YESUS BEKERJA DALAM DAN MELALUI SEMUA ORANG YANG MENJAWAB PANGGILAN-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Santo Fransiskus Xaverius, Imam – Pelindung Misi – Kamis, 3 Desember 2015) 

KENAIKAN TUHANLalu Ia berkata kepada mereka, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: Mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam  bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun yang mematikan, mereka tidak akan mendapat celaka; merek akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Mereka pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. (Mrk 16:15-20) 

Bacaan Pertama: 1Kor 9:16-19,22-23; Mazmur Tanggapan: Mzm 117:1-2 

Bacaan hari ini adalah berkaitan dengan kenaikan Tuhan Yesus. Pemikiran kita tentang pemuliaan/glorifikasi Yesus terbatas pada konsep-konsep waktu dan ruang yang terbatas pula. Tidak mungkinlah bagi kita untuk mengungkapkan kebenaran sepenuhnya karena Tuhan yang dipermuliakan melampaui batasan-batasan kita. Demikianlah, kita melihat berbagai penulis Perjanjian Baru memberikan kepada kita  waktu dan lokasi yang berbeda-beda untuk peristiwa kenaikan Tuhan Yesus dalam upaya mereka mengungkapkan beberapa aspek kepercayaan mereka. Seandainya mereka menempuh ujian, maka mereka mungkin sekali memperoleh angka sempurna untuk teologi namun gagal dalam bidang sejarah dan geografi.

Kita bertumbuh dengan ide bahwa pada hari ke-40 sejak Hari Raya Paskah kita tiba pada  hari kenaikan Tuhan dan kedatangan Roh Kudus atau Pentakosta pada hari ke-50. Ini adalah urut-urutan menurut Lukas dalam “Kisah para Rasul”. Jangka waktu 40 hari adalah cara Alkitabiah yang biasa untuk menunjukkan kepenuhan waktu. Itu adalah waktu yang tersedia bagi pikiran para murid untuk bertumbuh dengan dampak dari kebangkitan.

Pada hari Minggu Paskah, Markus mencatat pesan yang diberikan seorang malaikat kepada para perempuan di dekat kubur Yesus yang sudah kosong. Pesan itu dimaksudkan untuk Petrus dan para murid lainnya: “… sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu” (Mrk 16:7). Kemudian Markus mencatat penampakan-penampakan dari Tuhan yang sudah bangkit (Mrk 16:9-14), sebelum akhirnya diceritakan olehnya peristiwa kenaikan ke surga seperti bacaan Injil hari ini (Mrk 16:15-20).

Ada tiga tahapan dalam cerita ini: pengutusan para rasul; pemuliaan/glorifikasi dari Yesus; dan konfirmasi bahwa para rasul pergi ke mana-mana dengan kuat-kuasa Tuhan sendiri.

  • Pengutusan para rasul untuk memproklamirkan Kabar Baik kepada segala makhluk. Kabar Baiknya adalah tentang kebangkitan Yesus Kristus dan apa artinya bagi sejarah umat manusia. Mereka yang percaya dan dibaptis menerima buah-buah dari kebangkitan-Nya. Dalam nama Tuhan yang bangkit, kepada mereka dijanjikan kuasa untuk mengusir roh-roh jahat, perlindungan dari hal-hal yang berbahaya, karunia berbahasa lidah dan karunia untuk menyembuhkan orang sakit (Mrk 16:15-18).
  • Yesus diangkat ke surga dan mengambil tempat duduk di sebelah kanan Allah (Mat 16:19). Hal ini tentunya bukan dimaksudkan sebagai tempat dalam artian fisik, namun mau menunjukkan prestise dan kemuliaan.
  • Akhirnya, para rasul melaksanakan misi Yesus untuk memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya (Mrk 16:20)

Walaupun Yesus dari Nazaret tidak lagi menelurusi jalan-jalan di Palestina secara fisik, karya-Nya terus berlanjut. Di dalam surga, di sebelah kanan Bapa, Yesus terus hidup dan melakukan syafaat/pengantaraan untuk kita yang masih hidup di atas bumi. Yesus bekerja dalam dan melalui semua orang yang menjawab panggilan-Nya. Pesan-Nya dan kuasa penyembuhan-Nya tidak lagi terbatas pada sepasang kaki dan sepasang tangan. Sekarang dalam Gereja-Nya, Dia memiliki jutaan hati yang berdetak dengan kasih-Nya, dan jutaan suara untuk memproklamasikan Kabar Baik-Nya. Akan tetapi jutaan hati atau suara saja tidaklah mencukup apabila masih banyak teman kita, tetangga kita dlsb. yang belum mendengar pesan Kabar Baik Yesus Kristus. Dalam kebebasan mereka dapat memilih untuk menolak Kabar Baik itu, namun sedikitnya Yesus ingin agar mereka mendengar Kabar-Baik-Nya dahulu. Dan untuk itu, Yesus mengandalkan kita sebagai para murid-Nya.

St-Francis-Xavier-3Jika kita melihat lagi butir (2) di atas, maka sebelum kenaikan-Nya ke surga, Yesus memberikan Amanat kepada para murid-Nya untuk mewartakan Injil kepada semua makhluk dan menjanjikan segala kuasa serta tanda heran yang akan menyertai mereka. Orang kudus yang pestanya dirayakan oleh Gereja pada hari ini, Santo Fransiskus Xaverius (1506-1552), adalah contoh konkret dari seorang murid yang taat dan patuh kepada amanat Yesus itu. Dia mewartakan Kabar Baik Tuhan kita Yesus Kristus ke banyak penjuru dunia, termasuk Indonesia. Pewartaannya juga disertai dengan berbagai kuasa Roh dan tanda heran. Berikut ini adalah cerita singkat dari orang kudus ini:

Bersama-sama dengan S. Teresa dari Lisieux [1873-1897], S. Fransiskus Xaverius adalah orang-orang kudus pelindung Misi. S. Fransiskus Xaverius adalah misionaris terbesar yang dikenal Gereja sejak rasul Paulus. Tidak lama setelah Ignatius dari Loyola mendirikan Serikat Yesus, Fransiskus Xaverius mengikuti jejak kawan sekamarnya, Petrus Faber, bergabung dengan Serikat Yesus. Hatinya digerakkan oleh Roh Kudus untuk bergabung karena pertanyaan penuh tantangan yang diajukan oleh S. Ignatius dari Loyola: “Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya?” (Mat 16:26).

Kegiatan misioner S. Fransiskus Xaverius di Asia sudah diketahui dengan baik oleh banyak orang, termasuk kepulauan Maluku di Indonesia. Oleh karena itu tidak mengherankanlah apabila nama baptis Fransiskus Xaverius juga sudah menjadi nama “pasaran” di kalangan umat Katolik di Indonesia.

Sebelum sempat melakukan tugas misionernya di daratan Tiongkok, pada tanggal 21 November 1552 Fransiskus Xaverius jatuh sakit demam serta terkurung di pondok rindangnya di pantai pulau kecil San Jian. Dia dirawat oleh Antonio, seorang pelayan Tionghoa yang beragama Katolik. Beberapa tahun kemudian, Antonio menulis sebuah laporan tentang hari-hari terakhir hidup orang kudus itu di dunia. Fransiskus meninggal dunia pada tanggal 3 Desember dan jenazahnya dikuburkan di pulau itu. Pada musim semi tahun berikutnya, jenazahnya dibawa ke Malaka untuk dimakamkan di sebuah gereja Portugis di sana. Beberapa tahun kemudian sisa-sisa tubuhnya dibawa lagi ke Goa di India untuk dimakamkan di Gereja Bom Jesus.

DOA: Allah, penyelamat umat manusia, berbagai bangsa Kaujadikan milik-Mu berkat pewartaan Kabar Baik Yesus Kristus oleh Santo Fransiskus Xaverius. Semoga semangat kerasulannya berkobar-kobar dalam hati semua orang beriman, sehingga di mana-mana umat-Mu dapat berkembang subur. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 16:15-20), bacalah tulisan yang berjudul “AMANAT YANG DIBERIKAN YESUS KEPADA PARA MURID-NYA” (bacaan tanggal 3-12-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2015. 

Cilandak, 28 November 2015 [Peringatan S. Yakobus dr Marka] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS