-hal yang berikut ini.

  1. Suatu pandangan jujur terhadap diri kita sendiri: Apakah aku mengikuti Yesus – jalan kasih yang mengampuni? Apakah aku mengikuti jalan dunia – jalan kebencian, penolakan, iri hati, kepahitan?
  2. Kerendahan hati: Aku tidak dapat disembuhkan dengan kekuatanku sendiri. Kita tidak boleh mengatakan: “Tuhan, tunggu sampai hidupku beres – kemudian Engkau dapat datang masuk ke dalam diriku.” Pada kenyataannya hanya Yesus yang dapat “membereskan” hidupku. Bukan aku! Tidak pernah!
  3. Mengambil suatu keputusan: berbalik kepada Yesus – dengan demikian Ia dapat memberikan kesembuhan-Nya yang indah kepada kita.
  4. Mohon pengampunan dan kesembuhan dari Yesus. Dengan penuh sukacita kita menerima semua itu dari Dia. Kita harus berterima kasih penuh syukur kepada-Nya untuk itu semua. Kita perlu menjadi penerima-penerima yang lebih baik dari pengampunan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan; dengan demikian kita akan menjadi pemberi pengampunan yang lebih baik juga.
  5. Aku harus memiliki iman yang penuh dengan pengharapan bahwa Tuhan akan mengampuniku dan menyembuhkanku. Ketika Dia berkata, “Aku telah mengalahkan dunia”, Dia memang mengartikannya begitu. Tidak ada kemenangan yang tidak dapat dicapai oleh-Nya. Dia mempertobatkan Saulus dari Tarsus menjadi Paulus: seorang pengejar dan penganiaya umat Kristiani menjadi seorang misionaris teramat tangguh untuk mewartakan Injil-Nya. Dia mempertobatkan para petugas/pejabat cukai/pajak seperti Lewi (Matius) dan Zakheus. Pada kenyataannya, Yesus dituduh sebagai orang yang menikmati hidup yang akrab dengan para pendosa. Yesus bekerja di tempat-tempat di mana tidak ada seorang pun pemuka agama terhormat pada masa-Nya pernah kelihatan batang hidungnya.

DOA: Tuhan Yesus, aku menyesali segala dosaku. Aku bertobat, ya Tuhanku dan Allahku. Engkau adalah andalanku, lengkap dan satu-satunya! Aku membuka diriku secara total bagi kesembuhan dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:7-13), bacalah tulisan yang berjudul “MEMPERKENANKAN ALLAH BEKERJA MELALUI DIRI KITA” (bacaan tanggal 4-2-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 5-2-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 31 Januari 201 [HARI MINGGU BIASA IV – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS