PEMENUHAN JANJI-JANJI BAPA SURGAWI DALAM DIRI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Selasa, 22 Desember 2015)

Acrylic on canvas, 24 x 30"

Acrylic on canvas, 24 x 30″

Lalu kata Maria, “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya. Rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya.”  Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya. (Luk 1:46-56)

Bacaan pertama: 1Sam 1:24-28; Mazmur Tanggapan: 1Sam 2:1.4-8 

Sejak awal mula, Allah telah menyatakan kepada setiap generasi isi hati-Nya yang merindukan suatu relasi yang mendalam dengan umat-Nya. Allah menjanjikan kepada Abraham bahwa turunannya akan banyak sekali seperti bintang-bintang di langit. Allah mendengar keluh kesah dan seruan minta tolong umat-Nya yang hidup dalam perbudakan di Mesir dan kemudian memimpin mereka ke tanah terjanji. Allah mengutus para nabi-Nya guna menyatakan hasrat hati-Nya kepada bangsa Israel. Allah memberkati “wong cilik” yang datang kepada-Nya sambil memohon belas kasih dan kekuatan dari Dia. Pada akhirnya, Bapa surgawi berjanji untuk mengutus Dia yang akan membawa bangsa Israel kembali ke dalam relasi yang akrab/intim dengan diri-Nya. Mengetahui saat pemenuhan janji-janji Allah telah tiba, Maria mendapat privilese untuk memberi kesaksian tentang kulminasi dari semua janji Allah dalam Dia yang telah dikandung dalam rahimnya.

Dalam kidung Magnificat, Maria mengekspresikan kekagumannya atas rencana Allah selagi rencana itu semakin tersingkap di hadapan umat. Sang Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan, Dia yang dicari oleh umat Allah sepanjang sejarah, tidak lama lagi akan datang. Walaupun belum hilang rasa herannya mengapa dirinya dipilih Allah, Maria mengingat bagaimana dalam perjalanan sejarah manusia Allah memilih meninggikan orang rendah/lemah untuk merendahkan “orang-orang yang berkuasa” (Luk 1:52), … “Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa” (Luk 1:53), dst.

Selagi kita meninjau kembali hidup kita selama ini, kita dapat melihat banyak cara yang telah ditunjukkan Bapa surgawi kepada kita terkait belas kasih dan bela rasa-Nya. Allah Yang Mahakuasa ingin agar kita masing-masing mengenal-Nya secara pribadi. Kita-manusia yang direndahkan karena dosa-dosa dan Iblis, telah diangkat oleh darah Yesus, Anak Domba Allah yang tak bercacat. Ia telah mengangkat kita sehingga mempunyai martabat sebagai anak-anak-Nya. Dia telah memberikan Roh Kudus kepada kita guna memberdayakan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Allah juga sangat menghargai upaya kita untuk menyediakan waktu yang khusus untuk berada bersama-Nya, pada waktu mana Dia dapat berbicara kepada kita dalam doa dan melalui bacaan Kitab Suci. Dia memampukan kita untuk melayani-Nya dan juga melayani satu sama lain antara kita dalam tubuh Kristus, yaitu Gereja. Dia telah memenuhi diri kita masing-masing dengan hal-hal yang baik bagi kehidupan kita.

Kita (anda dan saya) dapat bersukacita dengan Maria dan semua anak Allah karena kita telah melihat terpenuhinya janji-janji Bapa surgawi dalam diri Yesus, sumber kehidupan kita. Selagi kita memandangi imaji Yesus sekarang, baiklah kita membuka hati kita untuk menyembah-Nya. Barangkali kita dapat menyediakan waktu untuk menulis deklarasi kita sendiri terkait denan segala sesuatu yang Tuhan telah lakukan untuk kita. Hal ini sungguh akan membawa sukacita kepada Bapa surgawi dan tentunya kepada kita juga!

DOA: Datanglah ya Tuhan Yesus, Raja segala raja, Raja segala bangsa, sumber persatuan dan iman kami. Selamatkanlah seluruh umat manusia, ciptaan-Mu sendiri. Terpujilah nama-Mu selalu! Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Luk 1:46-56), bacalah tulisan yang berjudul “HIDUP MARIA ADALAH CONTOH KEHIDUPAN YANG INGIN DIBERIKAN ALLAH KEPADA KITA SEMUA” (bacaan tanggal 22-12-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 15-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-12-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 Desember 2015

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS