MARIA DAN KEBANGKITAN KEPADA HIDUP BARU

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI RAYA SP MARIA DIANGKAT KE SURGA – Minggu, 16 Agustus 2015)

 Fresco_of_the_Assumption_of_Mary_-_Basílica_de_La_Macarena_-_Seville_(2)

Tetapi yang benar ialah bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (1Kor 15:20-26) 

Bacaan Pertama: Why 11:19;12:1,3-6,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 45:10-12,16; Bacaan Injil: Luk 1:39-56

“Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus” (1Kor 15:22).

Maria memainkan peranan yang istimewa dalam dunia Kekristenan (Kristiani): Ia adalah orang pertama yang menerima buah-buah penuh dari penebusan Yesus dan  sekarang memberi pertanda akan kemuliaan yang akan datang seperti yang diharap-harapkan. Maria dibuat menjadi hidup dalam Kristus di dunia, lalu dia mengalami kebangkitan ke kehidupan baru dengan tubuh yang dimuliakan – sesuatu yang menantikan kita masing-masing sebagai anak-anak Allah.

Kenaikan Maria ke surga dapat memberikan pengharapan yang sungguh luarbiasa kepada kita. Maria menunjukkan bahwa Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk mengampuni dosa-dosa kita melainkan juga untuk memulihkan kita, membawa kita kepada kemuliaan surgawi (Ibr 2:10). Sebagai anak-anak Allah, kita telah “ditakdirkan” untuk mengalami tidak kurang dari kemuliaan surgawi. Yesus ingin agar kita mengatasi dosa karena Dia ingin kita berada bersama-Nya untuk selamanya dalam kemuliaan (1Tes 4:17).

“Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya” (Rm 6:5). Kebangkitan kepada hidup baru adalah kepenuhan keselamatan yang sekarang kita miliki sebagian saja. Keselamatan kita tidak hanya terbatas pada dunia ini: Kita akan digabungkan dengan Yesus selama-lamanya dalam kekekalan. Dengan Maria, kita juga “ditakdirkan” untuk melihat “keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya” (Why 12:10). Dan ketika melakukannya, maka kita akan mampu untuk melihat ke belakang ke seluruh hidup kita, dan merasa kagum atas segala cara tersembunyi dengan mana Allah bekerja dalam diri kita, mempersiapkan kita untuk menerima warisan surgawi kita.

Rencana-rencana Allah sungguh mengagumkan! Juga betapa mengagumkan bahwa Allah memberikan kepada kita suatu contoh seperti Maria untuk menunjukkan apa yang Dia ingin berikan kepada kita. Jadi, pesta hari ini bukanlah hanya tentang Maria, melainkan tentang kita semua dan pengharapan kita untuk ikut ambil bagian bersama Maria dalam kemuliaan dari kebangkitan.

DOA: Allah Yang Mahakuasa, betapa mengagumkan rencana penyelamatan-Mu – betapa jauh melampaui apa saja yang aku dapat minta atau bayangkan! Engkau telah membuat diriku sebagai anak-Mu sendiri, dan Engkau rindu agar diriku sepenuhnya bersatu dengan Engkau di surga. Segala pujian dan kemuliaan bagi-Mu, ya Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 1:39-56), bacalah tulisan dengan judul “KIDUNG MARIA” (bacaan tanggal 16-8-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-8-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Agustus 2015 [Pesta S. Klara dr Assisi, Perawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS