BIARLAH KEDATANGAN-MU DI TENGAH-TENGAH KAMI PADA HARI NATAL MEMURNIKAN DIRI KAMI

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Rabu, 23 Desember 2015) 

family-christmas-pictures-tov57t79

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN (YHWH) semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia nentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada YHWH. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati YHWH seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari YHWH yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal 3:1-4; 4:5-6) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14; Bacaan Injil: Luk 1:57-66

Keluarga-keluarga adalah yang pertama menderita apabila orang berbalik meninggalkan Allah – dan mereka pulalah yang pertama memperoleh manfaat dari kasih Allah yang memurnikan (Mal 3:2-3). Misalnya, ketika seseorang meninggalkan Tuhan dan terjerumus ke dalam kecanduan akan miras, maka istri dan keluarganya menderita. Barangkali dia mulai mencoba miras sebagai suatu cara untuk mengatasi stresnya, namun pada akhirnya kecanduan miras ini menjadi penyebab utama dari stress bagi setiap orang yang terlibat. Akan tetapi, jika orang itu bertobat – kembali kepada Allah dan mengikuti program pemulihan/rehabilitasi – maka seluruh anggota keluarga dapat belajar tentang kuat-kuasa Allah dalam menyembuhan dan memulihkan seseorang.

Hidup keluarga memang dapat dirusak oleh kesalahan yang serius, seperti ketidaksetiaan atau  KDRT dlsb., namun hidup keluarga itu lebih sering “dipreteli” oleh dosa-dosa kecil yang kelihatan biasa-biasa saja namun bersifat kronis. Kemarahan adalah contoh yang klasik. Kita mengetahui bahwa Yesus dapat marah tetapi tidak pernah berdosa (a.l. lihat Mrk 3:5). Namun kita lebih sering mengungkapkan kemarahan kita secara tidak pantas dan berkelebihan, misalnya diungkapkan dalam bentuk sarkasme, murka besar dengan berteriak-teriak, dan malah berupa penolakan. Akan tetapi, jika kita berpaling kepada Tuhan, Ia dapat mengajar kita “cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah” (Yak 1:19). Oleh kuat-kuasa Roh Kudus kita dapat belajar untuk memperlakukan satu sama lain dengan sabar dan kebaikan hati. Pada saat itu kita akan melihat buah damai-sejahtera berkembang dalam keluarga-keluarga kita.

Allah sangat menghargai keluarga-keluarga dan mereka semua dekat di hati-Nya. Dia sangat senang jika melihat sebuah keluarga hidup dengan terang Roh-Nya, menjadi saksi tentang kasih-Nya dan menyalurkan kasih-Nya tersebut kepada orang-orang di sekeliling. Sebaliknya, yang sangat diinginkan oleh Iblis adalah untuk mengacaukan hidup keluarga dan meyakinkan kita-manusia bahwa tidak masuk akallah bahwa orang-orang dapat hidup bersama dalam persatuan dan kasih untuk jangka waktu yang lama.

Natal dapat menjadi suatu waktu yang penuh beban berat dan menyulitkan bagi keluarga-keluarga, atau suatu waktu yang penuh berkat. Selagi kita memasuki waktu yang kudus ini, Allah bertanya kepada kita apakah kita akan memilih menjadi agen-agen Kristus bagi keluarga kita masing-masing. Apakah kita mau berdoa untuk keluarga-keluarga – untuk keluarga kita sendiri dan semua keluarga yang ada di seluruh dunia?

Saudari dan Saudaraku, marilah kita membuat masa Natal ini sebagai suatu masa penyembuhan/kesembuhan yang besar, selagi hati para orangtua dan anak-anak mereka saling bertemu dalam Roh Kristus (Mal 4:6).

DOA: Tuhan Yesus, semoga kedatangan-Mu ke tengah-tengah kami pada Natal ini memurnikan hati kami masing-masing, sehingga dengan demikian kami dapat membuat suatu awal yang baru dalam mengasihi-Mu dan keluarga kami masing-masing. Datanglah ke semua keluarga pada masa Natal ini dengan kuat-kuasa penyembuhan dan damai-sejahtera-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 1:57-66),  bacalah tulisan berjudul  “PESAN YOHANES PEMBAPTIS MASIH AKTUAL HARI INI DAN KESAKSIAN HIDUPNYA MASIH MENJADI CONTOH BAGI KITA” (bacaan tanggal 23-12-15), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 15-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2015. 

Cilandak, 22 Desember 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS