ALLAH TETAP SETIA PADA JANJI-JANJI-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Pesta Kelahiran SP Maria – Selasa, 8 September 2015) 

Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di depan umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan tampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai istrimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka.” Hal itu terjadi supaya digenapi yang difirmankan Tuhan melalui nabi, “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel.” (Yang berarti: Allah menyertai kita.) (Mat 1:18-23) 

Bacaan Pertama: Mi 5:1-4a atau Rm 8:28-30; Mazmur Tanggapan: Mzm 13:6; Bacaan Injil lebih panjang: Mt 1:1-16,18-23 

Pada hari ini Gereja merayakan kelahiran Santa Perawan Maria. Dalam artian yang sungguh riil, kelahiran Maria sebenarnya mempersiapkan penebusan kita. Dia adalah seorang pribadi manusia yang dipilih sejak sediakala untuk menjadi bejana yang melaluinya Allah akan menjadi manusia. Sebagai seorang pribadi pertama yang dipenuhi Roh Kudus dalam Perjanjian Baru, Maria dipenuhi dengan rahmat sejak dikandung, dan hidupnya membawa kepada kita rahmat inkarnasi dalam pribadi Putranya, Yesus Kristus.

Matius mengawali Injilnya dengan “Daftar Nenek Moyang Yesus Kristus” (Mat 1:1-16), dimulai dengan Abraham, orang pertama yang percaya kepada janji-janji Allah, melalui Daud, raja bangsa Israel yang besar. Mengapa Matius harus bersusah payah menyusun daftar nenek Yesus Kristus ini? Karena dia tidak ingin para pembaca Injilnya luput melihat betapa sabar Allah – dalam kurun waktu yang mencakup banyak sekali generasi –  dalam mempersiapkan umat-Nya bagi kedatangan sang Mesias. Allah itu setia dari satu generasi ke generasi berikutnya! Allah memang senantiasa Mahasetia!

Nenek moyang Yesus termasuk sejumlah orang kudus besar, seperti Boas dan Rut, istrinya; namun juga mencakup sejumlah pendosa besar yang membawa aib bagi umat Allah, misalnya Manasye (2Raj 21:1-17). Biar bagaimana pun juga, Allah tetap setia pada janji-Nya dan terus memberikan kepada umat-Nya pengharapan akan masa depan.

Patut dicatat di sini, bahwa Matius memasukkan juga beberapa nama perempuan dalam daftar nenek moyang Yesus tersebut. Matius menyebutkan empat nama yang memainkan peranan penting dalam sejarah Israel. Kehadiran mereka menunjukkan posisi istimewa dari Maria, ibunda sang Penebus, sang perawan dari Nazaret. Tempat Maria pada bagian akhir daftar nenek moyang merupakan kesaksian penting dan kuat perihal kesetiaan Allah. Maria menanti-nantikan kedatangan sang Mesias dengan pengharapan yang dipenuhi sukacita. Dia tidak pernah meragukan bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada dirinya dan kepada umat-Nya.

Pesan bacaan Injil hari ini adalah bahwa Allah ingin agar kita menantikan Dia dengan penuh kepercayaan pada janji-janji-Nya. Walaupun kita bisa saja gagal, Ia tidak pernah gagal. Pada waktu kita belajar untuk menantikan Allah dengan penuh kepercayaan seperti Maria, maka Dia memberikan semua rahmat yang kita perlukan untuk bertekun dalam pengharapan dan antisipasi penuh sukacita akan pemenuhan janji-janji-Nya.

DOA: Tuhan, Engkau adalah Allah Yang Mahasetia, bahkan ketika aku lupa akan janji-janji-Mu atau menjadi tidak sabar dengan cara-cara-Mu yang terasa asing dengan cara-caraku sendiri. Tolonglah aku agar mau dan mampu menaruh kepercayaan pada kasih-Mu yang tidak pernah gagal dan bersukacita dalam penyelamatan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 1:1-16,18-23), bacalah tulisan yang berjudul “SEPERTI HALNYA MARIA, ALLAH JUGA MEMPUNYAI RENCANA BAGI HIDUP KITA MASING-MASING” (bacaan tanggal 8-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 8-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 September 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS