KAMU ADALAH GARAM BUMI DAN TERANG DUNIA (2)

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa X – Selasa, 9 Juni 2015) 

1-sermon-on-the-mount-granger

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga” (Mat 5:13-16).

Bacaan Pertama: 1Raj 17:7-16; Mazmur Tanggapan: Mzm 4:2-5,7-8

“Kamu adalah garam bumi. …… Kamu adalah terang dunia”  (Mat 5:13,14).

Dalam tulisan ini, terjemahan yang digunakan oleh LAI “garam dunia”, saya ganti dengan “garam bumi” (salt of the earth) sesuai dengan semua versi terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris.

Dalam bahasa Inggris, yang dimaksudkan dengan seorang “salty person” (salty = asin) adalah orang yang lucu dan kadang-kadang berperilaku tidak sopan, namun dilihat secara positif, orang itu membuat hidup suasana yang ada ketika terjadi pembicaraan atau kongkow-kongkow, teristimewa dalam sebuah pertemuan sekelompok orang secara informal. Orang seperti itu biasanya diterima dengan gembira oleh mereka yang hadir, karena bumbu-bumbu yang ditambahkannya dalam percakapannya dan juga untuk kemampuannya untuk menginspirasi imaginasi mereka. Itulah yang dimaksudkan dengan seorang salty person (orang yang asin) dalam bahasa Inggris. Menjadi asin adalah sebuah metafora yang tidak hanya mengambil sifat dari garam sebagai bahan pengawet, melainkan juga mengambil kualitas-kualitas garam sebagai penyedap rasa dan pembersih.

“Kamu adalah garam bumi” (Matius 5:13). Yesus tidak mendorong kita untuk menjadi lebih asin atau membumbui diri kita dengan pengalaman-pengalaman yang lebih asin. Yesus mengatakan kepada kita untuk menjadi garam yang sebenarnya sudah membentuk diri kita. Ketika kita menerima Roh Kudus pada saat pembaptisan, maka sesungguhnya kita menerima garam kehidupan. Yesus memberikan kepada kita Roh Kudus tidak hanya guna “mengawetkan” kehidupan kita untuk hidup kekal-abadi melainkan untuk memeriahkan karunia-karunia kita, kepribadian kita dan misi kita dalam kehidupan.

Garam tidak hanya memeriahkan dan membuat sedap rasa, namun juga membersihkan. Dan, seperti garam, tindakan pembersihan oleh Roh Kudus terkadang dapat “mengakibatkan rasa sakit”. Bagaimana pun juga Roh Kudus harus mengekspos berbagai ketidakmurnian dalam hidup kita agar dapat menyembuhkan kita dan untuk membuat diri kita lebih menarik bagi dunia sekeliling kita.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus. Apakah terang anda tidak kelihatan karena anda menyalakan pelita anda di bawah tempayan? Apakah anda merasa tidak pantas dan tidak nyaman apabila berbicara mengenai pelayanan dalam nama dan kuat-kuasa Yesus? Apakah anda merasa tidak mampu untuk mengasihi orang-orang di sekeliling anda? Kalau begitu halnya, perkenankanlah terang Roh Kudus memenuhi hati anda pada hari ini dengan kebaikan dan kemuliaan Allah. Panjatkanlah permohonan kepada Roh Kudus agar diberikan pernyataan (perwahyuan) yang lebih mendalam tentang keagungan Allah dan kesempurnaan-Nya. Perkenankanlah Roh Kudus mengenyahkan segala kebingungan yang dapat dengan mudah mengaburkan penglihatan anda dan sebaliknya biarkanlah Dia menarik diri anda agar semakin dekat dengan Yesus. Janganlah takut. Tidak ada kegelapan yang tidak dapat dengan mudah diatasi oleh kasih Allah.

DOA:  Roh Kudus Allah, buatlah diriku agar menjadi lebih serupa dengan Yesus, penuh dengan garam, penuh dengan terang, penuh dengan kasih. Tunjukkanlah kegelapan apa saja yang ada dalam diriku, agar dengan demikian terang-Mu dapat bercahaya dengan bebas melalui diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 5:13-16), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENGUNDANG KITA UNTUK BELAJAR DARI-NYA” (bacaan tanggal 9-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http:/sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 10-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Juni 2015 [HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements