PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG SETIA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIV – Jumat, 18 September 2015)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Yosef dari Copertino, Imam 

stdas0158-FAITHFUL WOMENTidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia, dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat dan berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat, Yohana istri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan harta milik mereka. (Luk 8:1-3) 

Bacaan Pertama:  1 Tim 6:2c-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 49:6-9,17-20 

Kita lihat dalam Injil Lukas bahwa, tidak seperti para rabi di masa-Nya, Yesus mempunyai perempuan-perempuan juga sebagai para murid-Nya. Pada kenyataannya, perempuan-perempuan itu adalah para pengikut-Nya yang paling setia dan penuh bakti kepada sang Guru. Lukas menceritakan betapa setia perempuan-perempuan tersebut kepada Yesus. Mereka bahkan melayani rombongan Yesus dengan harta milik mereka (Luk 8:3).

Para murid Yesus yang perempuan bersimpati dengan Yesus dan mengikuti-Nya dengan setia. Mereka menangisi dan meratapi-Nya selagi Dia memanggul salib-Nya menuju bukit Kalvari (Luk 23:27). Baik Lukas (Luk 23:49), Matius (Mat 27:61)  maupun Yohanes (Yoh 19:25) menceritakan kepada kita tentang perempuan-perempuan yang berdiri bersama Maria – ibu-Nya – di dekat salib Yesus dan menolong pada saat penguburan-Nya. Markus menyinggung hal ini juga dalam Injilnya. Keempat penginjil menceritakan kepada kita bahwa perempuan-perempuan ini adalah orang-orang pertama yang melihat Yesus yang sudah bangkit pada pagi hari Paskah (Mat 28:9-10), kiranya ganjaran untuk devosi mereka kepada Yesus dengan penuh ketekunan.

Kita menemukan penekanan istimewa atas kualitas-kualitas kesetiaan dari perempuan-perempuan Kristiani dalam tulisan-tulisan Lukas – Injilnya dan juga “Kisah para Rasul”. Lukas menggambarkan dalam tulisan-tulisannya apa yang ditulis Paulus kepada jemaat di Galatia (Gal 3:28): “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus” (Gal 3:28).

Lukas senantiasa mensejajarkan cerita-cerita yang berkaitan dengan seorang laki-laki dan yang berkaitan dengan seorang perempuan. Malaikat Gabriel menampakkan diri kepada Zakharia (Luk 1:5 dsj.) dan kepada Maria (Luk 1:26 dsj.), dan Maria keluar sebagai juara tak terbantahkan dalam hal ini. Elisabet juga memiliki iman yang kuat ketimbang suaminya Zakharia. Laki-laki tua Simeon disejajarkan dengan Hana. Yesus menyembuhkan hamba perwira Romawi yang sakit (Luk 7:1-11), tetapi Dia membangkitkan anak tunggal dari janda dari Nain dari kematiannya (Luk 7:11-17).

Yesus memuji kasih yang dimiliki oleh orang Samaria yang  murah hati dalam perumpamaannya (Luk 10:25-37), tetapi Dia langsung memuji devosi dari Maria, saudari dari Marta dan Lazarus (Luk 10:38-42). Lukas acapkali mengingatkan kita bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama (setara), dan mereka – tanpa pandang bulu – dianugerahi dengan berbagai karunia oleh Allah.

Perempuan-perempuan yang dimunculkan dalam bacaan Injil hari ini telah disembuhkan dari pengaruh roh-roh jahat dan juga dari berbagai penyakit, karena mereka memang ingin disembuhkan. Kita ikuti tanggapan mereka terhadap Yesus dan kemajuan spiritual mereka dalam Injil. Dengan membantu Yesus dan misi-Nya dengan harta milik mereka, sebenarnya perempuan-perempuan itu ikut ambil bagian dalam penderitaan Yesus sendiri, sehingga dengan demikian mereka juga ikut ambil bagian dalam kebangkitan-Nya yang penuh kemuliaan. Mereka pun menjadi pewarta-pewarta pertama dari Kabar Baik: Yesus telah bangkit! Ia telah mengalahkan maut dan sekarang hidup dalam kemuliaan.

DOA: Tuhan Yesus, berilah kepadaku rahmat yang diperlukan agar aku dapat menjadi murid-Mu yang sungguh setia. Tolonglah aku agar dapat melihat kebutuhanku akan pengampunan dari-Mu seperti yang terjadi dengan para perempuan yang mengikuti Engkau dengan setia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 8:1-3), bacalah tulisan yang berjudul “PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG MELAYANI YESUS DAN ROMBONGAN-NYA(bacaan tanggal 18-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 19-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  15 September 2015 [Peringatan SP Maria Berdukacita]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS