MUKJIZAT-MUKJIZAT DAN KERAJAAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Agnes, Perawan-Martir – Kamis, 21 Januari 2016)

HARI KEEMPAT PEKAN DOA SEDUNIA 

stdas0730Kemudian Yesus dengan murid-murid-Nya menyingkir ke danau, dan banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya, juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon. Mereka semua datang kepada-Nya, karena mendengar segala hal yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menyentuh-Nya. Setiap kali roh-roh jahat melihat Dia, mereka sujud di hadapan-Nya dan berteriak, “Engkaulah Anak Allah.” Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia.  (Mrk 3:7-12)

Bacaan Pertama: 1 Sam 18:6-9; 19:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 56:2-3,9-13

Bacaan Injil hari ini menceritakan kepada kita tentang banyak orang yang mengikuti Yesus, dari Galilea di mana Dia telah membuat banyak mukjizat; juga dari Yudea, Yerusalem, Idumea, Transyordan dan dari daerah Tirus dan Sidon. Mereka semua datang kepada-Nya karena mendengar segala hal yang dilakukan oleh-Nya.

Kadang-kadang Yesus mencoba untuk menghindar dari orang banyak. Bagi-Nya perlulah untuk sekali-sekali mengundurkan diri untuk sementara (ingat retret!). Ia ingin menyediakan waktu untuk berdoa, sendiri saja dengan para murid-Nya. Yesus harus menyegarkan diri-Nya secara spiritual, dan juga memberikan contoh kepada kita tentang perlunya doa dalam kehidupan kita.

Akan tetapi Yesus menyadari bahwa kebanyakan orang yang berduyun-duyun datang kepada-Nya untuk memperoleh sesuatu dari perjumpaan dengan-Nya, misalnya kesembuhan dari penyakit untuk diri sendiri atau orang sakit yang dibawa. Ada juga yang datang untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka tentang berbagai mukjizat dan tanda heran yang dibuat-Nya. Tentu juga ada yang mengikuti Yesus sekadar untuk mampu mengatakan bahwa dirinya telah berhasil menyentuh-Nya.

Yesus mempunyai ide-ide yang lain. Mukjizat-mukjizat-Nya hanyalah sarana untuk mencapai hal-hal yang lebih tinggi. Sebuah cara untuk memberikan bukti tentang belas kasih (kerahiman) Allah. Bahkan sebagai sebuah cara dalam mempersiapkan orang-orang untuk mendengarkan Kabar Baik-Nya tentang Kerajaan Allah. Oleh karena itu Yesus menyuruh para murid-Nya untuk menyediakan sebuah perahu di pinggir pantai. Dengan demikian, Yesus dapat menghindarkan diri dari himpitan orang banyak dan barangkali untuk berkhotbah kepada orang banyak itu dari dalam perahu itu.

Seperti Yesus Kristus, Gereja sebagai tubuh-Nya di atas bumi ini juga senantiasa  perlu melibatkan diri dalam karya-karya karitatif, guna menunjukkan belas kasih Allah yang diwujudkan dalam tindakan. Gereja harus senantiasa mempunyai cintakasih besar bagi orang-orang miskin. Sebagai umat Kristiani, kita masing-masing harus memiliki cintakasih sejati terhadap orang-orang tertindas dan menderita. Namun cintakasih kita tidak boleh berhenti di sana. Kita juga harus membawa pesan Kerajaan Allah kepada mereka ……; kalau tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan menggunakan kata-kata, paling sedikit kita dapat membawa pesan tersebut lewat contoh hidup kita sehari-hari sebagai para murid-Nya. Kita semua sebenarnya dapat memberitakan Kerajaan Allah lewat teladan hidup kita.

DOA: Tuhan Yesus, mukjizat-mukjizat dan berbagai tanda heran yang Kaubuat bahkan pada zaman ini mempersiapkan kami untuk mendengarkan Kabar Baik-Mu tentang Kerajaan Allah. Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 3:7-12), bacalah tulisan yang berjudul “PUTERA ALLAH YANG BERNAMA YESUS” (bacaan untuk tanggal 21-1-16), dalam situs/blog SANG SABDA  http://sangsabda.wordpress.com; 16-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-1-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Januari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS