SEMANGAT SEORANG MISIONARIS SEJATI

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Monika – Kamis, 27 Agustus 2015)

St Paul Icon 4000Saudara-saudara, dalam segala kesusahan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? Siang malam kami berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan bagi kami jalan kepadamu. Kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan  berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya. (1 Tes 3:7-13)

Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-4,12-14,17; Bacaan Injil: Luk  7:11-17   

Santo Paulus sangat mengasihi umat di Tesalonika. Mereka adalah bagian dari orang-orang yang “dipertobatkan” lewat pelayanannya dalam perjalanan misionernya yang kedua dan Paulus mengalami penganiayaan demi mereka (lihat Kis 17:1-13). Paulus ingin sekali mengetahui tentang perkembangan komunitas yang telah dibangunnya, dibinanya selama periode tertentu dan kemudian ditinggalkannya itu. Oleh karena itu, tidak mengherankanlah apabila Rasul kita ini gembira sekali ketika menerima laporan yang baik dari Timotius.

Marilah kita ikut merasakan kegembiraan penuh syukur dari Paulus: “Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, maka kami juga, Saudara-saudara, dalam segala kesusahan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu” (1Tes 3:6-7). Ini adalah sebuah contoh ungkapan hati seorang misionaris sejati! Sangat patut untuk ditiru oleh siapa saja yang dipenuhi oleh semangat misioner, katakanlah semangat untuk melakukan evangelisasi! Dengan afeksi yang sangat besar, Paulus menulis dan mengatakan kepada jemaat Tesalonika bahwa dia sungguh rindu untuk bertemu kembali dengan mereka (1Tes 3:9-10).

Tak terbilang banyaknya misionaris-misionaris dan gembala-gembala yang telah mengikuti jejak Paulus, menyebarkan Injil Yesus Kristus dan mendirikan komunitas-komunitas umat beriman di seluruh muka bumi. Dalam abad ke-16 Santo Fransiskus Xaverius memberitakan Kabar Baik Yesus Kristus a.l. di India, Jepang dan kepulauan Maluku. Pada abad ke-19, Theophane Vénard hanyalah salah seorang dari banyak sekali imam yang menjadi martir Kristus di Vietnam.

cardinal-sitting-369x553 (1)Ketika Romo Nguyen Van Thuan [1928-2002] diangkat menjadi uskup Saigon (Ho Chi Minh City) pada tahun 1975, dirinya ditangkap dan menjadi tahanan rumah oleh rezim komunis yang berkuasa. Selagi disekap dalam tahanan, pemikiran-pemikiran Mgr. Nguyen Van Thuan terus bergema di tengah-tengah umat: “Umatku yang sangat kukasihi; sebuah kawanan tanpa gembala! Bagaimana aku dapat mengkontak umatku pada saat di mana mereka sangat membutuhkan gembala mereka?” Kemudian Mgr. Nguyen Van Thuan sadar bahwa dia sebenarnya dapat menulis surat-surat kepada jemaatnya seperti yang telah dilakukan oleh Paulus. Dia menulis: “Keesokan paginya, sementara masih gelap, saya memberi isyarat kepada Quang, seorang anak laki-laki yang ketika itu berusia tujuh tahun. Saya berkata kepadanya: ‘Beritahukan ibumu untuk membeli kalender-kalender tua bagiku.’ …… Setiap hari dalam bulan Oktober dan November 1975, saya menuliskan pesan-pesan bagi umat saya dari dalam tempat tahanan. Setiap pagi Quang datang mengambil kertas-kertas yang sudah saya tulisi dan membawanya ke rumah sehingga para saudari dan saudara seiman dapat menyalin kembali pesan-pesan itu.” (Testimony of Hope).

Gereja Katolik di Republik Sosialis Vietnam (berjumlah sekitar 8 juta orang) sekarang berada di bawah pengawasan ketat pemerintahan Komunis, namun tetap bertumbuh-kembang dan memberi kesaksian tentang Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat umat manusia. Sekarang, marilah kita berdoa bagi para misionaris dan gembala umat yang berkarya di sana dan juga di seluruh penjuru muka bumi, yang tanpa pamrih dan tanpa mengenal lelah menyebarkan Kabar Baik Yesus Kristus.

DOA: Bapa surgawi, semoga sabda-Mu dapat mencapai setiap bangsa yang ada di bumi ini. Berkatilah dan lindungilah semua anak-Mu yang memberitakan Injil, karena ‘iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus’ (Rm 10:17). Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 7:11-15), bacalah tulisan yang berjudul “MENGENANG YESUS, MONIKA DAN SANG JANDA DARI NAIN” (bacaan tanggal 27-8-15), dalam situs/ blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 25-8-11 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 Agustus 2015 [HARI MINGGU BIASA XXI]  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS