YESUS ADALAH SEGALA-GALANYA

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Kamis, 25 Juni 2015)

sermon_on_the_mount_carl_bloch-e1296500203637

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga. Pada hari terakhir banyak orang akan  berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mukjizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!

Jadi, setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu bertiuplah angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Setelah Yesus mengakhiri perkataan ini, takjublah orang banyak itu mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat mereka. (Mat 7:21-29) 

Bacaan Pertama: Kej 16:1-12,15-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 106:1-5

Tanpa keraguan sedikit pun kita dapat menyatakan bahwa tujuan yang paling penting dalam hidup kita adalah untuk mengenal Allah dan mengalami-Nya. Kita sebenarnya diciptakan untuk kehidupan kekal, dan kita semua akan menghadapi takhta pengadilan Kristus, “supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat” (2Kor 5:10).

Kita dapat menjalani kehidupan kita dan menentukan bagi diri kita sendiri apa yang baik dan jahat dan barangkali mengklaim diri kita sendiri sebagai warga masyarakat yang patuh pada hukum. Akan tetapi, apabila kita tidak mencari kehendak Allah, pada akhirnya Yesus akan berkata kepada kita: “Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahaan!”  (Mat 7:23).

Itulah sebabnya mengapa Gereja dengan konsisten mengingatkan umat akan bahaya dari humanisme sekular atau “isme-isme” lainnya yang menjanjikan sejumlah jenis kepenuhan dan/atau kepuasan, namun yang terpisah dari Yesus, bahkan samasekali tidak terkait dengan Yesus. Seringkali, falsafah-falsafah yang terdengar bagus, menarik dan memikat ini berdiri berhadap-hadapan dengan dan/atau samasekali bertentangan dengan kabar baik dari Injil Tuhan kita Yesus Kristus. Dengan demikian, bagaimana kita dapat yakin apakah kita sungguh melakukan kehendak Allah, bukannya hanya berseru-seru “Tuhan, Tuhan” (Mat 7:21)? Dalam kesempatan lain, Yesus menjelaskan apa yang sesungguhnya diperlukan: “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh 6:29).

Bacaan Injil hari ini adalah bagian akhir dari “Khotbah di Bukit” dengan pesan sederhana: Yesus adalah segala-galanya. Kepercayaan kita kepada Yesus dapat mentransformasikan hidup kita dan membawa kita kepada pengenalan serta pengalaman akan Allah. Pengalaman kita dengan Yesus dalam doa-doa akan mengangkat kita melampaui hal-hal yang biasa-biasa, dan akan membawa kita ke dalam tahapan “berjalan dalam Roh” yang dipenuhi dengan berkat ilahi.

Yesus ingin agar kita mengenal diri-Nya. Yesus ingin agar kita menjalin relasi akrab penuh kepercayaan dan kasih dengan diri-Nya. Yang dirindukan oleh Yesus adalah seruan dari diri kita yang disampaikan dengan rendah hati: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:24). Selagi kita memproklamasikan iman kita akan Yesus dan memohon kepada-Nya supaya menyatakan diri-Nya kepada kita dengan lebih penuh lagi, maka kita akan mengalami kuat-kuasa kasih-Nya dan kehadiran-Nya secara nyata-berwujud. Inilah hakikat dari Kekristenan.

DOA: Tuhan Yesus, kami percaya bahwa Engkau ingin menyatakan diri-Mu kepada kami. Oleh karena itu tolonglah kami supaya dapat mengenal-Mu dengan lebih mendalam lagi. Tolonglah kami untuk menyerahkan segalanya kepada-Mu – ketakutan-ketakutan kami, pengharapan-pengharapan kami, pergumulan-pergumulan kami, demikian pula segala sukacita kami. Ajarlah kami memohon dari-Mu dan menerima hidup berkelimpahan yang Engkau sediakan bagi kami. Buatlah kami menjadi para pembangun rumah yang berakar dan didasarkan pada kasih-Mu sehingga kami dapat berdiri tegak dalam menghadapi badai yang melanda, karena mengetahui bahwa Engkau senantiasa menyertai kami. Amin.

Catatan:  Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:21-29), bacalah tulisan yang berjudul “BAGAIMANA KITA DAPAT MENJADI LEBIH DEKAT DENGAN ALLAH?” (bacaan tanggal 25-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Juni 2015 [HARI MINGGU BIASA XII] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS