MENGANDALKAN SABDA ALLAH DALAM KITAB SUCI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIII – Jumat, 20 November 2015)

YESUS MEMBERSIHKAN BAIT ALLAHLalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kata-Nya kepada mereka, “Ada tertulis: Rumah-Ku adalah rumah doa. Tetapi kamu menjadikannya sarang penyamun.”

Tiap-tiap hari Ia mengajar di dalam Bait Allah. Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat serta orang-orang terkemuka dari bangsa itu berusaha untuk membinasakan Dia, tetapi mereka tidak tahu, bagaimana harus melakukannya, sebab semua orang terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia. (Luk 19:45-48) 

Bacaan Pertama: 1Mak  4:36-37,52-59; Mazmur Tanggapan: 1Taw 29:10-12 

Para musuh Yesus terus “memburu” Dia seperti burung-burung nazar yang mengelilingi mangsa mereka, namun mereka tidak dapat menemukan suatu kesempatan untuk menyerang karena begitu banyak orang yang mengikut Yesus. Orang-orang mendengarkan pengajaran Yesus dengan penuh perhatian, dan mereka “terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia” (Luk 19:48).

Orang-orang tidak mendengarkan kata-kata Yesus oleh karena Dia seorang orator hebat atau cerdas secara politis. Daya pikat Yesus adalah justru karena Dia berbicara tentang sabda Allah serta menggunakannya dengan penuh kuasa, sabda yang “hidup dan kuat dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun” (Ibr 4:12).

Yesus seringkali mengandalkan sabda Allah dalam Kitab Suci Ibrani (=Perjanjian Lama) untuk melawan para musuh-Nya. Pikirkanlah betapa Dia sering mengatakan: “Ada tertulis”. Misalnya ketika Yesus digoda oleh Iblis di padang gurun (Luk 4:4,80; lihat juga 19:46; Mat 4:4,8,10; Mrk 7:6; Yoh 8:17). Bukankah kita semua juga mempunyai “musuh-musuh” yang terus mengincar hati dan pikiran kita, mencoba untuk mengalahkan, bahkan menghapuskan Yesus dari hidup kita? Tidakkah kita semua mempunyai “lemari” dalam batin kita yang dipenuhi dengan keragu-raguan, penolakan-penolakan, dan godaan-godaan kuat lainnya, sehingga kita lebih menyukai untuk tetap terkunci dalam lemari tersebut daripada berurusan dengan Yesus dan panggilan-Nya?

RABI DARI NAZARET - 1Terpujilah Allah, karena kita memiliki senjata di tangan kita guna mengalahkan musuh-musuh kita. Kitab Suci mengalahkan segala kebohongan Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya. Itulah sebabnya mengapa membaca dan merenungkan sabda Allah dalam Kitab Suci secara harian dapat merupakan sesuatu yang sangat berguna dan penuh kekuatan. Jika kita berkomitmen memasukkan beberapa ayat dalam memori kita dan mengingat itu semua pada saat-saat kita mengalami kecemasan, kekhawatiran, kemarahan, atau keragu-raguan, maka hal itu dapat menolong kita dalam berurusan dengan musuh-musuh kita tersebut. Doa-doa yang terdapat dalam Mazmur atau kata-kata penghiburan dalam Injil juga dapat membantu dalam membangun hidup kita atas dasar fondasi-fondasi pengharapan dan rasa percaya sehingga kita tidak akan menjadi begitu rentan terhadap emosi-emosi negatif yang justru disenangi oleh musuh-musuh kita.

Kita memang tidak dapat menyerap seluruh isi Kitab Suci sekaligus, namun sungguh menolong apabila kita mempunyai Kitab Suci yang menggunakan bahasa yang cocok dengan diri kita. Kita dapat memulainya dengan bacaan-bacaan dalam Misa harian atau salah satu kitab Injil. Garis-bawahilah atau tulislah kembali ayat-ayat yang menyentuh hati kita dalam sebuah buku catatan yang khusus diperuntukkan untuk itu. Kita dapat menempatkan petikan-petikan dari Kitab Suci pada suatu tempat khusus di rumah kita guna mengingatkan kita akan kehadiran Allah yang penuh kuat-kuasa. Dengan berjalannya waktu, “musuh-musuh” kita pun akan mengkerut juga.

DOA: Tuhan Yesus, aku merasa takjub terhadap kuat-kuasa sabda-Mu! Oleh kuasa Roh Kudus-Mu, tanamkanlah dalam diriku rasa lapar dan haus yang lebih mendalam lagi akan sabda Allah dalam Kitab Suci, agar dengan demikian aku dapat bertumbuh dalam hikmat ilahi dan berguna dalam keikutsertaanku memajukan Kerajaan Surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 19:45-48), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS INGIN MEMBUAT KITA SEMAKIN SERUPA DENGAN YESUS” (bacaan tanggal 20-11-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-11-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 November 2015 [Pesta S. Elisabet dr Hungaria, Pelindung OFS] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS