PERGILAH! [2]

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIII – Rabu, 1 Juli 2015) 

GADARA - 1Ketika Yesus tiba di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui-Nya. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu. Mereka pun berteriak, “Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Apakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Tidak jauh dari mereka itu banyak sekali babi sedang mencari makan. Lalu setan-setan itu meminta kepada-Nya, “Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu.” Yesus berkata kepada mereka, “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Seluruh kawanan babi itu pun terjun dari tebing yang curam ke dalam danau dan mati di dalam air. Lalu larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, mereka menceritakan segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu. Seluruh kota itu keluar mendapatkan Yesus dan setelah berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka. (Mat 8:28-34) 

Bacaan Pertama: Kej 21:5,8-20; Mazmur Tanggapan: Mzm  34:7-8,10-13 

Perjumpaan Yesus dengan dua orang Gadara yang kerasukan roh-roh jahat memang membuat bulu merinding, bukan hanya disebabkan karena peristiwa tenggelamnya babi-babi yang dirasuki roh-roh jahat ke dalam danau, melainkan juga karena kejadian itu membuat terang realitas kerasukan roh-roh jahat. Memang benar bahwa tidak semua godaan datang secara langsung dari Iblis sendiri, namun ada saat-saat – teristimewa di mana kita secara secara khusus sedang berupaya untuk melayani Tuhan – ketika roh-roh jahat pengikut Iblis memainkan peranan aktif dalam menggoda kita supaya tidak taat kepada Allah dan tidak menghormati-Nya.

Santo Ignatius dari Loyola – seorang mantan perwira tentara – menarik pelajaran dari pengalaman masa lalunya sebagai seorang militer untuk menggambarkan kebenaran-kebenaran spiritual. Ignatius mengatakan bahwa Iblis menggunakan rencana yang tersusun rapih dan operasi rahasia, dan dia menyerang ketika kita berada dalam keadaan yang paling rentan. Itulah sebabnya mengapa Kitab Suci mengingatkan kita untuk senantiasa waspada dan tetap berdoa untuk pembebasan dari pengaruh si Jahat. Memang bukanlah sesuatu yang tidak biasa bagi si Jahat untuk menggoda kita dan mencoba menyesatkan kita dari “kesetiaan kita yang sejati kepada Kristus” (lihat 2Kor 11:3). Kalau kita membiarkan godaan-godaan untuk terus berlangsung, maka hal tersebut akan sedikit demi sedikit menumpuk dan menyebabkan terbukanya jalan masuk ke dalam cara kita berpikir yang membiarkan kita terjebak dalam ketiadaan-pengharapan, kemarahan, rasa takut, sinisme, atau sejumlah besar pola-pola negatif lainnya.

Apakah yang menyebabkan tersedianya berbagai jalan masuk sedemikian? Sebagian dari penyebab-penyebab yang paling biasa adalah mentoleransi godaan dalam hidup kita, dosa masa lampau yang belum kita sesali dan bertobat atasnya dan pola-pola dosa yang bersifat kebiasaan, …… pembiaran-pembiaran. Dengan kata lain, bilamana kita memperkenankan (membiarkan) kegelapan masuk ke dalam hati kita, maka sebenarnya kita memberikan suatu kesempatan kepada Iblis untuk mendirikan tempat berpijak dalam diri kita.

Apabila kita mau menyelidiki dengan saksama serta mendalam, kita akan dapat melihat area-area dalam diri kita yang membutuhkan pembebasan. Ini adalah konsekuensi alamiah dari kehidupan dalam sebuah dunia yang gelap, di samping membawa juga berbagai efek dari kodrat manusia kita yang cenderung untuk berdosa. Kabar baiknya adalah bahwa Yesus senantiasa siap untuk melindungi dan membebaskan kita. Yesus tidak pernah ingin meninggalkan/membiarkan kita sebagai bulan-bulanan tipu daya Iblis. Sebagaimana Dia membebaskan dua orang Gadara dengan satu perintah “Pergilah!”, Yesus ingin membawa kita kepada kebebasan dan kemerdekaan dalam artian sesungguhnya. Yang diminta oleh Yesus – seperti halnya dengan dua orang Gadara itu, adalah supaya kita mengabaikan penolakan-penolakan dari sisi kodrat kita yang lebih gelap, dan kemudian membawa diri kita ke hadapan hadirat-Nya. Hanya dengan begitu penyembuhan dan pembebasan akan sungguh terwujud dalam diri kita.

DOA: Yesus, aku mohon kepada-Mu supaya Engkau membebaskan diriku. Oleh iman aku datang menghadap hadirat-Mu yang kudus, di mana kejahatan tidak dapat berdiam, dan aku membawa segala kegelapan dalam diriku ke dalam terang-Mu. Berikanlah kepadaku keberanian untuk menaruh kepercayaan pada sabda-Mu untuk membebaskan aku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:28-34), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS SUNGGUH INGIN MEMBEBAS-MERDEKAKAN KITA” (bacaan tanggal 1-7-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-07 BACAAN HARIAN JULI 2015. 

Cilandak, 27 Juni 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS