KAMI INGIN MELIHAT SUATU TANDA DARI ENGKAU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Senin, 21 Juli 2014) 

Jesus_w_PharPada waktu itu berkatalah bebeberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus, “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari Engkau.” Tetapi jawab-Nya kepada mereka, “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan besar tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama orang-orang zaman Ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan akan bangkit bersama-sama orang-orang zaman ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Salomo!” (Mat 12:38-42) 

Bacaan Pertama: Kel 14:5-18; Mazmur Tanggapan: Kel 15:1-6 

Kitab Yunus mengisahkan cerita tentang seorang nabi yang diutus Allah kepada kota kafir yang besar dan kuat, kota Niniwe. Seperti nabi-nabi Perjanjian Lama yang lain, pada mulanya Yunus merasa ragu-ragu. Dia bahkan mencoba melarikan diri. Setelah “retret” selama tiga hari tiga malam di dalam perut seekor ikan besar, barulah Yunus yakin bahwa Allah sungguh serius dalam pengutusan dirinya. Bayangkanlah hasil akhirnya: Hanya beberapa patah kata yang diucapkan Yunus telah membuat seluruh kota melakukan pertobatan secara dramatis, dan lewat dirinya mereka pun diselamatkan dari penghakiman Allah (lihat Yun 3:4-6,10).

Sebagai seorang Yahudi yang saleh, Yesus tentu akrab dengan cerita nabi Yunus ini, demikian pula banyak orang lainnya di Israel. Oleh karena itu ketika ada orang yang mencobai Dia dengan meminta suatu tanda, maka Yesus menggunakan cerita Yunus sebagai dasar dari jawaban-Nya. Yesus bersabda: “Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda Nabi Yunus” (Mat 12:39). Apakah yang dimaksud oleh Yesus dengan “tanda Nabi Yunus” ini? Mukjizat apa dalam cerita ini yang menunjuk kepada rahmat dan kuat-kuasa Allah? Memang luarbiasa Yunus itu, dia mampu survive di dalam perut seekor ikan besar selama tiga hari tiga malam! Tetapi yang lebih luarbiasa adalah gerakan pertobatan di seluruh Niniwe, dimulai dengan sang raja sendiri (lihat Yun 3:6). Orang-orang Yahudi dapat dikatakan memahami bahwa pesan Yesus lewat kisah nabi Yunus adalah sebuah pesan agar mereka bertobat (lihat Mat 12:39,42).

pharisees2Yesus mengatakan kepada orang banyak yang mengikuti-Nya, bahwa tanda satu-satunya yang akan diberikan oleh-Nya adalah tanda Nabi Yunus (Mat 12:39). Ia sendiri sebenarnya cukup sebagai tanda bagi mereka, seperti Yunus adalah sebuah tanda bagi orang-orang Niniwe. Pada waktu Yunus datang membawakan berita pertobatan yang sederhana kepada penduduk kota kafir ini, maka mereka menanggapi pemberitaannya dengan melakukan pertobatan secara mendalam dan iman yang mendalam kepada Allah. Yesus mewartakan pesan pertobatan yang sama kepada orang banyak yang mengikuti-Nya. Dengan menyebut mereka “angkatan yang jahat” (lihat Mat 12:39) Yesus mengingatkan mereka, bahwa mereka akan dihakimi untuk kekerasan-kepala dan ketidak-percayaan mereka. Yesus juga menyebut Ratu Sheba, yang mengakui hikmat-kebijaksanaan Salomo (lihat Mat 12:42). Mengapa para pendengar-Nya tidak dapat mengakui hikmat-kebijaksaan Yesus yang jauh lebih besar daripada yang ada pada diri Salomo? Siapa yang menghakimi? Orang-orang Niniwe yang telah bertobat karena pemberitaan Yunus, karena “sesungguhnya yang ada di sini lebih daripada Yunus” (Mat 12:41).

Dalam ajaran-ajaran dan tindakan-tindakan-Nya, Yesus adalah contoh paling sempurna, dia menantang ketidak-kudusan dengan hidup-Nya yang murni dan kudus sebagai Putera Allah. Setiap hal yang dilakukan dan dikatakan Yesus menunjuk pada Bapa-Nya. Jauh lebih daripada Yunus, Yesus adalah suatu “tanda” yang mewujudkan Kerajaan Allah dan menyerukan agar orang-orang melakukan pertobatan. Kehadiran-Nya membuat setiap orang berada dalam situasi krisis, karena sebagai Terang Dunia Yesus mengungkap kondisi hatinya yang terdalam. “Tanda” ini dimaksudkan untuk memanggil orang-orang kembali kepada Allah. Oleh karena itu marilah kita mendengar baik-baik seruan Yesus agar kita melakukan pertobatan. Marilah kita mencari hikmat-kebijaksanaan dan bimbingan-Nya dalam hidup kita. Seperti orang-orang Niniwe yang melakukan pertobatan secara dramatis, maka kita pun meninggalkan segala sikap dan perilaku yang membuat-Nya sedih dan menyakiti mereka yang kita kasihi. Dengan pertolongan Roh Kudus, mohonlah kepada Tuhan agar kita dapat mengidentifikasikan dua atau tiga area dalam kehidupan kita di mana Yesus memanggil kita untuk melakukan perubahan. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus agar kepada kita diberikan kekuatan untuk dapat bertekun dan maju terus. Percayalah bahwa Allah sungguh mau menolong kita mengubah area-area kehidupan kita yang belum mencerminkan damai-sejahtera dan kasih-Nya. Sekarang, apakah kita sungguh terbuka terhadap undangan Allah kepada pertobatan?

DOA: Tuhan Yesus, seperti orang-orang Niniwe yang mendengarkan pesan pertobatan yang diserukan nabi Yunus, seperti Ratu Sheba yang mengakui hikmat-kebijaksanaan Salomo, maka aku berketetapan hati mendengarkan panggilan-Mu kepadaku untuk melakukan pertobatan dan mencari hikmat-kebijaksanaan-Mu dalam hidupku. Utuslah Roh Kudus-Mu kepadaku dan kepada semua orang hari ini guna membimbing kami semua. Semoga berkat rahmat-Mu aku mampu meninggalkan dosa-dosaku dan berbalik kembali kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 12:38-42), bacalah tulisan berjudul “TIDAK ADA TANDA YANG LEBIH BESAR” (bacaan tanggal 20-7-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-07 BACAAN HARIAN JULI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-7-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Juli 2015 [HARI RAYA S. ODILIA, Perawan dan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS