PENGALAMAN AKAN KEHADIRAN-NYA DAN KUAT-KUASA-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa I – Selasa, 12 Januari 2016)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Bernardus dr Corleone, Biarawan Kapusin 

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGA DI NAZARET

Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum. Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Pada waktu itu di dalam rumah ibadat mereka, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Apakah Engkau datang untuk membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” Tetapi Yesus membentaknya, “Diam, keluarlah dari dia!” Roh jahat itu mengguncang-guncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring roh itu keluar dari dia. Mereka semua  takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya, “Apa ini? Suatu ajaran baru disertai dengan kuasa! Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka taat kepada-Nya!”  Lalu segera tersebarlah kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea. (Mrk 1:21-28)

Bacaan Pertama: 1 Sam 1:9-20; Mazmur Tanggapan: 1 Sam 2:1:1,4-7

Siapa saja yang dengan serius mempelajari hal-ikhwal hortikultura dapat bercerita kepada anda bagaimana tanaman bunga berkecambah, bagaimana tanaman itu bertumbuh dalam tanah, dan bagaimana bunganya menghasilkan warna dan aroma sesuai jenisnya. Mereka dapat menjelaskan reaksi-reaksi kimiawi, kualitas lahan, cuaca, dan eksposur terhadap sinar matahari. Namun anda dan saya mengetahui bahwa penjelasan-penjelasan ilmiah sedikit pun tidak dapat mendekati pemandangan indah dari taman yang dipenuhi dengan bunga-bunga indah dan semerbak harumnya yang menawan hati kita. Ada hal-hal yang memang tidak dapat dipahami hanya secara intelektual.

Poin yang sama terbukti dalam reaksi-reaksi orang banyak terhadap pelayanan awal Yesus di Galilea. “Apa ini? Suatu ajaran baru disertai dengan kuasa! Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka taat kepada-Nya!”  (Mrk 1:27). Ini bukanlah sekadar khotbah yang indah! Ini bukanlah pewartaan yang disampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, melainkan dengan bukti bahwa Roh berkuasa” (lihat 1Kor 2:4).

Setiap kebenaran dalam Injil dapat dipilah-pilah dan dijelaskan secara intelektual – dan hal ini diperlukan karena jika tidak demikian, maka kita dapat menjadi bingung atau malah tertipu oleh akal bulus si Iblis. Walaupun begitu, Yesus datang untuk memberikan kepada kita sesuatu yang bahkan lebih penting lagi. Dia datang untuk memenuhi diri kita masing-masing dengan pengalaman akan kehadiran-Nya dan kuat-kuasa-Nya. Karena kata-kata Yesus datang dari Allah sendiri dan diurapi oleh Roh Kudus, maka kata-kata Yesus dapat “menghukum” kita, menghibur kita, menyembuhkan kita, dan membebaskan kita.

Apakah kita (anda dan saya) mengenal kebenaran Injil sedemikian rupa sehingga mengalami kuat-kuasanya untuk membebaskan kita? Apakah kita mengalami kebebasan, sukacita, dan keakraban/keintiman dengan Yesus pada saat kita mendengar sabda-Nya diproklamirkan pada perayaan Ekaristi, atau pada saat kita berdoa? Ini adalah warisan kita sebagai anak Allah yang terbaptis! Mengalami kasih ilahi-Nya akan membuat kita ingin menyerahkan diri kita secara lebih penuh lagi kepada sabda-Nya. Hal ini akan memberikan kepada kita suatu “rasa” terkait kuat-kuasa-Nya, dan akan membuat kita menjadi lebih lapar lagi, artinya mau merasakan lebih lagi.

Yesus senantiasa memiliki kerinduan agar kita mengundang diri-Nya masuk kedalam hati dan pikiran kita. Hati adalah tempat mengambil keputusan ketika kita berjumpa dengan Allah dan digerakkan secara mendalam oleh kasih-Nya. Hati adalah “pusat kita yang tersembunyi, yang tidak dapat dimengerti baik oleh akal budi kita maupun oleh orang lain” (Katekismus Gereja Katolik, 2563). Maka, marilah kita maju terus dan memenuhi pikiran dan hati kita dengan kebenaran (sang Kebenaran; lihat Yoh 14:6).

DOA: Tuhan Yesus, aku mengundang Engkau untuk memasuki bagian terdalam dari keberadaanku. Datanglah, ya Yesus, dan ikatlah hatiku dengan hati-Mu. Bebaskanlah aku dari segala yang jahat dan ajarlah aku bagaimana hidup untuk-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 1:21-28), bacalah tulisan yang berjudul “KEBERADAAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT” (bacaan tanggal 13-1-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-1-15 dalam situs/blog SANG SABDA] 

Cilandak, 11 Januari 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements