DI DALAM KRISTUS TERSEMBUNYI SEGALA HARTA HIKMAT DAN PENGETAHUAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXIII – Senin, 7 September 2015) 

mosaic-of-st-paul-in-veria-greece2Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam tubuhku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menyadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan! Dialah yang kami beritakan bilamana tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.

Karena aku mau, supaya kamu tahu, betapa beratnya perjuangan yang kulakukan untuk kamu, dan untuk mereka yang di Laodikia dan untuk semuanya, yang belum mengenal aku pribadi, supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan. (Kol 1:24-2:3)

Mazmur Tanggapan: Mzm 62:6-7,9; Bacaan Injil: Luk 6:6-11

“Kristus ada di tengah-tengah kamu. Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” (Kol 1:27).

Ini adalah kebenaran yang sangat menakjubkan! Yesus Kristus, Ia yang menebus kita dengan mencurahkan darah-Nya, tidak hanya memilih untuk membebaskan kita dari belenggu dosa dan kuasa Iblis, melainkan juga untuk hidup di dalam diri kita masing-masing. Ia datang kepada kita dengan penuh belas kasih, hikmat-kebijaksanaan, dan kuat-kuasa Allah yang Mahakuasa. Ini adalah dasar dari pengharapan kita.

Apabila Kristus berdiam dalam diri kita, bukankah kita memiliki kuasa untuk menjalani kehidupan yang kudus dan mengalahkan segala yang jahat? Ya tentunya, walaupun mungkin kita tidak mengalaminya sesering diharapkan. Tentunya, kadang-kadang Allah memperkenankan kita mengalami kelemahan kita sendiri untuk mengajar kita menaruh kepercayaan kepada Dia dengan lebih mendalam. Namun kita juga harus bersikap waspada terhadap kemungkinan bahwa hal-hal duniawi yang membingungkan dan berbagai tipu daya Iblis dapat memperlemah iman kita dan membatasi pengalaman kita akan kuat-kuasa Allah.

COME TO MESekarang, percayakah kita (anda dan saya) bahwa segala kekayaan dan kuat-kuasa Kristus ada dalam diri kita? Percayakah kita bahwa transformasi pribadi adalah suatu kemungkinan yang riil bagi kita? Allah telah memberdayakan kita masing-masing untuk melayani-Nya. Iman-kepercayaan kita dalam hal ini mungkin saja hanya sekecil benih mustar (sesawi); namun selagi kita mengembangkan kebiasaan untuk berpaling kepada Roh Kristus (Roh Allah) yang berdiam di dalam diri kita, maka Dia akan  mengerjakan di dalam diri kita baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya (lihat Flp 2:13). Apabila kita mengambil keputusan untuk bergantung sepenuhnya kepada Allah dalam iman dan pengharapan, maka ketergantungan kita kepada-Nya akan bertumbuh, dan berkat rahmat-Nya kita pun akan diubah.

Sebenarnya tersedia banyak cara-cara praktis di mana kita dapat mengambil langkah iman bahwa Kristus berdiam dalam diri kita. Misalnya kita dapat menaruh kepercayaan bahwa Yesus yang sama, yang menyembuhkan orang yang mati tangan kanannya, juga bersama kita pada hari ini (lihat Luk 6:6-10). Marilah kita mencoba untuk mendoakan seorang tua yang lumpuh, seorang anak yang sakit, seorang istri/suami yang mengalami depresi, atau seorang sahabat yang menderita sakit sangat serius. Tentu saja kita harus melakukan penilaian atas situasinya dengan hati-hati dan tidak serampangan; namun kita tidak pernah boleh merasa takut untuk berdoa, walaupun hanya di dalam hati. Marilah kita berdoa dengan ekspektasi bahwa Kristus dalam diri kita mendengar dan menjawab doa-doa kita.

DOA: Aku memuji Engkau dan berterima kasih penuh syukur kepada-Mu, ya Tuhan, karena Engkau senantiasa hadir dalam diriku. Biarlah realitas kebenaran ini senantiasa bertumbuh di dalam pikiran dan hatiku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 6:6-11), bacalah tulisan yang berjudul “CINTA KASIH ADALAH NILAI SENTRALNYA” (bacaan tanggal 7-9-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-9-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 4 September 2015 [Peringatan S. Rosa dr Viterbo, Perawan – OFS]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS