KEDATANGAN-NYA KAMI RINDUKAN!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Rabu, 2 Desember 2015)

Feeding_the_5000006Setelah meninggalkan daerah itu, Yesus menyusur pantai Danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang buta, orang timpang, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka pada kaki Yesus dan Ia menyembuhkan mereka semuanya. Orang banyak itu pun takjub melihat orang bisu berkata-kata, orang timpang sembuh, orang lumpuh berjalan, orang buta melihat, dan mereka memuliakan Allah Israel.

Lalu Yesus memanggil murid-murid-Nya dan berkata, “Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak itu. Sudah tiga hari mereka mengikuti Aku dan mereka tidak mempunyai makanan. Aku tidak mau menyuruh mereka pulang dengan lapar, nanti mereka pingsan di jalan.” Kata murid-murid-Nya kepada-Nya, “Bagaimana di tempat terpencil ini kita mendapat roti untuk mengenyangkan orang banyak yang begitu besar jumlahnya?” Kata Yesus kepada mereka, “Kamu punya berapa roti?” “Tujuh,” jawab mereka, “dan ada lagi beberapa ikan kecil.” Lalu Yesus menyuruh orang banyak itu duduk di tanah. Sesudah itu Ia mengambil ketujuh roti dan ikan-ikan itu, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya memberikannya kepada orang banyak. Mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang lebih, sebanyak tujuh bakul penuh. (Mat 15:29-37) 

Bacaan Pertama: Yes 25:6-10; Mazmur Tanggapan: 23:1-6

Di dekat Danau Galilea, Yesus naik ke atas sebuah bukit dan di sana Dia menyembuhkan semua orang sakit yang datang kepada-Nya. Orang lumpuh dapat berjalan kembali, orang bisu dapat berbicara, orang buta dapat melihat, dan menderita luka-luka dibuat-Nya menjadi utuh kembali. Dan, dengan bela-rasa yang besar, Yesus melihat rasa lapar yang diderita orang banyak dan melalui sebuah mukjizat, Ia memuaskan rasa lapar mereka dengan roti dan ikan yang dipergandakan (Mat 15:32-37).

Mukjizat lepas mukjizat, perumpamaan yang satu disusul dengan perumpamaan yang lain, pengajaran demi pengajaran, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Dia datang ke tengah dunia untuk mengampuni dosa-dosa kita dan untuk menyembuhkan segala kerusakan dosa dalam hati kita, pikiran kita, dan tubuh kita. Dia datang untuk menyembuhkan luka-luka kita dan memuaskan segala luka-luka kita dan untuk memenuhi rasa harus dan lapar kita akan kasih-Nya yang tanpa syarat. Ia menyembuhkan kita  tidak sekadar agar kita dapat melanjutkan kehidupan kita, melainkan agar kita akan mengasihi-Nya secara penuh dan mendedikasikan diri kita dalam upaya membangun Kerajaan-Nya di atas muka bumi ini.

YESUS SANG RABBI DARI NAZARETYesus memiliki hasrat dan kuat-kuasa untuk menyembuhkan semua penderitaan kita. Dia ingin untuk menarik kita ke dalam suatu relasi dengan diri-Nya yang lebih mendalam dan lebih akrab. Ia ingin agar kita mengalami kasih-Nya dan pengampunan-Nya, sehingga dengan demikian pada giliran-Nya Dia akan memanifestasikan kasih-Nya dan kuat-kuasa-Nya terhadap sebuah dunia yang terluka dan penuh kegelapan ini. Selagi kita mencurahkan isi hati kita kepada-Nya, menyesali serta bertobat atas dosa-dosa kita, dan memperkenankan belas kasih-Nya memerdekakan kita, maka kita pun akan diubah menjadi semakin serupa dengan gambar dan rupa-Nya. Kita akan menjadi semakin yakin akan kasih-Nya bagi kita, kita akan beristirahat dalam kehadiran-Nya dan menaruh kepercayaan kepada-Nya. Bagaimana para sahabat kita, orang-orang lain yang dekat kepada kita tidak akan merasa tersentuh oleh kesaksian orang-orang yang dipenuhi dengan kehadirian Allah dalam diri mereka?

Kedatangan Yesus pada hari Natal hanyalah awal dari pemenuhan janji-Nya untuk menebus dan menyembuhkan kita-manusia. Pemenuhan janji yang total-lengkap akan terjadi kelak, yaitu pada saat kedatangan-Nya kembali untuk kedua kalinya (parousia), pada saat mana kita akan berjumpa dengan Yesus secara “muka ketemu muka” (Inggris: face to face) (1Kor 13:12). Pada hari itu, segala air mata kita akan dihapus-Nya (Why 21:4), dan “dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku, ‘Yesus Kristus adalah Tuhan (Kyrios)’, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:10-11).

Selama pekan I Adven ini, marilah kita mencari Yesus, sang Dokter Agung bagi jiwa dan tubuh kita. Marilah kita juga merindukan kedatangan-Nya untuk kedua kali pada akhir zaman, pada saat mana kita akan menyaksikan sendiri kemuliaan-Nya dan kita pun mengalami penyembuhan secara total, menerima tubuh-tubuh yang dibangkitkan secara baru, dan hidup bersama dengan-Nya untuk selama-lamanya.

DOA: Tuhan Yesus, bela-rasa-Mu dan hasrat-Mu untuk menyembuhkan kami sama pada hari ini seperti 2.000 tahun lalu. Engkau sangat mengetahui, ya Yesus, betapa orang-orang di seluruh dunia memendam rasa rindu akan kehadiran-Mu yang menyembuhkan, yang membuat kenyang rasa lapar dan haus. Nyatakanlah kasih-Mu dan belas-kasih-Mu kepada seluruh dunia. Terima kasih, ya Yesus. Terpujilah nama-Mu yang kudus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 15:29-37), bacalah tulisan yang berjudul “MUKJIZAT EKARISTI KUDUS” (bacaan tanggal 2-12-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-12-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 28 November 2015 [Peringatan S. Yakobus dr Marka, Imam]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS