SELESAIKANLAH HAL ITU SEKARANG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Jumat, 23 Oktober 2015)

Peringatan S. Yohanes dr Capistrano

Keuskupan TNI-POLRI: Pesta S. Yohanes dr Capistrano 

YESUS SANG RABBI DARI NAZARETYesus berkata lagi kepada orang banyak, “Apabila kamu melihat awan naik di sebelah barat, segera kamu berkata: “Akan datang hujan, dan hal itu memang terjadi. Apabila kamu melihat angin selatan bertiup, kamu berkata: Hari akan panas terik, dan hal itu memang terjadi. Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?

Mengapa engkau juga tidak memutuskan sendiri apa yang benar? Sebab, jikalau engkau dengan lawanmu pergi menghadap pemerintah, berusahalah berdamai dengan dia selama di tengah jalan, supaya jangan engkau diseretnya kepada hakim dan hakim menyerahkan engkau kepada pembantunya dan pembantu itu melemparkan engkau ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.” (Luk 12:54-59) 

Bacaan Pertama: Rm 7:18-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:66,68,76-77,93-94 

Yesus menasihati kita untuk menyelesaikan perselisihan-perselisihan kita satu sama lain sebelum perkara-perkara yang ada dibawa ke pengadilan. Pengadilan, hakim dan petugas penjara tidaklah begitu berbelas kasih! Mereka akan menuntut keadilan secara ketat. Di sini Yesus langsung mengacu kepada pengadilan/penghakiman ilahi yang akan datang, karena umat-Nya menolak pengampunan, maka hal itu berarti mereka menolak untuk menyelesaikan urusan mereka dengan sang Mesias dalam perjalanan mereka menuju pengadilan/penghakiman ilahi ini.

Yesus menginginkan agar kita masing-masing mengikuti nasihat yang sama. Segala kesempatan yang diberikan kepada kita harus digunakan sekarang! Hari demi hari, Yesus menawarkan pengampunan kepada kita masing-masing. Ia mengajar kita untuk berdoa kepada Bapa di surga, memohon kepada-Nya agar mengampuni kita, seperti kita mengampuni mereka yang bersalah kepada kita. Pengampunan setiap hari yang kita lakukan satu sama lain inilah yang mempersiapkan hati kita untuk diampuni oleh Allah. Jadi memang kita harus menyelesaikan perkara kita dalam perjalanan hidup kta dengan semangat kasih dan pengampunan. Kalau tidak demikian halnya, maka Tuhanlah yang akan mengambil alih peran sebagai hakim kita, dan hal ini berarti keadilan yang ketat. Oleh karena itu Yesus mengingatkan kita untuk mencari belas kasih Allah pada waktunya. Yesus bersabda bahwa kita tidak akan keluar dari “penjara” sebelum kita membayar hutang kita sampai lunas (Luk 12:58-59).

Setiap hari, dalam diri setiap pribadi yang kita temui, dalam setiap anggota keluarga kita, dalam RT dan lingkungan kita, Allah memberikan kesempatan-kesempatan kepada kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang menyangkut keadilan dan kasih, sehingga dengan demikian kita pun akan siap untuk menghadapi pengadilan/penghakiman atas diri kita sendiri. Yang ingin dipesankan Yesus kepada kita dalam bacaan Injil hari ini adalah: “Jangan lewatkan kesempatan ini. Aku memberikan kepadamu banyak kesempatan. Akan tetapi setiap kesempatan hanya datang sekali saja. Aku pikir akan jauh lebih baiklah bagi kamu untuk menyelesaikan urusan-urusan spiritual-mu sekarang juga, sebelum kamu datang menghadap ke pengadilan terakhir.”

DOA: Bapa surgawi, oleh kuasa Roh Kudus-Mu bentuklah hatiku menjadi serupa dengan hati Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus, yang penuh kasih dan pengampunan terhadap sesamaku, termasuk yang mendzolimi diriku. Jagalah diriku agar tetap dapat melakukan perjalanan hidupku sebagai seorang murid Kristus yang setia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:54-59), bacalah tulisan yang berjudul “ASAL SAJA KITA MAU MEMBUKA MATA HATI KITA” (bacaan tanggal 23-10-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-10-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 Oktober 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS