AGAR SELALU BERSIAP-SIAGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIX – Selasa, 20 Oktober 2015) 

KESIAPSIAGAAN - LUK 12 35-40“Hendaklah pinggangmu tetap terikat dan pelitamu tetap menyala. Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetuk pintu, segera dibuka pintu baginya. Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka. Apabila ia datang pada tengah malam atau pada dini hari dan mendapati mereka berbuat demikian, maka berbahagialah mereka.” (Luk 12:35-38) 

Bacaan Pertama: Rm 5:12,15b,17-19; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:7-10,17 

Yesus mengingatkan kita semua agar selalu bersiap-siaga, untuk menyambut kedatangan-Nya.

Jika setiap pencinta sejati di dunia telah menyadari betapa tidak berarti dirinya di hadapan sang kekasih, maka tentunya lebih mendalam lagi keyakinan para kudus akan kebenaran hal itu! Kita diingatkan akan cerita tentang Santa Perpetua, martir [+203]. Ia dilempar dan dibanting oleh seekor binatang buas di tengah arena, dia bangkit berdiri lagi, menyisir rambutnya, dan membereskan pakaiannya, karena dia tidak ingin pergi masuk ke dalam kemuliaan ilahi dalam keadaan tidak rapih.

Jiwa-jiwa yang telah berpisah dari kita mengetahui bahwa mereka telah sampai ke hadapan hadirat Allah dengan banyak urusan dunia yang masih melekat pada diri mereka. Mereka sepenuhnya menyadari bahwa mereka tidak dapat tetap berada di dekat Allah tanpa harus melewati proses pemurnian. Santa Katarina dari Genoa [1447-1510] menjelaskan bagaimana jiwa-jiwa yang telah berpisah dari kita dengan gembira menyambut kesempatan untuk dibersihkan. Orang kudus ini menulis bahwa jiwa di Api Pencucian, adalah seperti sebutir berlian yang baru saja dipotong. Jiwa tersebut sungguh merupakan satu dari makhluk-makhluk ciptaan Allah yang indah, dan ketika diarahkan kepada Allah tidak kehilangan keindahannya yang utama. Namun tetap saja jiwa itu masih jauh dari sempurna. Sang ahli pekerjaan-tangan Ilahi (=Allah) harus terus melakukan pekerjaan membersihkan jiwa itu seperti menggosok dan memoles berlian sehingga mencapai potensinya yang penuh. Inilah proses pemurnian.

Pengalaman kita semua belum sampai melampaui batas dunia ini. Kita pun mengetahui bahwa kita sendiri tidak akan datang menghadap seorang tokoh besar dunia – raja, pangeran, atau presiden – tanpa mandi dulu, atau tanpa mengenakan pakaian yang pantas dan bersih. Kalau pun secara tidak sengaja kita menghadap seorang tokoh seperti itu dalam kondisi yang tak pantas (berpakaian kotor dlsb.), maka kita akan mencari sebuah tempat di mana kita dapat membersihkan diri dan menyiapkan diri kita sendiri untuk peristiwa penting tersebut.

Kalau begitu halnya, bagaimana kita akan menyiapkan diri kita untuk menghadap Tuhan, Dia yang mengetahui setiap sudut pikiran dan hati kita? Ke mana kita harus pergi untuk membakar dan membersihkan semua noda serta berbagai kekotoran dalam diri kita? Ingatlah “perumpamaan Yesus tentang perjamuan kawin”, ketika  sang raja bertanya kepada seorang tamu yang tidak mengenakan pakaian pesta: “Hai Saudara, bagaimana engkau masuk ke mari tanpa mengenakan pakaian pesta?” (Mat 22:12). Namun kematian “yang datang seperti seorang pencuri di malam hari” (bdk. 1Tes 5:2), memang merupakan sesuatu yang tak di sangka-sangka dan mungkin saja datang pada saat di mana kita tidak siap.

DOA: Tuhanku dan Allahku, jika para kudus-Mu yang terbaik pun harus menderita banyak hal agar berharga bagi-Mu, berapa jauhkah perjalanan yang masih harus kami lakukan? Ya Tuhan, kasihanilah kami sepanjang perjalanan ziarah kami di dunia, sehingga dengan demikian kami dapat sampai ke surga kelak dalam keadaan selamat. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 12:35-38), bacalah tulisan yang berjudul “DENGAN PINGGANG TETAP TERIKAT DAN PELITA TETAP MENYALA” (bacaan tanggal 20-10-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-10-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 Oktober 2015

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS