IA MERASA HERAN KARENA MEREKA TIDAK PERCAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa IV – Rabu, 3 Februari 2016) 

stdas0612Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia. Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan banyak orang takjub mendengar-Nya dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hal-hal itu? Hikmat apakah yang diberikan kepada-Nya? Bagaimanakah mukjizat-mukjizat yang demikian dapat diadakan oleh tangan-Nya? Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada di sini bersama kita?”  Lalu mereka menolak Dia. Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya.” Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya di atas mereka. Ia merasa heran karena mereka tidak percaya. Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar. (Mrk 6:1-6) 

Bacaan Pertama: 2 Sam 24:2,9-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 32:1-2,5-7 

Ditemani oleh para murid-Nya, Yesus pergi dari Yudea ke Galilea melalui daerah perbukitan dan akhirnya sampai ke Nazaret, tempat asal-Nya (Mrk 6:1). Di kota Nazaret ini, pada hari Sabat, Ia pergi ke sinagoga, seperti yang dilakukan-Nya ketika masih muda usia. Pada peristiwa ini (menurut Luk 4:16-21, padanan perikop bacaan Injil hari ini), kepada Yesus diserahkan teks dari kitab Yesaya yang berbunyi: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepda orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk 4:18-19; Yes 61:1-2).

Bacaan dari kitab Yesaya ini terdengar familiar bagi orang-orang Yahudi yang saleh. Ini adalah nubuatan Perjanjian Lama mengenai pembebasan orang-orang Yahudi dari pembuangan mereka di Babel. Yesus, Putera Allah yang terkasih, mengatakan: “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya” (Luk 4:21), dan inilah yang mengejutkan dan membuat takjub banyak orang yang hadir (Mrk 6:2).

Bagaimana klaim sedemikian dibuat oleh “orang lokal”, anak Maria? Mereka mengakui hikmat yang dimiliki Yesus dan karya-Nya yang mengesankan (Mark 6:2), namun hal-hal ini “dikalahkan” oleh keragu-raguan mereka tentang diri-Nya. Testimoni lewat kata-kata dan tindakan sungguh mengesankan (seperti telah ditunjukkan oleh Injil Markus sampai titik ini), namun orang-orang itu menutup diri mereka bagi pernyataan ilahi di depan mereka dan mereka tidak memperkenankan apa yang mereka lihat dan dengar “mengalahkan” keragu-raguan yang timbul dalam diri mereka. Yesus “merasa heran karena mereka tidak percaya” dan “Ia tidak dapat mengadakan satu mukjizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya di atas mereka” (Mrk 6:5-6a).

Jadi, Markus sebenarnya mengatakan kepada kita bahwa Yesus ditolak di Galilea, bahkan oleh orang-orang di tempat asal-Nya sendiri. Sekarang, marilah kita bertanya kepada diri kita sendiri: Seringkah kita bersikap dan berperilaku seperti orang-orang Nazaret itu? Barangkali kita percaya, tetapi kita tidak melangkah ke tingkat iman-kepercayaan yang lebih mendalam karena kita tidak memperkenankan kata-kata dan perbuatan/tindakan Yesus untuk memasuki pikiran kita dan menuntun kita ke suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang kebenaran. Marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk mengajar kita tentang Yesus dan memperkenankan kata-kata dan tindakan-tindakan-Nya memberi kesaksian tentang diri-Nya.

DOA: Roh Kudus Allah, Yesus tidak diterima ketika berkarya di Nazaret, kota asal-Nya sendiri. Persiapkanlah kami agar tetap tabah, tidak kecewa dan tetap penuh sukacita manakala kami ditolak karena mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan kepada orang-orang di sekeliling kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 6:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “MARILAH KITA MENGEVALUASI KEDALAMAN IMAN KITA” (bacaan tanggal 3-2-16), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-2-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  31 Januari 2016 [HARI MINGGU BIASA IV – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS