UCAPAN-UCAPAN BAHAGIA DARI YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan  Biasa X – Senin, 8 Juni 2015)

OFMCap.: Peringatan B. Nikolaus Gesturi, Imam

Church_of_the_Beatitudes_tb_n011500_wrKetika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya, “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah-lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan harus akan kehendak Allah, karena akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang berbelaskasihan, karena mereka akan beroleh belas-kasihan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya karena melakukan kehendak Allah, karena merekalah yang punya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.” (Mat 5:1-12) 

Bacaan Pertama: 2 Kor 1:1-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 116:12-13,15-18

Matius menempatkan ‘Khotbah di Bukit’ (Mat 5-7) tidak lama setelah Yesus digoda Iblis di padang gurun, karena dia mau menunjukkan bahwa semua ajaran Yesus bukan sekadar resep-resep filosofis. Semua ajaran Yesus bersumber pada pengalaman-Nya sendiri. Di belantara Israel, Yesus melihat bahwa di  sana ada cara tertata secara ilahi di dalam mana pencobaan dan sakit dapat mengembangkan suatu karakter yang ilahi.

Roh Kudus terus bekerja untuk meyakinkan kita bahwa semua hal bekerja baik untuk mereka yang mengasihi Allah – bahkan keadaan-keadaan yang menyakitkan dan penuh pencobaan (Rm 8:28). Setiap tantangan yang kita hadapi tidak harus menjadi suatu halangan. Malah tantangan itu dapat menjadi suatu undangan kepada kita untuk melepaskan pemerintahan kehidupan kita (mengatur hidup kita sendiri) dan minta kepada Roh Kudus untuk mengambil alih. Inilah pelajaran yang sangat berharga yang dipelajari oleh Santo Paulus dalam segala penderitaannya: “Sebab sama seperti kami mendapat bagian  berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah” (2Kor 1:5).

KHOTBAH DI BUKIT - 501Dalam “Sabda-sabda Bahagia” atau “Ucapan-ucapan Bahagia”, Yesus mengajar apa artinya  hidup oleh kuasa Roh Kudus bagi seorang yang percaya. Orang-orang yang miskin dalam roh [“miskin di hadapan Allah” menurut teks Alkitab LAI], misalnya, memahami bahwa mereka tidak memiliki sumber daya yang mereka butuhkan untuk melakukan pekerjaan Allah di dunia. Itulah sebabnya, mengapa mereka berseru kepada-Nya untuk kuasa-Nya. Orang-orang yang berduka-cita karena mereka melihat dosa dalam hati mereka ingin sekali memperoleh pengampunan dari Allah dan juga penghiburan-Nya. Orang-orang yang menghargai kesucian (kemurnian) hati dan mereka yang menderita karena menegakkan “yang baik” di atas “yang jahat”, mereka diberkati karena akan melihat Allah. Semua yang disebutkan di atas kita pelajari dan alami selagi kita menjalani hidup kita sehari-hari dan menghadapi dosa dalam dunia ini dan kegelapan hati kita sendiri.

Allah mengetahui penderitaan kita dan Ia meminta kepada kita untuk bersandar pada-Nya. Di sisi lain, Ia berjanji untuk memperkuat dan membebaskan kita sehingga kita dibentuk untuk menjadi semakin serupa dengan diri-Nya. Oleh karena itu marilah kita menaruh kepercayaan kita pada Yesus dengan segenap hati kita sehingga kita pun dapat tergolong mereka yang diberkati oleh Allah (mereka yang dikatakan berbahagia). Bilamana kita berada dalam posisi muka-ketemu-muka (face-to-face) dengan dosa-dosa kita, marilah kita bergegas menghadap hadirat Bapa. Dia akan melakukan lebih banyak daripada sekadar mengampuni kita. Dia akan memenuhi diri kita dengan kuat-kuasa-Nya dan rahmat-Nya.

DOA: Bapa surgawi, jutaan orang dalam dunia pada saat ini sedang menanggung penderitaan karena iman-kepercayaan mereka kepada Putera-Mu, Yesus Kristus. Utuslah Roh Kudus-Mua untuk menghibur dan memperkuat mereka selagi mereka terus bersandar kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:1-12), bacalah tulisan dengan judul “SABDA-SABDA BAHAGIA” (bacaan tanggal 8-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Juni 2015 [Peringatan S. Karolus Lwanga dkk.-Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS