MARILAH KEPADA-KU …… [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV –  Kamis, 16 Juli 2015) 

COME TO ME“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30) 

Bacaan Pertama: Kel 3:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1,5,8-9,24-27

“Marilah kepada-Ku.”  Seruan Yesus ini terdengar  gemanya dari zaman ke zaman. Hati-Nya yang penuh kasih dan terluka sangat rindu untuk melihat kita semua datang kepada-Nya dan meletakkan hidup kita pada kaki-Nya. Yesus ingin agar kita memikul gandar yang dipasang-Nya sehingga dengan demikian kita akan senantiasa berjalan di samping-Nya, dan pada akhirnya jiwa kita pun akan mendapat ketenangan yang kita butuhkan.

Ada begitu banyak halangan yang memperlambat perjalanan hidup kita. Kita menyaksikan begitu banyak penderitaan di dunia, dalam keluarga kita, bahkan dalam kehidupan kita sendiri. Kemiskinan, perceraian, persahabatan yang retak, anak-anak yang semakin menjauh dari kita, sakit-penyakit, kematian dari mereka yang kita kasihi – semua ini dan banyak lagi dapat menjadi penghalang bagi kita untuk berjalan mendapati Yesus, jalannya terasa jauh dan tidak jelas.

Kita ingin datang kepada Yesus dalam doa. Namun tidak adanya iman menghalangi kita. Santo Alfonsus Liguori [1696-1787] mengatakan: “Kadang-kadang kita merasa kering secara rohani … kita barangkali tidak merasakan adanya keyakinan-dalam-doa yang kita ingin alami. Namun demikian, marilah kita memaksa diri kita untuk berdoa dan berdoa tanpa kenal menyerah, karena Allah tidak akan lalai mendengar doa kita.”  Datang kepada Yesus sebenarnya tidaklah merupakan perjalanan yang panjang dan sulit, karena yang dibutuhkan hanyalah memulainya dengan sebuah langkah awal yang diarahkan kepada-Nya.

Jika kita berbalik kepada Yesus, maka kita akan mengalami betapa kaya rahmat-Nya yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita. Manakala Yesus memperkenankan terjadinya penderitaan pahit atas diri kita, maka hal itu dimaksudkan agar hati kita dipenuhi hasrat untuk semakin dekat-bersatu dengan diri-Nya. Bilamana kita menanggapi panggilan penuh-kasih dari Yesus, bahkan di tengah-tengah kesulitan, maka Dia akan mampu menganugerahi kita tidak hanya kenyamanan dan ketenangan, melainkan juga hikmat dan kekuatan. Yesus mampu untuk membentuk diri kita menjadi semakin serupa dengan diri-Nya, sehingga kita sungguh dapat menjadi cahaya yang menerangi dunia.

Segalanya akan hilang jika kita menjauhkan diri dari Yesus. Dengan demikian, sungguh layak dan pantas jika kita kembali kepada-Nya dalam Sakramen Rekonsiliasi guna membersihkan hati kita dari dosa dan dari sikap serta perilaku kita selama ini yang menentang diri-Nya. Kita akan datang kepada-Nya dalam perayaan Ekaristi untuk menyembah-Nya dalam kemuliaan dan menerima hidup-Nya dalam diri kita. Kita akan datang kepada Yesus dalam bacaan dan permenungan Kitab Suci untuk belajar jalan-jalan-Nya. Kita akan datang kepada Yesus sepanjang hari untuk mensyeringkan hidup kita dengan-Nya dan memperkenankan Dia membentuk kita seturut gambar dan rupa-Nya.

DOA: Tuhan Yesus. Aku mengalami sendiri betapa Engkau sangat mengasihiku. Aku menyerahkan hidupku kepada Engkau. Terimalah diriku sebagai apa adanya aku, bahkan dalam saat-saat penderitaanku, dan bentuklah diriku seturut gambar dan rupa-Mu sendiri. Terima kasih, ya Tuhan Yesus. Terpujilah nama-Mu selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:28-30), bacalah tulisan yang berjudul “YANG LETIH LESU DAN BERBEBAN BERAT” (bacaan tanggal 16-7-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-07 BACAAN HARIAN JULI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 17-7-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 Juli 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements