ALLAH TAK HENTI-HENTINYA MENGHIMPUN UMAT-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXVI [TAHUN B] – 27 September 2015) 

stdas0730Kata Yohanes kepada Yesus, “Guru, kami melihat seseorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena dia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus, “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Siapa saja yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.”

“Siapa saja yang menyebabkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya kepada-Ku ini berbuat dosa, lebih baik baginya jika sebuah batu giling diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Jika tanganmu menyebabkan engkau berbuat dosa, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan buntung daripada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; [di tempat itu ulat-ulatnya tidak mati, dan api tidak terpadamkan.] Jika kakimu menyebabkan engkau berbuat dosa, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, daripada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; [di tempat itu ulat-ulatnya tidak mati, dan api tidak terpadamkan.] Jika matamu menyebabkan engkau berdosa, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu daripada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulatnya tidak mati dan api tidak terpadamkan. (Mrk 9:38-43,45,47-48) 

Bacaan Pertama: Bil 11:25-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8,10,12-14; Bacaan Kedua: Yak 5:1-6 

Janji untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (baik sekarang maupun dalam kekekalan) telah dibuat tersedia bagi semua orang, dari yang paling kecil sampai kepada yang paling besar, melalui kematian dan kebangkitan Yesus dan pencurahan Roh Kudus. Kita, yang sempat terpisah dari Allah karena dosa-dosa kita, diundang untuk menjadi peserta dalam kasih intim yang disyeringkan antara Bapa, Putera dan Roh Kudus. Allah menghimpun sebuah umat kepada diri-Nya dan Ia sungguh merindukan umat itu. Dalam “Doa Syukur Agung III”, imam selebran berkata: “Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa. Segala ciptaan patut memuji Engkau. Sebab, dengan pengantaraan Putera-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan dengan daya kekuatan Roh Kudus, Engkau menghidupkan dan menguduskan segala sesuatu. Tak henti-hentinya Engkau menghimpun umat-Mu, sehingga dari terbitnya matahari sampai terbenamnya di seluruh bumi dipersembahkan kurban yang murni untuk memuliakan nama-Mu” (Tata Perayaan Ekaristi, hal 135).

SANG TERSALIBAkan tetapi, untuk dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus dibuat baru. Lewat/dengan kematian Yesus di kayu salib, kodrat lama kita yang penuh dosa telah dimatikan, namun kita harus membawa hidup kita ke jalan yang cocok dengan kebenaran itu. Kita harus memutuskan, apakah menerima undangan Allah untuk masuk ke dalam suatu relasi intim dengan Dia, atau akankah kita memilih untuk menolak hidup dengan Allah, dan malah sebaliknya menumpuk harta duniawi yang mudah rusak bagi diri kita sendiri?

Dengan menggunakan hiperbola Semitis untuk menunjukkan keseriusan kata-kata-Nya,  Yesus mengajak kita agar mau kehilangan satu tangan, satu kaki, atau bahkan satu mata dalam hidup ini, daripada “dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulatnya tidak mati dan api tidak terpadamkan” (Mrk 9:47-48). Allah menginginkan agar semua orang hidup bersatu dengan diri-Nya. Pada malam sebelum wafat-Nya, Yesus berdoa: “Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku” (Yoh 17:22-23).

Allah tidak menginginkan apa-apa untuk mencegah kita memasuki Kerajaan-Nya. Tanpa pencerahan dari Roh Kudus yang berdiam dalam diri kita, kita tidak dapat mulai mengukur “semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (1Kor 2:9), Kita harus menaruh kepercayaan bahwa Allah mengetahui bahwa tidak ada sesuatu pun dalam dunia yang dapat memberikan kepada kita kepuasan yang tahan lama, kecuali berada bersama dengan-Nya dalam Kerajaan-Nya. Janganlah kita seperti tamu-tamu pada perjamuan kawin yang tidak dapat hadir pada hari besar itu karena mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing (Mat 22:1-14).

Allah menghimpun sebuah umat untuk diri-Nya. Semoga tidak ada sesuatupun yang menghalangi kita untuk memberi tanggapan kepada-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Engkau tak henti-hentinya menghimpun umat kepada-Mu. Kami percaya bahwa Putera-Mu terkasih, Yesus Kristus adalah Juruselamat dunia. Tolonglah kami agar dapat meninggalkan hidup kedosaan kami dan berpaling kepada-Mu sebagai murid-murid Putera-Mu, sehingga kami dapat menjadi anak-anak-Mu seperti yang Kauinginkan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 9:38-48), bacalah tulisan yang berjudul “MELAKUKAN KEBAIKAN DALAM NAMA YESUS” (bacaan tanggal 27-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 30-9-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 September 2015 [Pesta S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements