IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Senin, 6 Juli 2015)

YESUS  DENGAN OFFICIAL YANG ANAKNYA SAKITSementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata, “Anak perempuanku baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Lalu Yesus pun bangun dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menyentuh jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hatinya, “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata, “Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau.” Sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.

Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut, berkatalah Ia, “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia. Setelah orang banyak itu disuruh keluar, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu. Dan tersebarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu. (Mat 9:18-26) 

Bacaan Pertama: Kej 28:10-22a; Mazmur Tanggapan: Mzm 91:1-4,14-15 

Alkisah ada seorang anak muda yang mempunyai mimpi untuk menjadi seorang pemimpin yang sukses di bidang bisnis. Ia meniti karirnya langkah demi langkah dengan penuh ambisi, memulai semuanya dari nol, tanpa koneksi dari pihak mana pun. Ia menikah dengan seorang gadis yang cantik dan dengan berjalannya waktu mereka pun dikaruniai anak-anak. Keluarga mereka bertumbuh sesuai dengan kesuksesannya dalam karir. Anak-anaknya belajar di sekolah-sekolah yang baik karena pendidikan yang baik adalah prioritas dalam keluarganya. Namun kesulitan demi kesulitan terus melanda kehidupan karirnya, justru di usianya yang semakin lanjut. Pada suatu hari dia mendapat kabar bahwa puteri sulungnya terkena penyakit kanker payudara. Orang ini bertekad untuk melakukan apa saja yang halal demi kesembuhan anaknya itu.

Dapatkah sepenggal kisah zaman modern ini menolong kita untuk merasakan penderitaan yang dialami oleh sang kepala rumah ibadat dalam bacaan Injil hari ini? Kepala rumah ibadat ini adalah seorang yang sukses, namun ia samasekali tidak berdaya untuk melindungi anak perempuannya. Dalam ketidakberdayaannya, dia datang kepada Yesus. “… datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup” (Mat 9:18). Perempuan yang menderita pendarahan juga mempunyai kepercayaan dan keyakinan teguh yang sama mengagumkannya. “Asal kusentuh saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (Mat 9:21). Dua orang ini datang kepada Yesus tanpa rasa ragu sedikit pun, tanpa rasa takut atau rasa tak pantas. Mereka datang kepada Yesus dengan ekspektasi yang sama, yaitu sebuah mukjizat. Dan tanggapan Yesus terhadap iman dua orang itu sepenuhnya positif: “… imanmu telah menyelamatkan engkau” (Mat 9:22).

YESUS MENYEMBUHKAN - WANITA YANG KENA PLAGUEBapa surgawi ingin menyembuhkan kita. Dia tidak ingin kita memandang diri-Nya sebagai “seorang” Penguasa yang diam jauh dari kita, melainkan sebagai “seorang” Pribadi yang mengasihi kita dengan keintiman seorang pasangan hidup. Ia bahkan akan menggunakan saat-saat “padang gurun” kita, ketika kita sedang menderita dan membutuhkan pertolongan, untuk menyatakan diri-Nya dan meyakinkan kita akan cintakasih-Nya yang tanpa batas itu kepada kita.

Yesus akan senantiasa melakukan apa yang baik dan benar bagi kita. Walaupun kita tidak menerima mukjizat seperti yang kita inginkan, kita dapat merasa yakin bahwa selagi kita membawa kasus kita kehadapan-Nya, kita akan dipenuhi dengan berkat, sukacita dan damai-sejahtera yang ingin diberikan-Nya kepada kita. Yesus ingin membuat berbagai mukjizat dan tanda heran dalam kehidupan kita. Semoga kita memiliki visi untuk mengenali gerakan-gerakan-Nya, dan memiliki iman untuk memiliki keyakinan bahwa dengan hidup kita berada di tangan-tangan-Nya, maka pada akhirnya kita tidak mempunyai apa pun untuk ditakuti.

DOA: Segala puji dan syukur bagi-Mu, ya Bapa di surga, karena kesetiaan-Mu pada anak-anak-Mu. Puji dan syukur bagi-Mu, ya Allahku, untuk Putera-Mu, Yesus Kristus, dan sentuhan-Nya yang menyembuhkan atas kehidupanku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:18-26), bacalah tulisan yang berjudul “IMAN VS KETIDAKPERCAYAAN” (bacaan tanggal 6-7-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-07 BACAAN HARIAN JULI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-7-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 1 Juli 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS