KUASA UNTUK MENGALAHKAN IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam – Rabu, 23 September 2015) 

Keluarga Fransiskan Kapusin (OFMCap. & OSCCap.): Pesta S. Padre Pio dari Pietrelcina, Imam

12 RASUL DIUTUS - MAT 10 5-15Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit, kata-Nya kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa tongkat atau kantong perbekalan, roti atau uang, atau dua helai baju. Apabila kamu masuk ke dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari situ. Kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka.” Lalu pergilah mereka dan mereka mengelilingi desa-desa sambil memberitakan Injil dan menyembuhkan orang sakit di segala tempat. (Luk 9:1-6) 

Bacaan Pertama: Ezr 9:5-9; Mazmur Tanggapan: Tb 13:2-5,8

“Yesus … memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakit-penyakit. Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang-orang sakit”  (Luk 9:1-2).

Mengapa Yesus harus bersusah-payah memberikan otoritas kepada kedua belas murid-Nya untuk mengalahkan roh-roh jahat? Bukankah Yesus dapat sekadar memberdayakan mereka untuk menyembuhkan sakit-penyakit dan mewartakan Injil? Bukankah itu sudah cukup? Kelihatannya tidak! Yesus menyadari bahwa keberadaan roh-roh jahat adalah riil, dan Ia juga tahu bahwa roh-roh jahat itu merupakan ancaman riil terhadap hidup orang banyak. Kita bisa saja membayangkan Iblis sebagai makhluk berwarna merah menyeramkan, bertanduk, berekor dengan ujung tajam, dan memiliki kaki seperti seekor kambing, namun kenyataannya tidaklah sedemikian. Kita bahkan mungkin saja berpikir bahwa cukuplah bagi kita untuk percaya kepada Yesus dan mengakui keberadaan si Jahat di dunia tanpa menerima kenyataan bahwa dia adalah makhluk spiritual yang bertujuan untuk menghancurkan kita.

Posisi yang disebutkan di atas adalah posisi yang berbahaya. Iblis itu riil, dan tindakan-tindakannya terlihat di dunia dan bahkan dalam hidup kita. Dengan dusta dan kebenaran-kebenaran yang setengah-setengah, Iblis mempengaruhi kita dengan bujukan-bujukannya, rayuan-rayuannya dlsb. bahwa Allah tidaklah seluruhnya baik dan mengasihi. Iblis juga menggunakan hal-hal yang jelas-jelas dosa dan ketidakpedulian secara halus untuk memimpin kita kepada mindsets yang bertentangan dengan pesan Injil. Dijuluki “pendusta dan bapak pendusta” (Yoh 8:44). Iblis ingin menghalang-halangi siapa saja untuk mengenal belas kasih Allah dan menerima pengampunan serta rahmat-Nya.

Untunglah bahwa ini bukanlah akhir dari cerita kita! Dengan kematian Yesus di kayu salib, Iblis telah dikalahkan. Kemampuan yang di berikan oleh Yesus kepada para murid-Nya yang pertama untuk mengalahkan Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya bukanlah karunia yang diberikan satu kali saja. Semua orang Kristiani dapat menerima kuasa untuk menolak dusta Iblis, godaan-godaannya, dan keraguan-raguan yang disebabkan olehnya. Kita tidak perlu merasa tak berdaya dan tertindas, dirampas sukacita penebusan kita yang adalah milik kita dalam Kristus. Apabila kita dipersatukan dengan Yesus dalam pembaptisan dan disalibkan bersama Dia, maka kita ikut ambil bagian dalam buah-buah kebangkitan-Nya.

Marilah kita merenungkan kebenaran berikut ini: Bagian lama dari diri kita (anda dan saya) yang berada di bawah pengaruh Iblis telah dihancurkan melalui salib Kristus. Kita harus memperkenankan realitas ini mengendap dalam pikiran dan hati kita, sehingga dengan demikian kita dapat berkonfrontasi dengan Iblis dan roh-roh jahatnya setiap hari dengan penuh kepercayaan diri. Kita pun akan berjalan dengan keyakinan yang lebih besar  lagi dalam hidup baru yang adalah milik kita dalam Kristus.

DOA: Tuhan Yesus, aku bergembira penuh sukacita akan  kemenangan-Mu atas Iblis! Terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah memberikan kepadaku kuasa-Mu untuk mengenali dan menolak sengat Iblis. Terpujilah Engkau, ya Yesus, Engkau adalah Tuhan yang tersalib dan bangkit, yang telah memenangkan pertempuran sekali dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:1-6), bacalah tulisan yang berjudul “SEMUA ORANG HARUS MEMBUAT PILIHAN” (bacaan tanggal 23-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 September 2015 [Peringatan S. Fransiskus Maria dr Comporosso, Biarawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS