KITA ADALAH KEBUN ANGGUR YESUS!

(Bacaan Injil Misa, Peringatan S. Yustinus, Martir [+165] – Senin, 1 Juni 2015)

vineyard

Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan, “Ada seseorang membuka kebun anggur dan membuat pagar sekelilingnya. Ia menggali lubang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian Ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh lagi seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang lagi seorang hamba lain, dan orang ini mereka bunuh. Demikian juga dengan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Masih ada satu orang lagi padanya, yakni anaknya yang terkasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Inilah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi baru penjuru: Hal ini terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.” Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena tahu bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak. Mereka membiarkan Dia, lalu mereka pergi. (Mrk 12:1-12)

Bacaan Pertama: Tb 1:3;2:1a-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 112:1-6

PERUMPAMAAN - WICKED HUSBANDMENTidak seorang pun dapat menyangkal betapa kaya perumpamaan-perumpamaan Yesus itu. Cerita-cerita singkat yang diceritakan-Nya sekitar 2.000 tahun lalu, tetap saja berbicara kepada kita pada zaman modern ini – tetap aktual dan dengan begitu banyak cara!

Pada tingkatan tertentu, “kebun anggur” dalam perumpamaan ini melambangkan umat Allah (lihat Yes 5:1-7), dan para penggarap melambangkan orang-orang yang dalam kedosaan mereka menolak Tuhan dan perintah-perintah-Nya – malah termasuk mereka yang menyalibkan Yesus. Pada tingkatan yang lain, kitalah “kebun anggur” itu, dan para penggarap adalah kekuatan-kekuatan di dalam diri kita – dosa, Iblis, sikap dan perilaku keduniawian kita – yang mencoba untuk merampas kita dari rahmat yang telah dicurahkan Allah ke dalam kehidupan kita.

Apabila kita membaca perumpamaan ini sekilas lintas, maka baris-baris terakhir dapat cukup menakutkan, teristimewa jika kita mengingat-ingat dosa kita dan berbagai cara yang berbeda-beda bagaimana kita tidak/kurang memenuhi syarat dan tidak mentaati perintah-perintah Allah. Biar bagaimana pun juga siapa sih yang ingin menderita karena kutuk Allah? Namun apabila kita membaca lagi perumpamaan Yesus itu, maka akhir dari perumpamaan itu dapat menjadi pendorong dan penyemangat, hal-hal yang membebaskan, yang mungkin tidak pernah kita dengar sebelumnya. Kita adalah “kebun anggur” Yesus! Allah begitu mengasihi kita sehingga Dia mengutus Putera-Nya sendiri untuk membebaskan kita dari para lawan yang memusuhi kita! (bdk. Yoh 3:16).

Yesus minta kepada kita untuk melihat dengan mendalam ke dalam hati kita masing-masing dan memperkenankan-Nya untuk melanjutkan karya salib-Nya. Allah ingin mentransformasikan diri kita. Dia ingin tidak ada sesuatu pun yang menghalangi diri-Nya untuk memeluk diri kita dengan penuh kasih kebapaan. Ia sungguh ingin memerdekakan kita dari setiap musuh yang senantiasa mau menjatuhkan anak-anak-Nya.

ROHHULKUDUSMarilah kita senantiasa menyediakan saat-saat hening di mana kita dapat menghaturkan permohonan kepada Roh Kudus untuk mengungkapkan dosa-dosa kita agar – dalam semangat penyesalan dan pertobatan – kita dapat membawa dosa-dosa itu ke bawah kaki salib Kristus. Di situlah, di hadapan sang Tersalib, dosa-dosa kita diampuni. Pada saat-saat kita, menghadapi godaan, maka senantiasa baik jika kita berdoa agar darah Yesus menyelimuti kita dan melindungi kita. Dengan demikian, marilah kita memenuhi hati dan pikiran kita dengan sabda-Nya yang ada dalam Kitab Suci agar mampu menolak godaan Iblis dan/atau roh-roh jahat dengan menggunakan kebenaran Allah sebagaimana dilakukan oleh Yesus ketika digoda di padang gurun (lihat Luk 4:4,8,12). Kita pun tidak boleh lupa untuk selalu memohon kepada Roh Kudus untuk menolong kita mengenali dan melawan janji-janji palsu dari berbagai falsafah duniawi, termasuk “pepesan kosong” yang sering diajarkan oleh sebagian dari mereka yang menamakan diri “motivator”, yang tidak jarang bermunculan akhir-akhir ini.

DOA: Yesus, aku ingin salib-Mu menumpas habis sehabis-habisnya segala sesuatu yang dapat merampas diriku dari kehadiran-Mu. Engkau adalah sang Pembebas umat manusia, termasuk diriku. Engkau adalah pengharapanku dan kekuatanku. Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku pribadi. Aku sungguh mengasihi-Mu dan berketetapan hati untuk mengasihi-Mu lebih dan lebih lagi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 12:1-12), bacalah tulisan yang berjudul “CERITA TENTANG KEBUN ANGGUR YESUS” (bacaan tanggal 1-6-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-06 BACAAN HARIAN JUNI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 3-6-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 29 Mei 2015 [Peringatan S. Maria Anna dr Paredes, Perawan Ordo III] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS