HARI INI ADALAH HARI KUDUS BAGI TUHAN ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Minggu Biasa III [Tahun C] – 24 Januari 2016)

Hari Ketujuh Pekan Doa Sedunia 

ezra_nehemiah3

Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mendengar dan mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN (YHWH),  Allah yang mahabesar, dan semua orang menyambut dengan: ‘Amin, amin!”, sambil mengangkat tangan, kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada YHWH dengan muka sampai ke tanah. Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.

Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya: “Hari ini adalah kudus bagi YHWH Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!”, karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka: “Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena YHWH itulah perlindunganmu!” (Neh 8:3-5a,6-7,9-11) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15; Bacaan Kedua: 1 Kor 12:20-30 (1 Kor 12:12-14,27); Bacaan Injil: Luk 1:1-4;4:14-21 

Bayangkan orang banyak – tua dan muda – yang berkumpul pada hari itu, bagaimana mereka dengan penuh perhatian mendengarkan Ezra membacakan Kitab Suci dan menjelaskan artinya kepada mereka. Bagi sejumlah orang, ini adalah pengalaman pertama mereka dengan Kitab Suci, dan kata-kata (sabda Allah) yang mereka dengar menggambarkan suatu kehidupan yang dahulu hanya merupakan impian bagi mereka.  Mereka mengakui bahwa taat kepada Allah akan mendatangkan perlindungan pada masa-masa yang penuh ancaman, sukacita dalam saat-saat penuh pengharapan, dan penghiburan pada masa-masa penuh kesulitan.

Sekarang renungkanlah bagaimana kita berkumpul untuk merayakan Misa setiap hari Minggu. Kita memasuki gereja setelah menjalani satu pekan yang penuh dengan tantangan. Kita membawa keprihatinan-keprihatinan kita yang bervariasi dalam intensitasnya, baik dari rumah, tempat kerja kita, atau sekolah kita. Kita datang sebagai keluarga dengan anak-anak yang masih kecil, sebagai pensiunan, sebagai perempuan dan laki-laki yang tidak menikah, dlsb. Kita datang berkumpul bersama sebagai anak-anak Allah. Kita berkumpul untuk berpartisipasi dalam Kurban Misa dan menyaksikan penebusan melalui Yesus Kristus, sang Putera Allah.

Sabda Allah dalam Kitab Suci menyatakan kasih Bapa surgawi dan jalan kepada kehidupan. Sabda Allah itu menunjukkan bagaimana perhatian Allah atas diri kita dapat memenuhi diri kita dengan rasa percaya dan menggerakkan kita untuk bersukacita. Sabda Allah itu juga menunjukkan kepada kita bahwa perayaan Ekaristi kita bukanlah sekadar sebuah kenangan yang mengingatkan kita akan suatu fakta historis. Ekaristi adalah suatu partisipasi dalam misteri penebusan kita, suatu kesempatan bagi kita untuk diberi makan tidak kurang daripada tubuh dan darah Kristus sendiri. Privilese mana lagi yang lebih besar bagi orang-orang berdosa daripada dipenuhi dengan hidup ilahi?

Hari ini adalah HARI KUDUS bagi Tuhan Allah. Oleh karena itu, selagi kita masing-masing bergabung dengan para saudari dan saudara kita untuk merayakan Misa, marilah kita mengangkat hati kita dalam penyembahan. Biarlah sabda Allah merobek hati kita dan kebenaran-Nya mencerahkan pikiran kita. Kemudian, seperti juga para nenek-moyang kita dalam iman di Israel dahulu, marilah kita pergi ke tengah dunia sebagai saksi-saksi yang memancarkan cahaya dari perjanjian baru yang merupakan milik kita dalam Kristus.

DOA: Roh Kudus Allah, curahkanlah sukacita dan penyegaran atas diri umat yang pada hari ini berkumpul untuk menyembah Yesus. Ikatlah kami dengan semua orang kudus sepanjang sejarah yang merayakan penebusan oleh Yesus Kristus bagi kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:1-4; 4:14-21), bacalah tulisan yang berjudul “MENJADI YESUS DAN MEMBAGIKAN-NYA KEPADA ORANG LAIN” (bacaan tanggal 24-1-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal  27-1-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Januari 2016 [Peringatan S. Agnes, Perawan-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS