YESUS TIDAK HANYA MENGAJAR KITA DOA BAPA KAMI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIKamis, 18 Juni 2015)

 www-St-Takla-org--Jesus-Sermon-on-the-Mount-030

Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa dengan banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi, janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu, berdoalah demikian: Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskankanlah kami daripada yang jahat. [Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.] Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.” (Mat 6:7-15) 

Bacaan Pertama: 2Kor 11:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 111:1-4,7-8

O betapa indahnya, kita dapat menyapa Allah Yang Mahakuasa sebagai “Bapa”!  Karena pengorbanan Yesus di kayu salib, kita telah diangkat menjadi anggota keluarga Allah dan diberikan segala hak sebagai anak-anak-Nya yang sah. Rasa bersalah kita telah dicuci bersih, dan sekarang kita dapat menghadap hadirat Allah sebebas anak-anak kecil yang berlarian ke ayah mereka. Kita bahkan telah dibuat menjadi pewaris surga bersama Kristus.

Yesus mengetahui ketidakmampuan kita untuk berdoa. Dengan demikian Ia tidak hanya mengajar kita doa “Bapa Kami”, tetapi juga memberikan Roh Kudus guna menghembuskan kehidupan ke dalam doa kita. Ini adalah Roh yang hidup dalam hati setiap orang Kristiani terbaptis dan yang berseru kepada Allah dengan menggunakan kata-kata yang diajarkan Yesus untuk berdoa: “Abba! Bapa!” (Gal 4:6). Ini adalah Roh yang melakukan syafaat bagi kita dan membimbing kita dalam berdoa pada saat kita merasa tidak yakin apa yang harus dilakukan atau apa yang harus kita minta dari Allah (Rm 8:26-27). Ini adalah juga Roh yang “mengganggu” hati nurani kita dan menggerakkan kita kepada pertobatan, ketaatan, dan suatu hasrat yang lebih mendalam untuk berada dalam persatuan dengan para saudari dan saudara kita dalam Yesus (Yoh 16:7-11).

Manakala kita merasa bahwa hasrat kita akan Allah mulai meluntur, maka kita dapat berpaling kepada Roh Kudus dan memohon kepada-Nya agar diberikan kuat-kuasa untuk berdoa sepenuh hati, bukannya berdoa secara mekanistis. Ketika kita tidak tahu bagaimana berdoa, kita dapat memohon kepada Roh Kudus untuk membimbing kita. Selagi Roh Kudus menyatakan Yesus kepada kita dengan lebih jelas dan membuka kebenaran-kebenaran Kitab Suci kepada kita, maka kodrat kita yang lama akan dimatikan, doa kita akan menjadi sebuah sumber makanan rohani/spiritual, dan kita pun dibuat menjadi ciptaan baru.

Saudari dan Saudariku yang terkasih. Marilah kita menghaturkan permohonan kepada Yesus agar mencurahkan Roh-Nya atas diri kita. Kemudian kita menyerahkan diri kita masing-masing ke bawah pengendalian Roh-Nya. Dia akan membimbing, mengarahkan, dan melakukan syafaat untuk kita tidak hanya pada waktu kita berdoa, melainkan sepanjang hari. Dia akan menolong menempatkan segala rasa susah dan keprihatinan kita ke tangan-tangan kasih Allah, dan juga menyerahkan diri kita kepada-Nya. Inilah bagaimana kita akan mengalami damai sejahtera dan persatuan dengan Bapa surgawi yang digambarkan dalam doa “Bapa Kami” dengan begitu indah. Melalui cara-cara yang segar dan unik dengan mana Roh Kudus ingin memimpin kita, doa kita dapat menjadi suatu perjalanan yang exciting yang akan membawa diri kita semakin dekat dengan Allah, hari demi hari.

DOA: Bapa surgawi, ajarlah aku untuk berdoa dengan benar. Penuhilah diriku dengan Roh Kudus-Mu dan tolonglah aku dalam kelemahanku, sehingga dengan demikian doaku akan menyenangkan Tritunggal Mahakudus dan memuliakan nama-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 6:7-15), bacalah tulisan yang berjudul “DIKUDUSKANLAH NAMA-MU” (bacaan tanggal 18-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 19-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 15 Juni 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS