KEMURAHAN HATI JANDA MISKIN YANG PATUT KITA CONTOH

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIV – Senin, 23 November 2015)

The_Widows_Mites004Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua uang tembaga, ke dalam peti itu. Lalu Ia berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, janda miskin ini memberi lebih banyak daripada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan seluruh nafkah yang dimilikinya.” (Luk 21:1-4) 

Bacaan Pertama: Dan 1:1-6,8-20; Mazmur Tanggapan: Dan 3:52-56

Marilah kita coba membayangkan apa yang kiranya terjadi. Yesus baru saja masuk ke dalam Bait Allah, dengan pengharapan menemukan sebuah rumah doa dan juga untuk beristirahat sejenak … ke luar sebentar dari kesibukan-Nya yang luar biasa melelahkan untuk mewartakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan, dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Namun yang terjadi adalah bahwa Dia berjumpa dengan para penukar uang dan para penjual hewan kurban yang rakus-rakus. Ia juga bertemu dengan para pemuka agama yang tak pernah lelah mau menjebaknya. Dari semua tempat yang ada, bukankah Bait Allah merupakah tempat yang paling cocok bagi Yesus? Tempat di mana Dia akan feel at home dan terhibur. Sayangnya, walaupun dalam Bait Allah Yesus “tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” (Luk 9:58).

Setelah mengalami serangkaian peristiwa yang tidak menyenangkan itu, pada akhirnya Yesus mengalami penghiburan – dan dengan cara yang cukup mengejutkan, Selagi Yesus memperhatikan orang-orang yang memberikan persembahan mereka ke dalam perbendaharaan Bait Allah, hati-Nya dipenuhi dengan rasa bahagia. Dia melihat seorang janda miskin yang memberikan uang persembahan dari “seluruh nafkah yang dimiliki-Nya” (Luk 21:4). Setelah karya pelayanan yang melelahkan, melihat kemurahan hati janda miskin yang tanpa pamrih ini membuat diri Yesus tersentuh sedalam-dalamnya. Janda miskin ini adalah seorang pribadi manusia yang sungguh menyenangkan Allah lewat sikap dan perilakunya.

Tidak jarang terlintas dalam pikiran kita bahwa kita sebenarnya tidak pernah dapat menyenangkan Yesus. Lagipula Dia adalah Putera Allah, yang duduk di sebelah kanan Allah Bapa Yang Mahakuasa …… dalam kemuliaan surgawi! Selagi Yesus memandang dunia, Ia tentunya melihat segala kerusakan akibat dosa. Peperangan, kemurkaan, kekerasan, kepahitan, kecemburuan dlsb. yang membuat-Nya sedih. Namun jika kita memilih untuk menempatkan orang-orang lain di tempat pertama untuk kita layani, maka hal ini akan mendatangkan sukacita bagi Yesus. Dengan begitu banyak tuntutan yang kita hadapi setiap hari, dan kita masih mau bangun pagi untuk pergi ke Misa harian …… hal seperti ini menyenangkan Yesus. Dalam masyarakat yang materialistis, manakala kita memberi dari kebutuhan kita sendiri, maka Yesus pun terhibur. Jika kita mengambil langkah sulit untuk bertobat – walaupun kita masih mau membenarkan diri kita – Yesus senang.

Diri kita dapat menjadi sebuah tempat kediaman bagi Yesus – sebuah tempat di mana Dia dapat “meletakkan kepala-Nya” di dalam dunia yang telah dirusak oleh dosa! Setiap kali kita merasa bahwa panggilan Kristiani kita menuntut kita untuk “memberi dari kebutuhan kita sendiri”, maka baiklah kita melihat  situasi-situasi sedemikian sebagai peluang-peluang untuk melayani Yesus dan memberikan kepada-Nya kesegaran. Dalam hal itu Dia sungguh senang melihat umat-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, aku ingin melayani Engkau seperti yang dilakukan oleh sang janda miskin dalam bacaan Injil hari ini. Melalui kuasa Roh Kudus-Mu, tolonglah diriku agar bertekun guna memenuhi panggilan Bapa surgawi kepada kekudusan dan juga dalam pelayanan kepada sesama, dengan demikian hatiku dapat menjadi tempat yang cocok bagi-Mu untuk beristirahat. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:1-4), bacalah tulisan yang berjudul “MAKNA SESUNGGUHNYA DARI APA YANG KITA BERIKAN MENGALIR DARI HATI” (bacaan tanggal 23-11-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2015. 

Cilandak, 20 November 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS