SALIB KRISTUS MUTLAK DIPERLUKAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Sabtu, 26 September 2015)

Ordo Franciscanus Saecularis: Peringatan S. Elzear dan Delfina, OFS 

jesus christ super starKetika semua orang itu masih heran karena segala sesuatu yang diperbuat-Nya itu, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dengarlah dan perhatikanlah semua perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka tidak mengerti perkataan itu, sebab artinya tersembunyi bagi mereka, sehingga mereka tidak dapat memahaminya. Namun mereka segan menanyakan arti perkataan itu kepada-Nya. (Luk 9:43b-45) 

Bacaan Pertama: Za 2:1-5,10-11a; Mazmur Tanggapan: Yer 31:10-13

“Dengarlah dan perhatikanlah semua perkataan-Ku ini: Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”  (Luk 9:44).

Pemberitahuan kedua tentang penderitaan-Nya diungkapkan oleh Yesus setelah Ia turun dari gunung transfigurasi (Luk 9:28-36). Yesus mungkin saja berkeinginan untuk berada di atas gunung untuk waktu yang sedikit lebih lama, berbicara dengan Elia dan Musa dan dikuatkan untuk apa yang akan terjadi. Namun Yesus memutuskan untuk turun gunung dan terlibat lagi dalam kehidupan sehari-hari, ke tengah dunia yang sudah terkena pengaruh dosa dan sengatan si Jahat.

Lalu apa yang terjadi ketika Yesus dan ketiga murid-Nya turun gunung? Langsung saja Dia berkonfrontasi dengan situasi yang agak kacau: Para murid-Nya tidak mampu untuk membebaskan seorang anak laki-laki  yang dari waktu ke waktu “diganggu” oleh roh jahat, dan roh itu terus menyiksa dirinya dan hampir-hampir tidak mau meninggalkannya (Luk 9:39-40). Ayah anak laki-laki tersebut merasa susah dan kecewa berat karena kegagalan para murid Yesus tersebut. Di lain pihak orang banyak menanti-nanti dengan penuh ekspektasi apakah Yesus sungguh mampu membuat suatu perbedaan. Namun Yesus langsung mengendalikan situasi dengan mengusir roh jahat yang mengganggu anak laki-laki tersebut, lalu menyembuhkannya. Semua orang heran karena segala sesuatu yang diperbuat-Nya (Luk 9:43). Jelas bahwa orang banyak – termasuk para murid Yesus sendiri – mengakui bahwa Allah ada di tengah-tengah mereka dalam diri Yesus.

saint-francis-of-assisi-embracing-the-crucified-christ.jpg!BlogKetika orang banyak masih keheran-heranan menyaksikan kuat-kuasa Yesus, Yesus mengatakan sesuatu kepada para murid-Nya yang membuat mereka semakin sulit memahami siapa dan apa misi-Nya yang sesungguhnya. Yesus mengatakan kepada para murid-Nya itu bahwa diri-Nya akan diserahkan ke tangan manusia (Luk 9: 44-45). Para murid-Nya sungguh belum siap untuk memahami pesan dari salib Yesus.

Setelah dicobai Iblis di padang gurun (Luk 4:1-13), Yesus kembali ke Galilea untuk mulai mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia (Luk 9:14-15). Di rumah ibadat di Nazaret, Yesus menunjukkan bahwa Iblis telah dikalahkan dan bahwa dosa dan penderitaan sudah hampir berakhir (Luk 4:16-21). Sekarang, Lukas menunjukkan Yesus mencoba untuk mempersiapkan para pengikut/murid-Nya tentang cara bagaimana kebebasan itu akan terealisir – dan hal ini berkisar di seputar pengorbanan Yesus di atas kayu salib. Salib Kristus mutlak diperlukan sehingga dengan demikian dosa dan Iblis dapat dikalahkan. Bahkan setelah Dia bangkit, Yesus mengutus Roh Kudus (Yoh 14:15-17), untuk mengajar kita dan menolong kita untuk memahami bahwa segala berkat yang kita terima sekarang datang melalui salib-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, kami berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena Engkau memberkati kami dan semua orang percaya dengan keselamatan yang telah Engkau menangkan di atas kayu salib. Engkau senantiasa bersama kami pada saat-saat kami bergembira dan juga pada saat-saat kami menderita. Kami merasa terhibur karena mengetahui bahwa Engkau telah menebus kami pada kayu salib untuk sekarang dan sepanjang masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:43b-45), bacalah tulisan yang berjudul “KITA PUN DIPANGGIL UNTUK MENGHAYATI KEHIDUPAN TERSALIB” (bacaan tanggal 26-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA. 

Cilandak, 22 September 2015 [Peringatan S. Ignatius dari Santhi, Imam-Biarawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS