GENAPLAH NAS INI SEWAKTU KAMU MENDENGARNYA

(Bacaan Injil Misa Kudus,  Hari Biasa Pekan Biasa XXII – Senin, 31 Agustus 2015)

stdas0093Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Kitab Suci. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya dan setelah membuka kitab itu, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya.” Semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka, “Bukankah Ia ini anak Yusuf?” Kemudian berkatalah Ia kepada mereka, “Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!” Kata-Nya lagi, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Lagi pula, Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Pada zaman Nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang disembuhkan selain Naaman, orang Siria itu. Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangkit, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi. (Luk 4:16-30)

Bacaan Pertama: 1 Tes 4:13-17a; Mazmur Tanggapan: Mzm 96:1,3-5,11-13

stdas0612Kita dapat membayangkan bahwa orang-orang Nazaret merasa nyaman dengan keberadaan Yesus, seorang rabi yang sedang naik daun dan berasal dari kampung mereka sendiri. Akan tetapi, justru karena mereka berpikir bahwa mereka sungguh mengenal Yesus, maka mereka meremehkan dan tidak percaya kepada sabda Yesus yang mengklaim bahwa diri-Nyalah yang dinubuatkan dalam Kitab Yesaya (Luk 4:18-19; bdk. Yes 61:1-2), ketika Dia mengatakan, “Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya”  (Luk 4:21). Mereka berpikir, bagaimana dapat terjadi kepenuhan dari nubuatan  tentang kebebasan yang dibawa oleh sang Terurapi, dengan kata lain Mesias (Luk 4:18; bdk. Yes 61:1), justru pada waktu Kekaisaran Roma masih dengan kuat menancapkan kuku-kukunya di tanah Israel? Yesus memang datang untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah diutus Bapa surgawi  untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan dst., namun tidak seperti yang mereka harap-harapkan selama ini.

Satu pokok penting dari bacaan Injil hari ini adalah,  bahwa walaupun kita telah melihat sendiri Yesus bertumbuh dari seorang anak kecil menjadi seorang dewasa, kita sebenarnya belum mengenal Dia. Kita hanya dapat mengenal Yesus dengan pertolongan Roh Kudus. Yesus bersabda kepada para murid-Nya pada malam sebelum sengsara dan wafat-Nya: “Jika Penolong yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, ia akan bersaksi tentang Aku”  (Yoh 15:26).

Sekadar membaca berbagai tulisan tentang Yesus hanya dapat memberikan kepada kita sedikit sekali dari apa yang harus kita ketahui tentang diri-Nya. Pengenalan akan Yesus yang benar adalah sesuatu yang harus kita peroleh melalui pertolongan Roh Kudus. Kita sudah mengetahui bahwa para murid Yesus – orang-orang yang paling dekat dengan diri-Nya – secara tetap dikejutkan oleh tindak-tanduk dan ucapan kata-kata-Nya. Tentunya adalah suatu tantangan riil untuk mengikuti Yesus ketika mereka melihat betapa dekat sang Guru mengasosiasikan diri-Nya dengan para pendosa dan mengasihi mereka, mengampuni dosa, dan memproklamasikan diri-Nya sebagai “Roti Kehidupan”, dan adalah satu dengan Allah (lihat a.l. Yoh 6:35; Yoh 14:7-9).

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGA DI NAZARETPada zaman kita ini, Roh Kudus-lah yang memberi tantangan dan membuat kita terkejut. Roh Kudus yang menerangi kegelapan dalam pikiran dan meluaskan pemahaman kita tentang Yesus melalui pengalaman-pengalaman, ajaran-ajaran Gereja, dan Kitab Suci. Namun demikian, kita tidak akan pernah mengenal Tuhan secara menyeluruh dan lengkap. Misteri ilahi tidak pernah akan habis, …… selalu ada!

Itulah sebabnya mengapa kita harus senantiasa terbuka sehingga memperkenankan Roh Kudus “mengejutkan” kita dengan pewahyuan/pernyataan tentang Yesus. Manakala Yesus kelihatan lebih berbelas kasih daripada yang kita bayangkan semula, atau lebih bermurah hati dalam mengampuni daripada yang kita pikirkan, atau lebih penuh kuat-kuasa daripada ekspektasi kita, maka kita seharusnya memohon kepada-Nya untuk menunjukkan kepada kita perspektif-Nya. Semakin kita melakukan hal ini, maka iman Kristiani kita pun menjadi semakin hidup. Semakin serupa diri kita dengan Yesus, semakin kita menjadi mengejutkan dan tak dapat diprediksi. Bagaimana kita akan menjadi efektif sebagai saksi-saksi Kristus jika kita tidak memberi tantangan terhadap ekspektasi-ekspektasi orang-orang? Semoga semua orang Kristiani di mana-mana membuka diri mereka lebih dalam lagi bagi kuat-kuasa dan kejutan-kejutan Roh Kudus!

DOA: Roh Kudus Allah, ajarlah aku tentang Yesus. Dengan berjalannya waktu aku sudah merasa terlalu nyaman dengan Injil. Luaskanlah perspektifku. Tolonglah aku untuk lebih memahami Dia yang menciptakan diriku, Allah Yang Mahakuasa dan tidak dapat diprediksi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 4:16-30), bacalah tulisan yang berjudul ‘MANUSIA YANG SUKA PLIN PLAN” (bacaan tanggal 31-8-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2015.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-9-14 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 27 Agustus 2015 [Peringatan S. Monika]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS