TAKUT DAN KURANG PERCAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIII – Selasa, 30 Juni 2015)

Keluarga Besar Fransiskan: B. Raymundus Lullus, Martir – OFS 

MUKJIZAT - YESUS MENENANGKAN BADAILalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya. Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditelan gelombang, tetapi Yesus tidur. Lalu datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya, “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus membentak angin dan danau itu, sehingga danau itu menjadi teduh sekali. Orang-orang itu pun heran dan berkata, “Orang seperti apa Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat pada-Nya?” (Mat 8:23-27) 

Bacaan Pertama: Kej 19:15-29; Mazmur Tanggapan: Mzm 26:2-3,9-12

“Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:26). Dengan kata-kata ini Yesus menegur para murid-Nya. Akan tetapi, teguran itu pun sebenarnya ditujukan kepada kita juga. Yesus juga menegur kita karena kita merasa takut berkaitan dengan banyak hal. Ini adalah pelajaran yang sangat baik yang Ia ingin ajarkan kepada kita. Seringkali kita merasa khawatir tentang begitu banyak hal tanpa banyak kepercayaan akan kebaikan Allah dan kuat-kuasa-Nya.

Kita tidak membutuhkan bukti bahwa rasa takut itu sangat menyebar-luas. Orang-orang miskin merasa takut bahwa mereka tidak dapat survive dalam kehidupan yang semakin sulit, uang belanja sembako yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, uang sekolah anak-anak mereka, kehilangan pekerjaan dlsb. Orang-orang kaya merasa takut kehilangan kekayaan yang mereka telah berhasil timbun selama ini, mungkin karena salah hitung dalam investasi lewat pasar modal. Orang-orang dengan latar belakang pendidikan biasa-biasa saja takut berbincang-bincang dengan mereka yang berpendidikan tinggi karena mereka merasa rendah-diri dan khawatir dipermalukan. Orang-orang yang berpendidikan seringkali merasa takut kehilangan posisi sosial dan prestise mereka. Di sisi lain juga masih ada pengaruh takhyul di sana sini dalam kehidupan manusia. Misalnya orang lebih berani menabrak manusia daripada seekor kucing yang menyeberang jalan.

Orang-orang tanpa agama atau iman merasa takut menghadapi ketidakpastian hidup dan teristimewa terhadap kapan datangnya maut. Akan tetapi, sungguh menyedihkan dan mengejutkanlah untuk melihat orang-orang yang kelihatan beriman justru tidak dapat membebasksn diri dari rasa takut.

Orang-orang yang disebut terakhir ini adalah seperti para murid Yesus dalam bacaan Injil di atas. Walaupun Tuhan Yesus sendiri ada bersama mereka dalam perahu ketika mereka terjebak di tengah amukan angin ribut, mereka masih saja berseru kepada-Nya dalam ketakutan mereka: “Tuhan, tolonglah, kita binasa” (Mat 8:25). Dalam kebaikan-Nya, Yesus membentak angin ribut dan danau sehingga menjadi teduh sekali (Mat 8:26), namun Ia menegur para murid untuk ketiadaan iman dan rasa takut mereka yang tetap ada walaupun Ia berada di TKP bersama mereka. “Mengapa kamu takut, hai kamu yang kurang percaya?” (Mat 8:26).

Yesus juga mengalamatkan teguran yang sama kepada kita sehubungan dengan rasa khawatir dan rasa takut kita akan hal-hal kecil. Kita lupa bahwa Dia senantiasa menyertai kita. Dia adalah Imanuel, yang berarti: Allah menyertai kita. (Mat 1:23; bdk. 28:20). Kita merasa khawatir tentang kesehatan kita yang terus menurun, kita merasa khawatir akan masa depan anak-anak kita, dll.

Tentu saja ada yang dinamakan rasa takut yang sehat atau keprihatinan yang sehat. Kita harus mengambil langkah jaga-jaga yang diperlukan bagi kehidupan kita, keluarga kita, kesejahteraan spiritual kita sekeluarga. Juga pandangan yang sehat tentang dosa dan segala akibatnya.

Ada banyak sekali kekhawatiran bodoh yang menghambat pekerjaan kita, kebahagiaan kita dan kehidupan spiritual kita. Ini adalah rasa takut untuk mana Yesus menegur kita dan meminta kepada kita untuk hanya mengingat bahwa Dia selalu ada bersama kita.

DOA:  Tuhan Yesus, Engkau adalah andalanku, dengan demikian aku tidak akan pernah merasa takut lagi. Terpujilah nama-Mu, ya Tuhan Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:23-27), bacalah tulisan yang berjudul “DANAU ITU MENJADI TEDUH SEKALI” (bacaan tanggal 30-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06  BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-7-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 26 Juni 2015  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS