YESUS KRISTUS MENARIK KITA KEPADA BAPA

(Bacaan Injil Misa,  Hari Biasa Minggu Biasa X – Rabu, 10 Juni 2015)

 www-St-Takla-org--Jesus-Sermon-on-the-Mount-030

“Janganlah kamu menyangka bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu huruf kecil atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat,  sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Surga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkannya, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Surga. (Mat 5:17-19) 

Bacaan Pertama: 2Kor 3:4-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 99:5-9 

“Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya” (Mat 5:17).

Memang mudahlah bagi kita untuk tidak melihat, malah mengabaikan berkat-berkat Allah yang ditujukan kepada kita. Misalnya, kita dapat memandang hukum Musa/Taurat sebagai aturan yang terlalu banyak menuntut, yang mengarahkan orang kepada suatu jenis “kebenaran” yang tidak seorang pun akan berhasil mencapainya. Akan tetapi sang pemazmur dengan jelas mengatakan: “Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN (YHWH), dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil”  (Mzm 1:1-3). Jadi, sejatinya Hukum Taurat dimaksudkan sebagai suatu sumber kebahagiaan dan kehidupan, namun seringkali disalahpahami sebagai serangkaian perintah yang membebani kehidupan manusia. Sebenarnya yang ada dalam pikiran Allah jauh lebih besar daripada sekadar perintah-perintah untuk melakukan dan tidak melakukan (Inggris: do’s and don’ts) sesuatu tindakan.

Yesus Kristus, Putera Allah, datang ke tengah dunia untuk mengumumkan bahwa Kerajaan Surga sudah dekat. Kita mengetahui bahwa suatu pesan rahasia dapat dipahami jikalau kita mampu memecahkan kode yang tersembunyi. Demikian pula makna dan tujuan sesungguhnya dari Perjanjian Lama akan terungkap dalam pernyataan Kerajaan Allah. Pesannya adalah berikut ini: Putera Allah yang terkasih  – Yesus Kristus – secara sempurna dan lengkap akan menarik kita kepada Bapa dengan menggenapi tuntutan-tuntutan adil dari hukum Musa.

Yesus bukanlah datang untuk meniadakan hukum Taurat atau melanjutkan mengajar hukum itu dari suatu perspektif yang baru. Samasekali bukan! Ia datang sebagai penggenapan dari setiap pengharapan, perintah dan impian yang diungkapkan dalam hukum Taurat itu. Ajaran Yesus tentang Perjanjian Lama adalah baru secara total, bukan karena dipelintir-pelintir isi hukum itu oleh-Nya, namun karena Dia sendiri dapat melaksanakan hukum itu secara sempurna, taat secara sempurna kepada hukum itu sepanjang hidup-Nya di dunia.

Hidup Yesus yang relatif singkat di muka bumi ini secara penuh memberi pencerahan atas hukum Musa. Semua kebenaran berhasil dicapai oleh-Nya. Secara moral Yesus adalah orang benar – tanpa noda dosa sedikit pun atau tanpa ketidaktaatan kepada Allah. Yesus juga benar secara lengkap dalam relasi-relasi-Nya: Dia mengasihi Allah dengan segenap hati-Nya dan semua orang dengan rasa keadilan dan belas kasih yang lengkap. Akhirnya, melalui kematian-Nya pada kayu salib, Ia menggenapi semua kebenaran dengan mensyeringkan kesempurnaan-Nya dengan kita-manusia, sehingga dengan demikian kita pun dapat dibuat benar di mata Allah. Atas dasar alasan inilah maka hukum Taurat diberikan, dan sekarang, melalui Yesus, kita semua dapat menerima berkat-berkat kebenaran Allah dalam hati kita.

DOA: Tuhan Yesus, kami menyembah Engkau! Kami memuji keindahan-Mu dan cara-Mu yang sempurna, yang telah menggenapi segala kebenaran untuk kami. Kami memuji Engkau dan berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena lewat persatuan dengan diri-Mu kami dapat menikmati buah ketaatan-Mu dengan menjadi semakin serupa dengan Engkau, dengan demikian menyenangkan Bapa surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:17-19), bacalah tulisan yang berjudul “AGAR TAURAT MENJADI BERBUAH” (bacaan tanggal 10-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-6-13 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 7 Juni 2015 [HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS