YESUS MENCELIKKAN MATA BARTIMEUS YANG BUTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VIII – Kamis, 28 Mei 2015)

 jesus healing the blind - 004

Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Tanya Yesus kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?”  Jawab orang buta itu, “Rabuni, aku ingin dapat melihat!”  Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. (Mrk 10:46-52) 

Bacaan Pertama: Sir 42:15-25; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:2-9 

Apakah yang dilakukan oleh si buta Bartimeus (anak Timeus) yang sedang duduk di pinggir jalan ketika rombongan Yesus baru saja ke luar dari kota Yerikho? Apakah dia hanya berseru keras-keras: “Yesus, apa kabar?” Bayangkanlah situasi ketika itu.  Ingatlah bahwa Yesus dikelilingi oleh orang banyak yang berbondong-bondong mengiringi-Nya, dan Bartimeus sedang duduk di pinggir jalan. Tidak mudahlah bagi orang buta ini untuk berteriak agar suaranya dapat didengar di tengah “hiruk-pikuk” yang terjadi. Jelas kelihatan bahwa Bartimeus sangat menginginkan untuk memperoleh sesuatu dari Yesus sehingga dia terus saja berteriak, malah setiap kali semakin keras, walaupun ditegur oleh banyak orang supaya dia tutup mulut. Hal ini mengingatkan kita pada cara anak-anak melakukan pendekatan kepada orangtua mereka, jika mereka menginginkan sesuatu.

Perhatikanlah juga tanggapan Bartimeus ketika Yesus menyuruh orang memanggilnya. Dia menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus (Mrk 10:50).  Arti jubah penting bagi seorang pengemis. Biasanya si pengemis menggelar jubahnya di atas tanah dan dia duduk di atasnya ketika meminta-minta sedekah dari orang-orang yang lewat. Orang-orang yang lewat akan melemparkan kepingan uang logam dan/atau makanan ke atas jubah yang digelar itu. Jubah juga mempunyai arti sangat penting bagi orang miskin, karena menanggalkan jubah atau mantol berarti meninggalkan segalanya. Mari kita baca salah satu kitab Taurat:

“Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umat-Ku, orang yang miskin di antaramu, maka janganlah engkau berlaku sebagai seorang penagih hutang terhadap dia: janganlah kamu bebankan bunga uang kepadanya. Jika engkau sampai mengambil jubah temanmu sebagai gadai, maka haruslah engkau mengembalikannya kepadanya sebelum matahari terbenam, sebab hanya itu saja penutup tubuhnya, itulah pemalut kulitnya – pakai apakah ia pergi tidur? Maka apabila ia berseru-seru kepada-Ku, Aku akan mendengarkannya, sebab Aku ini pengasih” (Kel 22:25-27).

“Dalam kebutaannya, Bartimeus hanya melihat Yesus dan dalam kemiskinannya dia hanya menginginkan Tuhan”, tulis Pater van Breemen, SJ (CERTAIN AS THE DAWN, MENUNGGU FAJAR MEREKAH, hal. 83). Tindakan Bartimeus menanggalkan jubahnya juga mempunyai arti penting. Tindakan ini mengingatkan orang kepada praktek pembaptisan dalam Gereja, di mana si calon baptis menanggalkan bajunya  sebelum mengenakan baju berwarna putih bersih.

Yang jelas, dengan menanggalkan jubahnya Bartimeus menunjukkan bahwa dirinya tidak merasa ragu sedikit pun bahwa Yesus akan melakukan apa yang dimohonkannya, paling sedikit ia tidak merasa khawatir Yesus akan mengatakan “tidak” terhadap permintaannya. Dapat saya katakan di sini bahwa bahwa Bartimeus mempunyai keyakinan bahwa Yesus mengasihi-Nya. Seperti seorang anak, dia bertindak dengan “agresif”, yakin akan kasih Yesus kepadanya itu. Yesus mengajukan pertanyaan yang sama kepada Bartimeus seperti yang pernah ditanyakan oleh-Nya kepada dua orang murid-Nya, anak-anak Zebedeus: “Apa yang kamu kehendaki Kuperbuat bagimu?” (Mrk 10:36; bdk. 10:51). Jawaban Yakobus dan Yohanes ngawur karena motivasi yang keliru, namun jawaban Bartimeus sangat berkenan di mata Yesus: “Rabuni, aku ingin dapat melihat” (Mrk 10:51). Sebuah doa permohonan yang tidak bertele-tele, doa seorang miskin (bdk. Luk 23:42). Pada akhirnya kita melihat suatu happy-ending. Iman Bartimeus telah menyelamatkan dirinya dan ia pun mengikuti Yesus sebagai seorang murid dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem (Mrk 10:52).

Kebenaran yang kita dapatkan dari narasi Injil ini adalah bahwa Yesus ingin agar kita masing-masing – para murid-Nya – mempunyai suatu sikap iman dan rasa percaya pada kasih-Nya yang serupa dengan apa yang telah ditunjukkan oleh Bartimeus.  Pertanyaan-Nya kepada Bartimeus ditanyakan-Nya juga kepada kita masing-masing. Ia ingin agar kita tidak hanya membawa kepada-Nya hal-hal besar, melainkan juga hal-hal kecil yang suka mengganggu kita sehari-hari.

Yesus memanggil kita (anda dan saya), bahkan pada saat ini. Ia mengetahui isi hati kita masing-masing dan memahami keberadaan kita yang terdalam (lihat Sir 42:18). Janganlah kita takut untuk membuang segalanya yang menghalangi kita dalam mendekati-Nya. Marilah kita menghadap hadirat-Nya dengan penuh rasa percaya pada belas-kasih-Nya dan cintakasih-Nya. Jikalau kita berpikir Dia tidak mendengar suara kita, maka baiklah kita mengeraskan suara kita. Apabila kita berpikir bahwa kita harus hening dan tidak mengganggu-Nya, maka berserulah dengan lebih keras lagi.

Yesus ingin agar kita membawa isi terdalam hati kita kepada-Nya: harapan-harapan dan hasrat-hasrat kita, rasa takut dan kegagalan-kegagalan kita, keinginan-keinginan kita serta kebutuhan-kebutuhan kita. Seperti orangtua yang mengasihi anak-anaknya, Dia pun akan memberikan kepada kita segala sesuatu yang kita butuhkan.

DOA: Yesus, Putera Daud, kasihanilah aku. Aku percaya akan kasih-Mu dan akan kuat-kuasa-Mu untuk menyembuhkan. Datanglah, ya Tuhan, dan curahkanlah kuat-kuasa penyembuhan-Mu atas diri siapa saja yang berseru kepada-Mu pada saat ini juga. Tuhan Yesus, aku percaya bahwa sekarang pun Engkau dapat menyembuhkan segala penyakit. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:46-52), bacalah tulisan yang berjudul “BARTIMEUS MENYERUKAN NAMA YESUS” (bacaan tanggal 28-5-15) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 15-05 BACAAN HARIAN MEI 2015. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 30-5-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 25 Mei 2015 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS