HUBUNGAN ANTARA YESUS DAN DAUD

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Bonifasius, Uskup-MartirJumat, 5 Juni 2015)

Jesus_181Ketika Yesus sedang mengajar di Bait Allah, Ia berkata, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah anak Daud? Daud sendiri dengan pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuhmu Kutaruh di bawah kakimu [1]. Daud sendiri menyebut Dia ‘Tuan’, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?” Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan senang hati. (Mrk 12:35-37) 

Bacaan Pertama: Tob 11:5-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 146:2,7-10

[1] Mzm 110:1 

Ketika mengajar di Bait Allah, Yesus bertanya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan bahwa Mesias adalah anak Daud?” (Mrk 12:35).Di sini Yesus memetik nubuatan di mana Daud menamakan Mesias sebagai “Tuan”-nya (Mzm 110:1). Yesus mengetahui bahwa tibalah saat bagi-Nya untuk menunjukkan kepada orang banyak bahwa mereka telah disesatkan oleh para guru agama tentang Mesias. Para guru agama itu telah mencoba untuk mendiskreditkan Yesus sebagai seorang nabi dengan kemungkinan diri-Nya sebagai Mesias dengan memasang perangkap bagi-Nya.

Orang-orang Farisi mencoba menjebak Yesus di bidang politik dengan mengajukan pertanyaan kepada-Nya apakah dari sudut hukum diperbolehkan bagi seorang Yahudi untuk membayar pajak kepada Kaisar Roma. Mereka mencoba menjerat Yesus dalam isu keagamaan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kontroversial tentang kebangkitan dari kematian dan pentingnya secara relatif berbagai perintah Allah. Dalam setiap kasus yang dihadapi-Nya, Yesus mengejutkan orang-orang culas itu dengan jawaban-jawaban-Nya yang penuh hikmat.

Yesus seakan bertanya kepada mereka, “Sudah jelaskah bagimu siapa Mesias itu? Apa yang kamu ketahui tentang Dia yang akan datang itu?” Inti pertanyaan-pertanyaan-Nya: “Bagaimana kamu dapat mengangkat dirimu sebagai hakim-hakim yang memutuskan siapa yang dapat menjadi Mesias dan siapa yang tidak bisa?” Para pemuka agama yang munafik itu menginginkan seorang Mesias menurut gambar dan rupa mereka sendiri, bukannya menurut gambar dan rupa Allah yang mengutus-Nya, memilih-Nya dan mengurapi-Nya untuk karya penyelamatan-Nya di tengah dunia.

Orang-orang Farisi mencoba permainan mereka yang kejam dengan membuat Yesus sebagai bahan tertawaan lewat perangkap-perangkap mereka. Namun merekalah yang sesungguhnya patut menjadi bahan tertawaan. Mesias dari Allah samasekali bukanlah Mesias buatan manusia. Kejutan besarnya adalah bahwa sang Penebus adalah pribadi yang dipilih oleh Allah sendiri, bukan pilihan manusia, karena alasan sederhana: “manusia sesungguhnya tidak mengetahui bagaimana memilih dengan bijaksana”.

Mesias buatan manusia dibayangkan sebagai seorang tokoh yang sangat kaya-raya dan mempunyai pengaruh politik. Di lain pihak, Mesias pilihan Allah adalah seorang tukang kayu sederhana, seorang pekerja, seorang miskin, yang tidak datang dengan iringan suara sangkakala dan pasukan tentara yang berlaksa-laksa jumlahnya dan semangat membalas dendam. Mesias dari Allah datang ke tengah dunia pada saat dan di tempat yang tak disangka-sangka oleh orang-orang pintar dan bijak dari dunia ini. Nama-Nya adalah: “Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang kekal, Raja Damai” (Yes 9:5). Inilah jawaban Allah terhadap standar-standar kita manusia.

DOA: Tuhan Yesus, siapkanlah hati dan pikiranku yang kecil dan sempit ini bagi kejutan-kejutan besar yang datang dari-Mu. Apakah aku harus senantiasa menemukan diri-Mu pada saat-saat dan di tempat-tempat yang tidak pernah kuperkirakan sebelumnya? Dalam dunia di sekelilingku yang penuh dengan kekerasan dan kebohongan ini, perkenankanlah diriku untuk senantiasa dekat dan dibimbing oleh-Mu, ya Raja Damai, Mesias dari Allah, Tuhanku dan Allahku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Tob 11:5-17), bacalah tulisan yang berjudul “MATA TOBIT DISEMBUHKAN” (bacaan tanggal 5-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 8-6-12 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 Juni 2015 [Peringatan S. Feliks dr Nikosia OFMCap.] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS