MENJADI PEKERJA-PEKERJA UNTUK TUAIAN TUHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Sabtu, 5 Desember 2015)

YESUS MENGUTUS - MISI YANG DUABELASDemikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan membertakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. (Perintah-Nya:) Pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; sembuhkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kami telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.  (Mat 9:35-10:1,6-8)

Bacaan Pertama: Yes 30:19-21,23-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:1-6

Bayangkan betapa excited-nya kita ketika mendengar bahwa seorang sahabat kita yang tidak peduli kepada segala sesuatu yang berbau agama – yang selama ini kita doakan – baru saja mengambil keputusan untuk membuka hatinya bagi Allah. Atau bagaimanakah kiranya perasaan kita terhadap pasutri muda yang belum lama kita bantu dalam kursus persiapan pernikahan mereka, kini menjadi aktivis-aktivis paroki yang penuh dedikasi. Tidakkah kita akan menjadi excited apabila menyaksikan dan menyadari bahwa semua itu adalah buah-buah dari evangelisasi? Tidak hanya kita yang merasa berbahagia, surga dan seisinya juga akan penuh dengan sukacita.

Yesus mengatakan bahwa “tuaian memang banyak” (Mat 9:37), artinya ada banyak orang yang tidak percaya namun siap untuk menerima kasih Allah yang penuh dengan belas kasih. Akan tetapi kita harus menyadari bahwa membawa tuaian jiwa-jiwa ini tidak akan terjadi dalam satu malam. Upaya menuai dapat merupakan pekerjaan yang sulit. Sesungguhnya, banyak upaya yang harus dilakukan jauh sebelum masa tuaian. Tanah harus dicangkul dulu; duri-duri ketidakpercayaan perlu dicabut dulu sebelum benih-benih sabda Allah dapat ditanam. Iman dapat menjadi matang secara perlahan dalam hati para anggota keluarga dan para sahabat kita. Kebaikan hati kita, kasih kita dan doa kita dapat dibutuhkan untuk mengairi dan memupuk benih iman sampai bertunas, mekar berbunga dan kemudian berbuah.

Sisi lain dari pernyataan “tuaian memang banyak” adalah pernyataan bahwa “pekerja sedikit” (Mat 9:37). Akan tetapi hal ini tidak membuat Yesus merasa susah. Yesus malah mengemukakan hal ini untuk mendorong serta menyemangati kita agar supaya “minta kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu” (Mat 9:38). Upaya menabur dan memungut tuaian yang berlimpah menuntut seluruh komunitas orang yang percaya, termasuk anda dan saya. Kita dapat merasa yakin bahwa apabila kita mohon pertolongan kepada Allah yang empunya tuaian, maka Dia akan menyediakan apa saja yang dibutuhkan seperti kita baca dalam bacaan pertama hari ini. Allah tidak hanya menyediakan para pekerja, namun juga kasih, ketekunan, hikmat, dan rahmat yang diperlukan untuk menarik warga-warga baru ke dalam Kerajaan-Nya.

Sebagai anak-anak Allah Yang Mahakasih dan Mahamurah, maka wajarlah bagi kita memiliki keinginan untuk syering kasih-Nya dengan orang-orang lain. Pada tahapan evangelisasi manapun sekarang kita berada – mencangkul tanah, menanam benih, atau memelihara iman yang bertumbuh dari orang-orang itu – Tuhan sang empunya tuaian tetap memegang kendali. Dan semua perjuangan dan pengorbanan kita tidak akan sia-sia apabila sungguh menolong seseorang dengan penuh sukacita menemukan pengampunan Allah dan kasih-Nya.

DOA: Yesus, Engkaulah Tuhan yang empunya tuaian. Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk orang-orang yang disiapkan menjadi para pengikut-Mu. Aku mendengar Engkau memanggil diriku untuk bekerja untuk tuaian-Mu, dan akupun berkata, “Ya Tuhan, utuslah aku!” Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari (Mat 9:35-10:1,6-8), bacalah tulisan yang berjudul “DENGAN CUMA-CUMA KITA MEMPEROLEH, DENGAN CUMA-CUMA PULA KITA HARUS MEMBERIKAN” (bacaan tanggal 5-12-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 6-12-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Desember 2015 [Pesta S. Fransiskus Xaverius, Pelindung Misi] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS