JANGAN KAMU MENGHAKIMI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari biasa Pekan Biasa XII – Senin, 22 Juni 2015) 

Sermon on the Mount

“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat serpihan kayu di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan serpihan kayu itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan serpihan kayu itu dari mata saudaramu.” (Mat 7:1-5) 

Bacaan Pertama: Kej 12:1-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:12-13,18-20,22

Yesus bersabda, “… dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Mat 7:2). Jikalau inilah kasusnya, dan Tuhan Yesus kita kenal sebagai seorang Pribadi yang senantiasa memegang janji-janji-Nya, maka lebih baiklah bagi kita untuk menilai orang lain dengan penuh kehati-hatian. Apabila kita mengharapkan suatu penghakiman yang berbelas kasih dari Allah, maka lebih baiklah bagi kita untuk menilai dan menghakimi sesama kita dengan penuh kasih, penuh pengampunan, dan penuh pengertian seperti yang kita harapkan dari Allah.

Apabila kita merenungkan apa saja yang hilang karena kita mengkritisi orang-orang lain secara terburu-buru dan tidak adil, maka kita dapat memahami mengapa Yesus berkata begitu keras tentang subjek ini. Gosip, kabar angin dan sejenisnya seringkali bertumbuh dari rasa cemburu, iri hati, balas dendam dan prasangka serta praduga. Pertimbangkanlah apa saja yang hilang jikalau penilaian kita berasal dari sumber-sumber sedemikian:

  • Kita akan kehilangan kasih – keutamaan atau kebajikan utama yang dituntut oleh Allah dari diri kita. Yesus bersabda bahwa kita harus melakukan yang baik walaupun kepada mereka yang membenci kita (lihat Mat 5:44). Apa jadinya jika kita bahkan tidak melakukan hal-hal yang baik bagi para teman dan sahabat kita?
  • Kita akan kehilangan pengendalian-diri. Santo Yakobus dalam suratnya yang terkenal mengingatkan para pembaca akan dosa karena lidah dan konsekuensinya (Yak 3:1-12), apabila lidah kita tidak dikendalikan dengan baik dalam menilai dan menghakimi orang lain. Kita tidak boleh kehilangan disiplin-diri, suatu hal yang bersifat hakiki dalam pertumbuhan hidup kita sebagai seorang Kristiani.
  • Hasrat kita akan hal yang baik menjadi terhalang. Seorang tukang gosip tidak hanya dapat menghalangi orang-orang untuk berbuat baik, melainkan juga dapat menghancurkan kemampuannya sendiri untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang baik. Kita memang tidak dapat mencari kebenaran dan kejahatan pada saat yang bersamaan.
  • Kita akan membuang-buang banyak waktu. Semua waktu yang digunakan untuk mencari-cari kesalahan orang lain dan secara terburu-buru menghakimi orang lain seharusnya digunakan untuk menolong sesama kita, untuk mengembangkan suatu cintakasih bagi mereka dalam mewujudkan tindakan kasih Kristiani yang konkret.

Di sisi lain, apabila penilaian kita terhadap orang lain itu baik dan penuh pertimbangan, kita dapat melihat hasil baiknya. Pujian kita atas diri orang lain akan mendorong dan menyemangati orang itu, sungguh akan membantu orang itu untuk menjadi lebih baik. Hal itu juga berarti dorongan bagi diri kita sendiri. Bila kita mencari yang baik-baik dalam diri orang lain, sebenarnya kita sedang dalam proses menemukan hal-hal yang baik dalam diri kita sendiri. Kita memberi, bukannya mengambil; hal ini berarti kita dengan indah turut serta membantu membangun umat Allah.

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah aku untuk mengampuni, bukan menghukum; untuk memuji, bukan menghakimi. Terpujilah nama-Mu, ya Tuhan Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:1-5), bacalah tulisan dengan judul “MENCARI BALOK DI DALAM MATA KITA SENDIRI” (bacaan tanggal 22-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 23-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Juni 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS