RUT: CONTOH YANG INDAH DARI KESETIAAN DAN KOMITMEN

(Bacaan Pertama Misa Kudus,  Peringatan SP Maria, Ratu – Sabtu 22-8-15)

RUTH MEMEGANG JANJINYANaomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang  yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas. Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku,” Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerjaku perempuan. Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.” Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?” Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.”

Lalu Boas mengambil Rut dan perempuan itu menjadi istrinya dan dihampirinyalah dia. Maka atas karunia TUHAN (YHWH) perempuan itu mengandung, lalu melahirkan seorang anak laki-laki. Sebab itu perempuan-perempuan berkata kepada Naomi: “Terpujilah YHWH, yang telah rela menolong engkau pada hari ini dengan seorang penebus. Termasyhurlah kiranya  nama anak itu di Israel. Dan dialah yang akan menyegarkan jiwamu dan memelihara engkau pada waktu rambutmu telah putih; sebab menantumu yang mengasihi engkau telah melahirkannya, perempuan yang lebih berharga bagimu dari tujuh anak laki-laki.” Dan Naomi mengambil anak itu serta meletakkannya pada pangkuannya dan dialah yang mengasuhnya. Dan tetangga-tetangga perempuan memberi nama kepada anak itu, katanya: “Pada Naomi telah lahir seorang anak laki-laki”; lalu mereka menyebutkan nama Obed. Dialah ayah Isai, ayah Daud. (Rut 2:1-3,8-11; 4:13-17)

Mazmur Tanggapan: Mzm 128:1-5; Bacaan Injil: Mat 23:1-12

RUTH MENCABUT SISA-SISA TUAIAN - 01Cerita tentang Rut ini adalah salah satu cerita yang paling indah dalam Kitab Suci Perjanjian Lama. Cerita tentang Rut adalah sebuah contoh dari kesetiaan dan komitmen. Rut adalah seorang janda yang masih muda, dan dia adalah seorang Moab. Ia meninggalkan segalanya yang akrab dengan dirinya – rumah, sahabat-sahabat, budaya dan dewa-dewinya, semua ini demi mengurus ibu mertuanya yang sudah tua dan hidup menjanda juga, yaitu Naomi. Kedua anak Naomi – Mahlon dan Kilyon – yang beristrikan perempuan-perempuan Moab, Orpa dan Rut. Kemudian kedua anak laki-laki Naomi itu pun meninggal dunia. Dalam perjalanan pulang ke tanah Yehuda, Naomi minta agar kedua menantunya itu meninggalkan dia dan kembali ke rumah orangtua mereka masing-masing, namun Rut menolak. Menantu Naomi yang satu ini menolak berpisah dari Naomi, dan dengan penuh kesetiaan dia berjanji: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku; di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan” (Rut 1:16-17). Mertua perempuan mana yang tidak berbahagia mempunyai menantu perempuan seperti ini?

Di tanah Yehuda yang masih asing dan baru baginya, Rut bekerja untuk mendukung kehidupan Naomi dan dirinya. Ternyata, Boas – seorang sanak keluarga suami Naomi yang terkemuka di daerah itu – memperhatikan secara khusus sikap dan perilaku Rut. Boas mengamati pengabdian yang ikhlas dari Rut kepada ibu mertuanya, oleh karena itu dia melindungi Rut dan memastikan bahwa kesejahteraan Naomi sungguh diperhatikan. Atas usulan Naomi, Rut mohon agar Boas sebagai anggota keluarga yang wajib menebus (orang ini disebut go-él), melindungi mereka. Ini sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku di Israel. Boas merasa tersentuh dengan permohonan Rut yang diajukan dengan rendah hati, Boas setuju untuk mengambil Rut sebagi istrinya.

Ruth, seorang perempuan Moab, jadinya diberkati secara “dobel”. Ia menjadi istri seorang kaya dan terkemuka dalam masyarakat, dan menjadi ibunda dari puteranya yang bernama Obed yang akan melanjutkan garis keluarga Naomi. Terlebih lagi, semua generasi di masa depan akan menghormati Rut sebagai buyut (ibu dari nenek) dari Daud, raja Israel yang paling besar.

RUTH MENCABUT SISA-SISA TUAIANDengan meninggalkan segalanya untuk mengikuti Naomi, Rut mendapatkan ganjaran yang jauh melebihi pengorbanannya. Rut merupakan tokoh pendahulu yang menjadi contoh apa artinya pengabdian kepada Yesus. Apabila kita meninggalkan segala masa lalu kita dan terus berpegang pada Tuhan Yesus Juruselamat kita, maka kehidupan dosa kita yang lama dan keterlekatan yang salah kepada dunia ini pun digantikan oleh berkat-berkat penebusan dan rahmat dalam Kristus. Kita tinggalkan dunia yang kita kenal di belakang kita agar dapat memperoleh dunia yang jauh-jauh lebih indah dan memberi kepenuhan, yaitu dunia dari Putera Allah yang kudus yang begitu berhasrat memiliki kita sebagai mempelainya.

Sekarang, marilah setiap hari kita memperbaharui komitmen kita kepada Yesus dengan menyediakan saat-saat hening untuk berdoa kepada-Nya, mengabdikan hati kita untuk memuji-muji dan bersyukur kepada-Nya dan dengan penuh kedamaian menerima kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Marilah kita menjadi semakin dekat dengan Yesus dan meninggalkan kehidupan lama kita tanpa ragu. Persatuan kita dengan Yesus akan menjadi suatu realitas yang indah dan berwujud yang memberikan kepada kita jauh lebih daripada yang kita dapat bayangkan atau harap-harapkan untuk diperoleh berdasarkan upaya dan kekuatan kita sendiri.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau mengatakan bahwa barangsiapa merendahkan dirinya akan ditinggikan. Pada hari ini aku membuat suatu komitmen total kepada-Mu, bahwa Engkau dapat melakukan apa saja kehendak-Mu melalui diriku. Amin.  

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 23:1-12), silahkan baca tulisan yang berjudul “MEREKA MENGAJAR TETAPI TIDAK MELAKSANAKAN APA YANG MEREKA AJARKAN” (bacaan tanggal 22 Agustus 2015), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2015.  

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-8-11 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 Agustus 2015   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements