DEKAT DENGAN YESUS

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Ignasius dr Loyola, Imam – Jumat, 31 Juli 2015)

YESUS MENGAJAR DI SINAGOGA DI NAZARET

Setibanya di tempat asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka takjublah mereka dan berkata, “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mukjizat-mukjizat itu? Bukankah ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi, dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” Lalu mereka menolak Dia. Kemudian Yesus berkata  kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” Karena mereka tidak percaya, tidak banyak mukjizat diadakan-Nya di situ. (Mat 13:54-58) 

Bacaan Pertama: Im 23:1,4-11,15-16,27,34b-37; Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3-6,8,11 

Marilah kita mengawali permenungan bacaan Injil hari ini dengan membaca lagi awal Mat 13: “Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Lalu datanglah orang banyak berbondong-bondong dan mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai” (Mat 13:1-2; bdk. Mrk 3:9). Orang banyak begitu entusias mau mendengar pengajaran-Nya. Bandingkanlah ini dengan penerimaan suam-suam kuku terhadap Yesus dalam sinagoga kampung halamannya sendiri. “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? …… Bukankah saudara-saudara-Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi, dari mana diperoleh-Nya semuanya itu?” (Mat 13:55-56).

Bayangkanlah bagaimana kiranya hal tersebut menyakitkan hati Yesus ketika Dia mendengar bisik-bisik atau kasak-kusuk sedemikian di tengah umat yang hadir. Ini sungguh jauh berbeda dengan berbagai reaksi dari orang banyak pada peristiwa-peristiwa sebelumnya, yang dengan penuh gairah memproklamasikan: “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel” (Mat 9:33) dan “Ia ini agaknya Anak Daud” (Mat 12:23). Kita mungkin bertanya-tanya berapa banyak orang yang berkumpul dalam sinagoga pada hari itu yang telah mencoba untuk menyelidiki cerita-cerita yang beredar-luas tentang salah seorang warga Nazaret, kampung halaman mereka sendiri. Kita juga dapat berandai-andai berapa banyak dari mereka hanya duduk di rumah saja dan menantikan kedatangan sang “pembuat-mukjizat” di Nazaret, bukannya mencari Yesus di tempat-tempat di mana Dia membuat mukjizat-mukjizat itu.

Inilah yang dialami oleh Yesus selama karya pelayanan-Nya di tengah publik. Ada sejumlah orang dengan tulus mencari dan mengikuti Dia. Mereka disembuhkan dan dibebaskan! Di lain pihak, ada orang-orang yang memperhatikan dan mengawasi Yesus dari kejauhan saja, dan sebagai konsekuensi mereka pun kehilangan kesempatan untuk mengalami perubahan dalam hidup mereka. Yesus tidak ingin kita hanya mengenal-Nya sebagai seorang anak tukang kayu dari Nazaret atau sebagai seseorang yang mati di kayu salib dua ribu tahun lalu. Yesus sungguh ingin agar kita semua mengenal-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat, juga Sahabat kita.

Adakah pelajaran yang kita dapat petik dari bacaan Injil hari ini? Tentu ada! Jadikanlah diri kita (anda dan saya) dekat dengan Yesus! Carilah Dia! Marilah kita bergabung dengan orang-orang yang berbondong-bondong dan mengerumuni Yesus begitu dekatnya di pinggir danau sehingga hampir menjatuhkan-Nya ke dalam air danau. Marilah kita bersama Bartimeus juga berseru kepada-Nya: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”  (Mrk 10:47). Kalau kita sedang membaca Kitab Suci dan anda tidak memahami satu dari perumpamaan Yesus, maka tanpa rasa takut dan sungkan, marilah kita memohon kepada-Nya untuk menjelaskan perumpamaan itu kepada kita. Janganlah kita pernah merasa lelah mendengarkan pengajaran-Nya. Janganlah kiranya kita puas dengan apa yang telah kita ketahui tentang Yesus. Berkat-berkat-Nya senantiasa baru setiap pagi.

DOA: Yesus, aku berdoa agar dapat mengenal Engkau dengan lebih mendalam lagi. Aku ingin mengenal Engkau tidak sekadar sebagai seorang Guru Agung atau seorang Pribadi yang patut dibanggakan. Aku ingin mengenal Engkau sebagai Tuhanku dan Allahku (Yoh 20:28). Aku ingin merasakan kehadiran-Mu di dekatku pada hari ini. Ajarlah aku tentang diri-Mu yang tidak pernah aku tahu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 13:54-58), bacalah tulisan yang berjudul “BUKANKAH IA INI ANAK TUKANG KAYU?” (bacaan tanggal 31-7-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-07 BACAAN HARIAN JULI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-8-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 27 Juli 2015 [Peringatan B. Maria Magdalena Martinengo, Biarawati Klaris] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS