KITA BERASAL DARI ALLAH

(Bacaan Pertama Misa Kudus, hari biasa sesudah Penampakan Tuhan – Sabtu, 9 Januari 2016)

Basildon ParkDan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jikalau kita tahu bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.

Kalau seseorang melihat saudara seimannya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: Tentang itu tidak kukatakan bahwa ia harus berdoa. Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut. Kita tahu bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menyentuhnya. Kita tahu bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat. Akan tetapi, kita tahu bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita mengenai Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala. (1 Yoh 5:14-21)

Mazmur Tanggapan: Mzm 149:1-6,9; Bacaan Injil: Yoh 3:22-30

Pengarang surat pertama Yohanes (katakanlah Yohanes sendiri) menulis kepada sebuah komunitas yang baru saja mengalami exodus dari tidak sedikit saudari-saudara mereka yang telah memilih untuk mengikuti ajaran-ajaran sesat. Sejumlah dari mereka yang tetap berada dalam komunitas juga ditimpa rasa ragu-ragu: Apakah mereka sungguh berpegang pada Injil yang sejati? Ada juga sebagian anggota komunitas yang merasa bingung tentang relasi mereka dengan Kristus: Apakah mereka sungguh mengenal Dia, atau apakah mereka telah tertipu? Keluar dari kasih-Nya kepada para warga komunitasnya, Yohanes berupaya untuk menyulut kembali dalam diri mereka api kasih antara mereka satu sama lain dan kasih akan kebenaran Kristus.

Pada bagian akhir suratnya, Yohanes mengingatkan komunitasnya bahwa Putera Allah telah datang untuk memberikan kepada mereka pemahaman tentang kebenaran Injili. Yohanes juga berupaya meyakinkan mereka bahwa mereka berada di bawah perlindungan Bapa surgawi dan Kristus. Yohanes menjelaskan bahwa karena mereka dilahirkan dari Allah, maka mereka diselamatkan dari dunia yang berada di bawah kekuasaan si Jahat. Yohanes mengatakan kepada mereka bahwa mereka dapat hidup di dalam dunia, namun mereka bukanlah subjek dari kekuasaan dunia karena mereka mengasihi Allah dan mendapatkan perlindungan-Nya.

magataganm_20120210015513Yohanes diinspirasikan oleh Roh Kudus ketika dia menulis kepada komunitasnya berabad-abad lalu. Pada hari ini Roh Kudus masih berbicara kepada kita kata-kata ini. Apakah kita mempertimbangkan/memandang diri kita sebagai para pendosa yang berjuang untuk mengasihi Allah (seperti komunitasnya), atau sebagai para pencinta Allah yang bergumul dengan dosa? Semuanya tergantung pada bagaimana kita menjawab pertanyaan ini. Jatuh ke dalam dosa bukanlah isu-nya ketimbang apakah kita bertumbuh dalam kasih kepada Allah. Selagi relasi kita dengan Tuhan bertumbuh, maka dosa akan menghilang secara alami.

Allah ingin memberikan kepada kita pengharapan dan rasa percaya; Dia ingin dekat dengan kita. Marilah kita saling mendoakan. Kita semua  bergumul dengan dosa, namun Allah ingin meyakinkan kita bahwa kita adalah ciptaan baru dalam Kristus dan bahwa kita telah mengatasi dunia. Marilah kita memohon kepada Allah untuk menyalakan kembali api kasih-Nya dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas. Kita dilahirkan dari Allah, dengan demikian kita dilahirkan dari kasih. Dan melalui rahmat-Nya yang tanpa akhir kita dapat menjadi pencinta-pencinta Allah dan sesame yang lebih mendalam.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah mendorong dan menyemangati aku dalam menghayati imanku, berbicara kebenaran kepadaku, dan telah menyalakan api kasih dalam diriku. Oleh Roh Kudus-Mu, perbaharuilah seluruh Gereja-Mu dalam kasih dan belas kasih. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 3:22-30), bacalah tulisan yang berjudul “JIKA KITA MERENDAHKAN DIRI KITA, MAKA ALLAH AKAN MENINGGIKAN KITA” (bacaan tanggal 9-1-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-1-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Januari 2016 [Peringatan B. Didakus Yosef dr Sadiz, Imam Kapusin]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS